close

KRIMINAL

KABAR JATIMKRIMINAL

Diduga Lakukan Penganiayaan, Kades Ditetapkan Sebagai Tersangka

PRN SUMENEP | Kasus dugaan Penganiayaan dan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh oknum Kades Pakamban Laok, Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep, jadi tersangka dan masih berada pada pusaran Polemik dan berbuntut panjang.

Hal itu yang disampaikan oleh Ach Supyadi SH MH, didampingi oleh Sri Handayani (korban/pelapor) saat melakukan konferensi pers di rumah makan Mami Muda sebelah timur taman bunga Sumenep, Jumat Pagi 26/02/2021.

Pasalnya, Sri Handayani warga Sumenep 36 tahun itu menjadi Korban dugaan penganiayaan dan pencemaran nama baik atas tuduhan yang tidak senonoh, masih bersikukuh untuk melanjutkan kasus tersebut sampai ada keadilan. Dan kasus itupun masih menjadi bola panas bahkan terus berlanjut.

Demi harga diri dan nama baiknya sebagai seorang perempuan, Sri Handayani mengharapkan hukum bisa ditegakkan tidak tebang pilih, agar keadilan di Sumenep bisa ditegakkan dengan seadil-adilnya.

“Saya mengharapkan keadilan yang seadil adilnya,” ucap Sri Handayani yang didampingi pengacaranya.

Selain itu, Ach Supyadi SH MH Kuasa Hukum korban, menuturkan bahwa sudah menjadi tugas dirinya untuk melakukan yang terbaik sesuai dengan ekspektasi hukum.

“Harapan kami tentu mendengar apa yang menjadi harapan klien, proses hukum dilakukan agar mendapatkan suatu keadilan,” Ujar Ach Supyadi SH MH kepada Awak media.

Pengacara Single Fighter tersebut juga menjelaskan bahwa setiap warga Negara indonesia itu memiliki hak yang sama untuk mendapatkan keadilan.

“Tidak ada satu orang pun yang kebal hukum di negeri ini, yang salah tetap salah, yang benar akan tetap benar,” katanya.

Lebih lanjut Lawyer asal Kepulauan yang tenar dengan ketegasannya itu mengatakan bahwa berkat kinerja dan keseriusan penyidik kepolisian, terlapor Mukhlisin ditetapkan sebagai tersangka.

“Oknum Kades tersebut ditetapkan sebagai tersangka melalui SP2HP yang diterima oleh kami pada tanggal 25 Februari dari hasil gelar pada hari jumat 19/02/2021 pada pukul 15.30. Sehingga dengan demikian, status terlapor yang sebelumnya hanya menjadi saksi kini sudah beralih menjadi tersangka,” bebernya kepada awak media.

Masih kata Pengacara Supyadi, dengan ditetapkannya tersangka oknum Kepala Desa Pakamban Laok tersebut, dirinya berharap agar kasus yang ditanganinya menjadi Alarm buat masyarakat secara umum untuk lebih berhati hati dalam melakukan tindakan.

“Sebagai bentuk publikasi ini, mudah – mudahan ada hikmah dan pembelajaran bagi terlapor maupun khalayak secara umum agar tidak semena – mena dalam melakukan pelanggaran pelanggaran hukum, karena jika itu dilakukan maka pasti ada konsekwensi yang harus ditanggung,” tegas Supyadi.

Ketika disinggung terkait Penahanan kepada tersangka, Supyadi mengatakan bahwa dirinya tidak punya hak untuk melakukan intervensi.

“Kami secara objektif, proporsional dan profesional tidak ingin melakukan intervensi kepada pihak penyidik kepolisian, karena hak dan kewajiban untuk dilakukan penahan atau tidaknya itu adalah kewenangan penyidik kepolisian,” pungkas Pengacara Supyadi SH MH.

(ERFANDI)

baca selengkapnya
KABAR JATIMKRIMINAL

Asyik Pesta Narkoba, Oknum Ketua LSM di Sumenep Diringkus Polisi

PRN SUMENEP | Oknum ketua salah satu  Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) di Sumenep diamankan Satresnarkoba Polres Sumenep. Diduga terlibat penyalahgunaan narkotika jenis sabu, Kamis 18/02/2021, sekira pukul 15.30 Wib.

Oknum Ketua LSM tersebut berinisial ‘HB’ (terlapor), laki-laki 46 tahun, warga Dusun Masjid Jamik, Desa Talango, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, di tangkap Satresnarkoba Polres Sumenep karena sedang mengonsumsi sabu-sabu.

Dalam keterangan rilis Humas Polres Sumenep menerangkan, berawal informasi dari masyarakat bahwa di salah satu rumah warga yang berinisial ‘R’, alamat Desa Kasengan, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, dijadikan tempat pesta Narkotika jenis sabu.

Karena informasi yang akurat (A1), bahwa ‘HB’ sedang melakukan pesta Narkotika jenis sabu, maka petugas langsung melakukan penggerebekan dan penangkapan terhadap ‘HB’ sedang pesta Narkotika jenis sabu didalam rumah tersebut.

Lanjut, dalam penggerebekan itu petugas mendapatkan beberapa alat bukti seperti; 1 (satu) kantong plastik klip kecil berisi Narkotika jenis sabu berat kotor ± 0,52 gram, seperangkat alat hisap yang terbuat dari botol plastik, 1 (satu) pipet kaca diduga terdapat sisa Narkotika jenis sabu, 1 (satu) korek api gas sebagai kompor.

‘HB’ mengakui bahwa Narkotika jenis sabu tersebut adalah millik ‘R’ yang digunakan oleh terlapor, selanjutnya ‘HB’ berikut barang buktinya dibawa ke kantor Satresnarkoba Polres Sumenep, untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Hingga ‘HB’ terancam, Pasal 112 ayat (1) Sub Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika.

(Deddy/Erf)

baca selengkapnya
KABAR JATIMKABAR POLISIKRIMINAL

Dana Haram “Pertamina Kencing” Diduga Mengalir ke Oknum Perwira Menengah Polda Jatim

PRN PASURUAN| Aktifitas “Pertamina Kencing” di jalan Propinsi Malang-Surabaya tepatnya di Kec. Gempol, Kab. Pasuruan menjadi sorotan. Dana haram dari bisnis ilegal ini diduga mengalir ke oknum perwira menegah Polda Jatim. Jumat (12/2/2021).

Penelusuran awak media PRN terkait aktifitas “Pertamina Kencing” di daerah Gempol-Pasuruan mengantarkan pada informasi keterlibatan oknum Perwira menengah Polda Jatim.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, diketahui bahwa ada aliran dana sejumlah 25jt/bulan kepada oknum berinisial JT. Belakangan diketahui bahwa oknum tersebut merupakan salah satu pejabat yang berada dilingkup Tipiter.

Dari informasi yang didapat, PRN mencoba mengkonfirmasi kebenarannya langsung pada oknum yang bersangkutan. Dihubungi melalui pesan whatsapp, perwira dengan dua melati di pundak ini tidak membantah isu yang disampaikan.

“Sy mohon bantuan kamu konfirm ke Kasatres atau Kapolres ya’ mohon kerjasamanya, karena yg punya wilayah kan Kapolres jadi mereka yg langsung cek ke lokasi ya,”  demikian kutipan pesan WA perwira yang menjadi salah satu Kasubdit di lingkup Kerja Tipiter ini.

Balasan konfirmasi dari perwira Polda Jatim ini tampaknya tidak nyambung dengan pertanyaan konfirmasi, namun sampai percakapan diakhiri tak ada bantahan maupun tanggapan terkait bola panas aliran dana haram BBM ilegal ini.

Terkait dengan “Pertamina Kencing”, PRN mencoba meminta tanggapan langsung dari Pertamina. Ditemui di kantor Pertamina Building, Eko, pegawai pertamina menyampaikan bahwa informasi terkait “Pertamina Kencing” telah beberapa kali diterima.

“Kami telah berupaya meminimalisir, namun jika mengetahui ada praktek seperti itu silahkan langsung melaporkan kepada Kepolisian,” kata Eko.

Dari keterangan yang disampaikan Eko kepada media, nyata bahwa Pertamina menumpukan harapannya kepada Ķepolisian untuk penindakan penyelewengan di lapangan. Sungguh ironi bila dugaan aliran dana yang terima oknum Polisi tersebut benar adanya. Wallahualam.. Harapan Perusahaan Migas Nasional untuk menyalurkan BBM tepat sasaran semakin sulit.

Penulis: Toro.

baca selengkapnya
HUKUMKABAR JATIMKRIMINAL

“Pertamina Kencing” Sungguhkah Tidak Terpantau Penegak Hukum?

PRN PASURUAN|Aktifitas penurunan BBM dari mobil tangki Pertamina marak terjadi di tepi jalan daerah KEC Gempol-Pasuruan. Mobil tangki milik BUMN tersebut di ketahui setiap harinya melakukan aktifitas penurunan BBM ke salah satu kios. Kamis (4/2/2021).

Informasi yang dihimpun media, warga menyampaikan bahwa aktifitas bongkar BBM di tempat itu dilakukan setiap hari.

“Setiap hari ada aktifitas penurunan BBM bersubsidi kalau di lihat jenis tengkinya ribuan liter,  aktifitas penurunnya tidak pasti, tapi biasanya jam 04.00 sore sampai selesai bahkan malam hari pernah. Hanya dalam hitungan menit tengki tersebut sudah meninggalkan tempat, ” ujarnya kepada awak media.

Aktifitas memindahkan BBM ke Drum

Aktivis Perlindungan Konsumen, Samsul S.H., menyayangkan jika praktek seperti ini benar terjadi. Kepala Divisi Investigasi YLPK-Yaperma ini menyampaikan bahwa, peruntukan BBM Bersubsidi telah diatur oleh undang-undang.

“Pelaku bisa dijerat dengan pasal 55 undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang Migas dan BPH Migas,” ungkap Samsul.

Tim media mencoba mengkonfirmssi sekaligus menginformasikan akan dugaan penyelewengan BBM bersubsidi ini ke aparat penegak hukum baik itu Polres pasuruan maupun Polda Jatim.

Sampai berita ini ditayangkan, awak media belum mendapat respon dari pihak terkait. Aktifitas “Pertamina Kencing” diduga masih tetap berlangsung. (Toro)

baca selengkapnya
HUKUMKABAR JATIMKRIMINAL

Kades Aengtongtong ditetapkan Tersangka, Pengacara Supyadi Gelar Jumpa Pers

PRN SUMENEP | Berdasarkan laporan polisi nomor : LP/82/IV/2020/JATIM/RES SUMENEP, tanggal 14 April 2020. Dari status saksi, Hadi Sudirfan Kades terpilih Aeangtongtong menjadi tersangka.

Hal itu disampaikan oleh Supyadi SH, MH, selaku kuasa Hukum dan didampingi 8 perangkat Desa Aengtotong yang diberhentikan oleh Hadi Sudirfan, yang digelar jumpa pers di rumah makan mamimuda, sebelah timur taman bunga Sumenep, Rabu 03/02/2021, sekitar pukul 14.00 wib.

“Saudara Hadi Sudirfan yang menjabat sebagai Kepala Desa Aengtongtong saat ini naik statusnya dari saksi menjadi tersangka, sesuai dengan pasal 310 ayat (1) dan (2), dan juga pasal 311 ayat (1) KUHPidana, yaitu tentang tindak pidana dengan sengaja menuduh melakukan perbuatan yang nyata atau menista, memfitnah dengan tulisan, dan itu menjadi bagian tahapan proses pemberhentian perangkat desa kemarin,” ucap Ach. Supyadi.

Dalam acara tersebut, Ach Supyadi membeberkan persoalan perkara kliennya yang diberhentikan secara sepihak oleh Kades terpilih

“Berbagai upaya telah kami lakukan demi menegakkan sebuah keadilan untuk 8 orang perangkat desa yang diberhentikan sepihak tersebut. Gugatan hukum ke PTUN Surabaya sudah berhasil kami menangkan, namun sekarang kami melakukan terobosan hukum berupa laporan pidananya ke Kepolisian Resort ( POLRES ) Sumenep,” Tegas Ach Supyadi kepada sejumlah wartawan.

Lanjut Supyadi, “Terhadap laporan itu, Penyidik telah melakukan pemeriksaan kepada para saksi, termasuk saksi korban, serta kepada terlapor Hadi Sudirfan. Dan dilakukan pemeriksaan terhadap ahli bahasa dan ahli pidana,” ujarnya.

Dari gelar perkara yang dilakukan, Jumat 29/01/ 2021, bahwa status terlapor Hadi Sudirfan (Kades Aengtongtong), yang semula sebagai saksi kini beralih menjadi tersangka, sesuai dengan SP2HP dan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP), kepada Kepala Kejaksaan Negeri Sumenep.

“Kami sepakat bahwa kami semua akan terus mengawal jalannya proses hukum ini sampai tuntas, dan kita berkomitmen tanpa lelah demi menuntut keadilan sampai keadilan yang terang bisa di capai,” tutup Ach Supyadi SH, MH.
(Erfandi).

baca selengkapnya
KRIMINAL

Masa Pandemi, Pulau Talango Dijadikan Tempat Judi Sabung Ayam.

PRN SUMENEP | Pulau Talango adalah bagian kepulauan Madura, yang berada di kawasan hukum Polres Sumenep, nama Kecamatan Talango sering muncul di media karena berbagai kasus seperti, kasus transaksi narkoba dan judi sabung ayam. Kini ditengah pandemi Covid-19 di Desa Gapurana malah asyik di jadikan tempat judi sabung ayam.

Berdasarkan informasi dari salah satu sumber yang sangat dipercaya (tidak bersedia disebutkan nama) di media, mengatakan bahwa petugas Polres Sumenep telah melakukan penangkapan kepada sejumlah orang yang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) judi sabung ayam, yang berada di belakang rumah salah satu warga di Desa Gapurana, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep. Minggu 17/01/2021, sekitar pukul 15.30 wib.

“Mas tadi sore, sekitar pukul 15.30 wib, Polres Sumenep melakukan penangkapan terhadap 8 orang, atas dugaan kasus judi sabung ayam yang bertempat di belakang rumah Joni di Talango.” Ucapnya.

Dia membeberkan terkait Barang Bukti (BB) yang telah diamankan oleh petugas kepolisian yang diantaranya; 8 orang, 12 unik Sepeda motor, dan sekitar 15 ekor ayam. Dia berharap kepada Polres Sumenep untuk bisa memproses secara hukum, agar masyarakat bisa percaya atas kinerja dari Kepolisian.

“Mas tolong penangkapan itu dikawal di media, agar tidak di 86 oleh oknum Polisi, karena dari 8 orang yang di amankan itu ada satu nama yang terkenal dan berpengaruh di pulau Talango, yang berinisial ‘A’, dia merasa ada yang diandalkan orang di Polda.” Tegasnya kepada awak media.

Berdasarkan informasi penangkapan tersebut, dan hasil konferensi awak media dengan AKP. Dhany Rahadian Basuki. S.Kom., S.I.K., Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat reskrim) Poles Sumenep, hanya membenarkan adanya pembubaran perjudian sabung ayam tersebut.

“Iya, tadi ada pembubaran sabung ayam di talango mas,” Jawab Kasatreskrim di chat WhatsApp, Minggu malam 17/01/2020, sekitar pukul 19.33 wib.

Disaat ditanya jumlah orang dan BB yang diamankan, Dhany tidak bisa menjelaskan, dengan alasan berada di luar kota dan belum tau laporan penangkapan tersebut.

“Belum tau mas, saya masih diluar kota, Besok ke humas aja mas karena saya belum dapet laporannya dan belum ngecek ke kantor, sekarang saya masih di jalan.” Jawab Akp. Dhany. (Erfandi).

baca selengkapnya
KABAR POLISIKRIMINAL

“Glodakkk!!!”, Bocah Kelas 5 SD Gagalkan Upaya Penjambretan

PRN SIDOARJO | Maling..! Maling..! Glodak..! Satu unit motor terjungkir. Warga berhamburan. Kesunyian tiba-tiba berubah ricuh. Demikian gambaran ketika Heri Irawan (31) nyaris dihajar massa akibat upaya penjambretan handphone milik HA, 10 tahun, pelajar kelas 5 Sekolah Dasar di depan warung kopi, Jalan Sidorejo, Kec. Krian, Kab. Sidoarjo. Sabtu (16/1/2021).

Kapolsek Krian Kompol Muklason mengatakan, sebelum pelaku babak belur dihajar warga, anggota Polsek Krian dengan cepat meluncur TKP. Pelaku berhasil diamankan di Mapolsek Krian. Diketahui bahwa pelaku merupakan warga Desa Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember.

Perwira menengah kepolisian ini menuturkan kejadian tersebut, bermula saat korban HA, sedang main Hp di depan warkop. Kemudian datang pelaku menggunakan sepeda motor Yamaha Mio warna merah Nopol W 2950 YM dan melintas di depan korban.

“Kebetulan warkop itu terletak di samping rumah korban. Begitu datang, pelaku berhenti setelah lewat di depan korban yang sedang bermain game,” jelasnya.

Masih dalam keterangan Kapolsek, pelaku yang menghampiri dan merampas Hp korban kemudian berlari menaiki sepeda motornya. Tak terima, korban, mengejar pelaku sembari berteriak maling.

