26 C
Mojokerto
BerandaHUKUMGalian “BODONG’ Suwaru Kembali Eksis dan Memakan Korban

Galian “BODONG’ Suwaru Kembali Eksis dan Memakan Korban

PRN KEDIRI | Terkesan hanya mementingkan diri sendiri dan mengabaikan kepentingan lingkungan masyarakat dan pekerja, pengusaha galian C di dusun Suwaru desa Damarwulan Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri sesaat tutup karena banyaknya pengaduan masyarakat, kali ini buka kembali dan menewaskan pekerja tambang galian C di dusun Suwaru. 3/2/21.

Menilik kilas balik dari keterangan LPK YAPERMA bahwa pada tanggal 2 januari 2021 YAPERMA telah mengirim Pengaduan Masyarakat (DUMAS) ditujukan kepada Kapolres Kediri, menurut pendumas (Samsul, SH) dirinya belum mendapatkan informasi lanjutan terkait tindakan apa yang dilakukan oleh Kapolres Kediri terkait Dumas tersebut, namun rumor yang berkembang sesaat alat berat disembunyikan dan praktik galian C berhenti dan tidak lama kemudian kembali bekerja.

Sementara menanggapi informasi warga Damarwulan bahwa galian hanya tutup beberapa saat dan alat berat (Bego) kembali diturunkan dan bekerja lagi dibawah kepemimpinan pengusaha Doni dari Surabaya.

Masih dalam keterangan warga yang tidak bersedia disebut namanya, telah terjadi musibah yang luar biasa di area galian Suwaru pada tangga 3 pebruari 2021 sekitar pukul 16.30 wib, pekerja (ceker) atas nama Arbi saat hendak pulang ke kontrakannya di Pulosari mengendarai sepeda motor dan tiba-tiba datang air yang cukup besar dan menghanyutkan Arbi beserta kendaraannya di lokasi Galian Suwaru.

Menanggapi hal ini Samsul, S.H. selaku Pengurus dan Kepala Divisi Investigasi Pusat LPK YAPERMA merasa prihatin dan turut berbela sungkawa atas meninggalnya Arbi, namun disisi lain Samsul, S.H. sangat menyayangkan terjadinya peristiwa ini, pasalnya dengan kembalinya aktifitas pertambangan yang jelas-jelas tidak mengantongi ijin milik Doni dan sangat merusak ekosistem alam disekitarnya ini, sebagai bukti bahwa tidak ada tindakan tegas dari pihak penegak hukum diwilayah kabupaten Kediri.

Samsul menambahkan, dirinya berharap sangat kepada Kapolres Kediri beserta penegalk hukum lainnya agar selalu memperhatikan kepentingan masyarakat diatas kepentingan yang lainnya, serta selalu merespon keluhan masyarakat dan informasi dari media serta LSM sebagai lembaga control. Kalau sudah terjadi seperti ini, pertanyaannya Siapakah yang bertanggung jawab dan bagaimana proses hukumnya ? Tutup Samsul, S.H. (Ulum)

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya