25.8 C
Mojokerto
BerandaLAWAN KORUPSIAda Apa dengan Kabid TTG DPMD Sumenep ? Dikomfirmasi Malah 'Emosi'

Ada Apa dengan Kabid TTG DPMD Sumenep ? Dikomfirmasi Malah ‘Emosi’

PRN SUMENEP | Seorang pelayan publik yang di gaji oleh negara dari uang rakyat, Fadholi Kepala Bidang (Kabid) Pendayagunaan Teknologi Tepat Guna (TTG) DPMD Sumenep, marah dan meninggalkan dua wartawan di ruang tamu Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep. 06/05/2021, sekitar pukul 13.25 wib.

Hal itu terjadi di saat dua wartawan melakukan tugas profesinya konfirmasi terkait bantuan 300 penyambungan instansi listrik rumah miskin tahun anggaran 2019, dari Dinas ESDM Propinsi Jatim melalui Pokmas Sumenep terang di Desa Gapurana, Kecamatan Talango Kabupaten Sumenep hanya dikerjakan sekitar 63 rumah saja.

Guna untuk mengontrol penggunaan anggaran negara dan keterbukaan publik, berdasarkan surat jawaban dari pertanyaan Biro media Pena Rakyat News yang dikeluarkan oleh DPMD Sumenep dengan nomor: 043/826/435.118.4/2020, yang ditandatangani oleh Moh. Ramli,S.Sos, M.si selaku Kadis, bahwa bantuan 300 penyambungan Instalasi rumah/sambungan rumah tidak hanya terdapat di Desa Gapurana, namun juga terdapat Desa Talango, Desa Cabbiye, Desa Padike dan Desa Kalianget Barat.

Saat awak media menanyakan tiap-tiap desa tersebut mendapatkan berapa sambungan?, Fadholi menyampaikan bahwa data desa tersebut berdasarkan informasi yang didapat dari dinas Propinsi dan Fadholi tidak bisa menyebutkan berapa sambungan yang diberikan ke setiap desa-desa tersebut.

“Kemarin itu petugas yang biasa menangani program tersebut di Dinas ESDM Propinsi sudah digeser-geser, dan yang mendata desa-desa yang dapat bantuan sambungan listrik tersebut adalah Dinas propinsi sendiri dan saya sendiri tidak tau data desa tersebut,” ujar Fadholi.

Lanjut Fadholi, dirinya hanya mengusulkan kemudian dari Propinsi memberikan program itu kepada pokmas Sumenep terang, terus masalah data realisasi akhir ada di Dinas Provinsi.

Saat ditanya proposal permohonan bantuan tersebut untuk Desa Gapurana apa untuk 5 desa, Fadholi tidak mau menjawab dan selalu mengarahkan wartawan untuk nanyak langsung ke Dinas ESDM Propinsi Jatim.

“Kalau masalah data langsung aja nanyak ke Dinas ESDM Propinsi,” ucapnya.

Terus awak media menanyakan kepada Fadholi, apakah benar proposal itu sudah di buatkan, yang sebelumnya tanpa permintaan dari masyarakat?, Fadholi langsung marah dan meninggalkan dua wartawan yang sedang melakukan konfirmasi.

“Kita ini hanya mengusulkan kepada propinsi, sudah cukup disini saja penjelasannya, selebihnya kamu langsung ke Dinas propinsi saja dan gak usah foto-foto saya,” Kata Fadholi sambil meninggalkan ruangan.

Sedangkan menurut keterangan dari Ketua dan Bendahara Pokmas Sumenep terang, pihaknya tidak pernah mengajukan bantuan tersebut dan hanya disuruh menandatangi berkas proposal tersebut yang sudah disiapkan oleh Fadholi Kabid Pendayagunaan Teknologi Tepat Guna (TTG) DPMD Sumenep

Dugaan penyimpangan bantuan 300 sambungan listrik rumah tangga miskin di Desa Gapurana, semakin nampak dengan sikap Fadholi yang tidak mau terbuka kepada publik disaat pembicaraannya diketahui direkam dan sebelumnya juga pihak Dinas ESDM Propinsi Jatim tidak bisa menjelaskan konfirmasi media disaat didatangi langsung ke kantor, Jl. Tidar no.123 Surabaya. (Erfandi/Tim)

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya