close

KRIMINAL

KRIMINAL

TIM PATROLI SAT SABHARA POLRES BANTAENG BERHASIL MERINGKUS PELAKU JAMBRET

PRN BANTAENG – Emas milik perempuan bernama Daeng Te’ne binti Dongko (55) nyaris raib dibawa kabur penjambret. Beruntung Satuan Sabhara Polres Bantaeng sempat mengejar pelaku berinisial HM (36) di kampung Panaikang, kelurahan Bonto Manai, kecamatan Bissappu, kabupaten Bantaeng pada Kamis, 19 Maret 2020.

Penangkapan tersebut bermula ketika Satuan Sabhara Polres Bantaeng melakukan patroli rutin yang saat itu dipimpin KBO IPDA Ahmad Yani.

“Dalam patroli ditemukan seorang warga Daeng Te’ne (55) berteriak minta tolong setelah menjadi korban penjambretan,” ujar Ipda Ahmad Yani.

Bersama warga sekitar, Polisi berhasil mengamankan pria tersebut. Beruntung terduga pelaku cepat digelandang pihak berwajib ke Mapolres Bantaeng hingga tak terjadi amukan massa.

“Setelah tertangkap Tersangka yang kemudian diketahui beralamat di Kampung Bonto Lonrong, Desa Bonto Lonrong, kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng kemudian kami gelandang ke Mapolres Bantaeng,” ucap Polisi yang akrab disapa Sang Jendral ini.

Sejauh ini, kata dia, terduga pelaku bersama barang bukti diserahkan ke SPK Polres Bantaeng guna pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

“Tersangka sudah kami serahkan kebagian KA SPK Polres Bantaeng bersama barang buktinya,” tukas dia.

Terpisah, Kapolres Bantaeng, AKBP Wawan Sumantri mengapresiasi Satuan Sabhara yang berhasil meringkus pelaku penjambretan tersebut.

“Dengan adanya kegiatan patroli rutin yang digalakkan oleh Satuan Sabhara Polres Bantaeng maka dapat melakukan pencegahan akan terjadinya tindak pidana,” kata Kapolres Wawan Sumantri dalam pesan WhatsApp.

Dengan begitu, insiden ini menjadi bukti bahwa kehadiran Kepolisian di tengah masyarakat memberi rasa aman dan nyaman.(syam cbl)

baca selengkapnya
KRIMINAL

Cholilur Rahman Dikeroyok ABK KM Serbaguna, Ini Ceritanya…

PRN SUMENEP – Tindak pidana bersama sama melakukan kekerasan terhadap orang (Penganiayaan) dengan Pasal 170 ayat 1, ayat 2 ke 1 subs pasal 351 ayat 1 KUHP. di atas perahu tongkang Savaras Puskopal saat bersandar di pelabuhan pelabuhan penyeberangan Kalianget-Talango, desa Kalianget, kecamatan Kalianget, kabupaten Sumenep. Selasa 04/02/2020, sekitar pukul 11.00 wib.

Berdasarkan laporan Polisi, LP/01/II/2020/JATIM/RES SMP/SEK KLGT, tanggal 4 Februari 2020. Kronologi kejadian tindak pidana penganiayaan tersebut berawal pada hari Selasa 04/02/2020, sekitar pukul 10.30 wib, Cholilur Rahman (25 th) Korban/Pelapor Mahasiswa, dusun Jublug Timur, desa Gapurana, kecamatan Talango, kabupaten Sumenep bersama kawannya yang bernama Ahmad Kusairi dari kantor Pos Kalianget hendak pulang ke desa Gapurana dengan menaiki perahu tongkang Serbaguna di pelabuhan penyeberangan Kalianget-Talango,

Namun saat Cholilur R berada di atas perahu tongkang Serbaguna, di datangi oleh Moh. Sholihin (22 th) ABK KM Serbaguna (Terlapor), warga dusun Krajan, desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah, kabupaten Lumajang dan Pelapor/korban di suruh turun dari atas perahu tersebut, hingga akhirnya korban bersama temannya turun dari perahu karena korban tidak menginginkan ada permasalahan.

Lalu sekitar pukul 11.00 wib, Cholilur R bersama temannya naik perahu tongkang Savaras Puskopal dan Moh. Sholihin (Terlapor) bersama orang yang tidak dikenal yang bernama Satrio Joko Sadewo (29 th) warga kelurahan Pajagalan, kecamatan Kota, kabupaten Sumenep. menaiki perahu (sampan) dari Pulau Talango menuju Kalianget dan tidak lama kemudian menghampiri Cholilur yang berada di Tongkang Puskopal hingga terjadi cekcok mulut dan tiba tiba teman Terlapor langsung memukul dengan tangan mengepal kearah wajah Cholilur hingga terjatuh, terus dipukul lagi di bagian kepala yang terlindung oleh tangannya.

Selain itu Moh. Sholihin juga ikut menendang dada Cholilur dengan menggunakan kaki kanannya dan memukul kepala, sehingga beberapa pekerja tongkang Puskopal yang melerai kejadian tersebut.

Atas kejadian tersebut Cholilur mengalami luka lebam pada tulang pipi sebelah kanan dan kiri serta pada bagian hidung, sehingga Cholilur melaporkan kejadian pemukulan bersama sama (Penganiayaan) yang di lakukan dua pelaku tersebut ke SPKT Polsek Kalianget, Selasa 04/02/2020.

Berdasarkan surat perintah penyidikan nomor: Sprin-Sidik/02/11/2020/Polsek, tanggal 13 Februari 2020. AIPDA GATOT HARI PRASETYO selaku Kanit Reskrim Polsek Kalianget telah melakukan, Pemeriksaan terhadap 5 orang saksi, Melakukan gelar perkara dan menetapkan tersangka kepada 2 orang terlapor, Melakukan penahanan terhadap tersangka Muhammad Sholihin dan Satrio Joko Sadewo di rutan Polres Sumenep. (Erfandi)

baca selengkapnya
KRIMINAL

Tim Resmob Satreskrim Polresta Kediri Berhasil Ringkus Pembobol Counter Vanila Iphone

PRN KEDIRI – Pelaku pembobol konter yang berada di Jalan Wachid Hasyim Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, Nopri Setiawan, asal Desa Kwadungan Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, akhirnya tertangkap. Dia (pelaku) ditangkap di Bandara Sultan Hasanuddin, Makasar, Selasa (11/2).

Kasubbag Humas Polresta Kediri, AKP Kamsudi menjelaskan, dalam penangkapan ini, tim Resmob Satreskrim Polresta Kediri melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP) pencurian dengan pemberatan. Pelaku mencuri 6 unit telepon genggam (HP) merek Iphone, tepatnya di konter Vanila Iphone pada (9/1) lalu.

Pada Senin (10/2), tim Resmob mendapatkan informasi bahwa ada warga di daerah Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri yang memiliki Iphone 8 plus yang dibeli dari postingan jual beli HP marketplace media sosial (medsos).

“Sekitar pukul 14.00 WIB, tim Resmob melakukan penyelidikan tempat tinggal warga tersebut. Setelah dilakukan pengecekan, Hp Iphone 8 Plus milik warga tersebut sesuai (identik) dengan salah satu Hp Iphone yang hilang di TKP berdasarkan ciri fisik dan Nomor IMEI Hp Iphone,” jelasnya, Rabu (12/2).

Dari keterangan yang diperoleh personel tim Resmob, Hp Iphone 8 Plus dibeli lengkap seharga Rp 5,8 juta dari salah satu warga di Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri juga melalui postingan di group marketplace.

“Personel segera melakukan penulusuran di rumah warga Kecamatan Ngasem. Dia mengaku pada Januari 2020, pernah membeli 2 unit HP Iphone dari Nopri, yaitu HP Iphone 8 Plus Rp 4,9 juta dan HP Iphone 7 Plus Rp 2,7 juta,” ucapnya.

AKP Kamsudi menjelaskan, pada Selasa (11/2) sekirtar pukul 15.30 WIB, tim Resmob melakukan koordinasi dengan pihak petugas Bandara Juanda, Surabaya serta Bandara Sultan Hasanudin, Makasar. Pasalnya, Nopri diketahui setelah menjual barang hasil cutian, dia pergi ke Makasar.