“Korban sempat terseret pelaku yang sedang mengendarai sepeda motor. Sampai-sampai keduanya jatuh,” lanjut Kapolsek menambahkan.

Dijelaskan bahwa pelaku sempat melarikan diri sebelum akhirnya tertangkap warga di depan balai desa Barengkrajan.

“Pelaku sempat dihajar massa, tapi beruntung petugas segera datang dan membawa pelaku ke Mapolsek,” imbuhnya.

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan satu unit sepeda motor dan handphone milik korban. Pelaku kini masih dilakukan pemeriksaan di Polsek Krian.

“Tersangka bakal dijerat pasal 365 KUHP dan atau pasal 362 KUHP tentang Pencurian dengan kekerasan sebagai pemberatan terancaman hukuman 5 tahun penjara,” tandasnya. (Yuli/Samosir/MMP)

baca selengkapnya
HUKUMKABAR POLISIKRIMINAL

Unit Reskrim Polresta Sidoarjo Tangkap Pelaku Tindak Pidana Persekongkolan Jahat

PRN SIDOARJO | Unit Reskrim Polresta Sidoarjo, Jum’at (15/01/2021) melakukan pengungkapan tentang tindak pidana persekongkolan jahat sebagaimana dimaksud dalam pasal 480KUHP.

Bermula adanya laporan dari HP yang menyatakan, kronologis tentang dugaan penggelapan dalam jabatan yang dilakukan oleh tersangka SK (DPO) dalam membeli barang berupa sepeda MTB merk Exotic yang diduga dari hasil kejahatan, selanjutnya tersangka menjual kembali ke Toko Sepeda Restu Krian.

tersangka mengangkut barang berupa 100 dus/unit sepeda MTB 26” merk Exotic dari gudang Denanyar Jombang untuk dibawa ke Toko sepeda Restu Krian, Rabu (06/01/202) sekira pukul 09.00 wib. Sesampainya di Toko Restu Krian sekira pukul 11.00 wib, barang langsung dibongkar untuk diturunkan, namun belum sampai selesai tersangka diamankan oleh petugas.

Dengan diketahui bahwa barang tersebut adalah pesanan dari Toko Sepeda Agung Cilacap dari PT Roda Pasifik Semarang, yang diangkut dengan menggunakan ekpedisi yang dikemudikan oleh SK (DPO), namun tidak dikirim ke alamat pembeli melainkan di jual kepada tersangka AM di Jombang melalui perantara AN. Kemudian oleh tersangka AM dijual ke Toko Sepeda Restu Krian.

Setelah pihak kepolisian melakukan penyidikan dan pemeriksaan kasus tersebut , tersangka AM, tidak dapat menunjukkan dokumen resminya, kemudian tersangka diamankan kemudian dibawa ke kantor untuk dilakukan penangkapan terhadap tersangka AN selaku perantara di Kabupaten Rembang.

Kemudian pelaku dibawa ke Mapolresta Sidoarjo dengan barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 171(Seratus tujuh puluh satu) Box/unit sepeda MTB 26” merk Exotic dan 1 (satu) unit truk mitsubhisi warna kuning dengan nomor polisi AG 9267 UE.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Wahyudin Latif mengungkapkan pelaku AM dan AN, melakukan tindak persekongkolan jahat atau penadahan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 4 tahun.(Tim)

baca selengkapnya
HUKUMKABAR POLISIKRIMINAL

Satreskrim Polresta Sidoarjo Ungkap Dua Kasus Tindak Pidana Pencurian Dan Penipuan

PRN SIDOARJO | Satreskrim Polresta Sidoarjo berhasil ungkap kasus tindak pidana percobaan pencurian dengan pemberatan dan kasus penipuan. Konferensi pers tersebut bertempatan di Mapolresta Sidoarjo, Jumat (08/01/2021)

Para pelaku yang berhasil diamankan antara lain FP (34 th) dan SS pelaku percobaan pencurian uang dalam ATM, dan KRH (53 th) pelaku penipuan dengan modus membantu memasukkan korban menjadi Pegawai Pemerintah.

Pelaku percobaan pencurian uang dalam ATM, FP mengakui telah melakukan aksinya di lima lokasi namun pelaku gagal memperoleh hasil dikarenakan kandungan oksigen yang ada didalam tabung habis sehingga tidak bisa menyalakan las dan mesin susah untuk di buka.

Dalam menjalankan aksinya merusak mesin ATM bank BCA yang lokasinya dalam toko Alfamart Jl.Raya Trosobo Kecamatan.Taman Kabupaten. Sidoarjo, FP tidak sendiri, dia bersama SS namun pada saat itu FP melarikan diri. Dan saat ini Satreskrim Polresta Sidoarjo berhasil mengamankan pelaku FP di rumah temannya.

Begitu juga dengan pelaku KRH pelaku penipuan dengan modus membantu memasukan korban NK menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K) selama satu tahun kemudian diangkat menjadi PNS. KRH, ditangkap petugas setelah adanya laporan dari korbannya ke Polisi. Pelaku KRH meminta pembayaran tunai kepada masing-masing korban secara bervariasi mulai dari Rp. 35 juta sampai dengan Rp. 50 juta.

Pelaku mengaku kepada korban memiliki jaringan di Dinas Provinsi Jawa Timur. Selain itu dalam menjalankan aksinya pelaku KRH mengaku sebagai tim rekrutmen.

Korban diperkirakan sekitar kurang lebih 75 orang yang terdiri dari berbagai daerah wilayah Sidoarjo, Gresik, Surabaya, Jombang, dan Mojokerto

Masing masing tersangka dijerat melakukan tindak pidana percobaan pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 ayat 1 ke (4e) KUHP Jo pasal 53 ayat (1) KUHP. diancam dengan pidana penjara selama-lamanya 7 (tujuh) tahun. Dan terhadap tersangka penipuan dikenakan pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 (Empat) tahun penjara.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Wahyudin Latif memastikan tidak ada uang yang berhasil diambil dari dalam mesin ATM bank BCA lokasi dalam toko Alfamart Jl.Raya Trosobo Kecamatan Taman, Kabupatrn. Sidoarjo. Kompol Wahyudin Latif juga mengingatkan kembali kepada masyarakat agar tidak mudah percaya kepada orang yang memberikan janji untuk menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), terutama dengan meminta sejumlah uang. Dengan begitu, atas perbuatann pelaku dikenakan pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (Tim)

baca selengkapnya
HUKUMKRIMINAL

Polsek Krian Amankan Pengedar Sabu

PRN SIDOARJO | Segala upaya cara bandar narkoba untuk mengelabui petugas. Seperti yang dilakukan oleh tersangka Nur Syafa’at (26) alias Pa’at warga Dusun Tropodo, Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo menyembunyikan 19 paket sabu dalam susu kotak saat diamankan Unit Reskrim Polsek Krian.

Kapolsek Krian Kompol Mukhlason. SH. menjelaskan, anggotanya telah mengamankan pengedar Narkoba beserta barang bukti sabu sebanyak 19 paket siap edar. Sabu dengan berat total 10,88 Gram itu disembunyikan pelaku dalam kotak susu bertuliskan Ultra Milk yang diletakkan di dalam sepeda motor Honda Scoopy No. Pol W 4785 WZ.

Masih kata Mukhlason, Setelah Team Opsnal Polsek Krian mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada pelaku pengedar narkoba yang bernama Pa’at, petugas Polsek Krian langsung sigap untuk menyelidiki kebenaran informasi tersebut. Selanjutnya petugas berhasil mengamankan pengedar narkoba jenis sabu di rumah pacarnya yang beralamat di Perum Pesona Alam Blok B No 03 Dusun Simoketawang, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Selasa(5/1/2021).

“ditangkap sekitar pukul 04.00 dini hari,” Tambah perwira dengan teratai satu di pundaknya.

Kepada petugas, pelaku mengakui barang tersebut miliknya yang didapat dengan cara membeli sistem ranjau dari seseorang yang bernama ARJUN (DPO) yang belum diketahui namanya. Dan pembelian Narkoba jenis shabu-shabu tersebut dilakukan pada hari Minggu (3/1/2021) dan saat itu barang bukti ditaruh di depan SPBU selatan Gelanggang Olah Raga (GOR) Mojosari, Kabupaten Mojokerto sebanyak 10,88 Gram seharga setiap gramnya Rp. 1.100.000.- dan pelaku baru membayar sebesar Rp 2.500.000,-. Dan tujuan pelaku mengedarkan narkoba jenis shabu-shabu karena butuh uang untuk biaya menikah.

“Terhadap Tersangka dikenakan pasal 112 dan atau PASAL 114 UU RI NO. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman Pidana kurungan minimal 5 (lima) tahun dan maksimal 15 Tahun,” pungkasnya (Yuli)

baca selengkapnya
Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021