Pelaku akhirnya ditangkap di Bandara Sultan Hasanudin, Makasar, selantnya tim Resmob melakukan penjemputan di Polsek Kawasan Bandara Sultan Hasanudin, Polres Maros, Makasar untuk dibawa ke Mapolresta Kediri. (Bambang)

baca selengkapnya
KRIMINAL

KARENA CICILAN MOBIL SEORANG PNS NEKAT MENCURI SEPADA ONTEL

PRN SUMENEP – Telah terjadi tindak pidana pencurian berupa 1 (satu) unit sepeda angin / pancal merk Polygon series 5 warna hitam, yang di lakukan oleh salah satu oknum Pegawai Negri Sipil (PNS) di lingkungan Kabupaten Sumenep. Minggu 09/02/2020.

Perbuatan itu terjadi Karena untuk bayar cicilan Mobil, yang di lakukan oleh AGUS. S (47 th) seorang PNS di Sumenep, warga Perum Arya Wiraraja Blok A II No. 14, desa Kolor, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep. di amankan oleh petugas Polsek Kota karena nekat mencuri satu unit Sepeda Pancal, di area parkir Taman Adipura sebelah timur, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep. Minggu 09/02/2020, sekitar pukul 06.00 wib.

BAMBANG HERIAWAN/Pelapor (38 th), Swasta, warga desa Pangarangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep. Setelah memarkir sepeda angin/ pancalnya di area sebelah timur Taman Adipura, melaksanakan jalan santai di area Taman Adipura.

Tak lama kemudian pelapor mendengar bahwa ada seseorang telah mencuri sepeda angin, setelah itu pelapor mengecek dan ternyata sepeda angin miliknya yang telah dicuri orang.

Menurut keterangan yang dihimpun dari AKP Widiarti SH Kasubag Humas Polres Sumenep melalui WA selulernya, motif tersebut karena untuk bayar cicilan Mobil, “Motif Pencurian sepeda pancal adalah untuk bayar cicilan Mobil Innova”, Jawab Widiarti.

Atas kejadian tersebut korban mengalami tafsir kerugian sebesar Rp. 4.750.000,- ,sebagaimana dimaksud dalam pasal 362 KUH Pidana. Pelaku bersama barang bukti di amankan di Polsek Kota guna proses penyelidikan lebih lanjut. (Erfandi)

baca selengkapnya
KRIMINAL

Pelaku Pembacokan Atas Diri Wakid Sampai Detik ini Masih Dalam Pencarian

PRN SUMENEP – Telah terjadi penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia kepada Ach. Wakid (37 th), tani, warga dusun Barona, desa Gadding, Kecamatan Manding, kabupaten Sumenep. di jalan desa depan rumah istri korban, dusun Kalompang, desa Gadding, Kecamatan Manding, kabupaten Sumenep. Sabtu 08/02/2020. Sekitar pukul 14.00 wib.

Korban meninggal dunia akibat dibacok menggunakan celurit dengan 3x bacokan yang mengenai perut sebelah kiri korban dengan luka sobek yang begitu parah.

Menurut keterangan yang dihimpun dari AKP Widiarti SH Kasubag Humas Polres Sumenep, Pelaku pembacokan tersebut diduga bernama ENNAN, tani, alamat desa. Tenunan, Kecamatan Manding, kabupaten Sumenep.

“Korban bersama mertuanya yang bernama BUSIYA (50 th), tani, warga dusun Kalompang, desa Gadding, Kecamatan Manding, kabupaten Sumenep. berangkat bersama dengan jalan kaki menuju sawah, untuk mengambil bibit padi yang akan ditanam, ketika sampai di jalan depan rumah istri korban, korban dihadang oleh ENNAN yang membawa sajam berupa celurit yang masih terbungkus, tanpa basa-basi ENNAN langsung celurit tersebut ditebaskan ke perut korban sebanyak 3 kali,” kata Widiarti (dalam rilisnya). Sabtu 07/02/2020.

Setelah korban terjatuh bersimpuh darah tak berdaya,ENNAN meninggalkan sikorban dengan melarikan diri ke arah timur sambil membawa Celurit, sedangkan BUSIYA yang mengetahui kejadian tersebut tidak dapat berbuat apa-apa, hanya berteriak histeris sehingga banyak warga yang datang dan menolong korban,” Imbuhnya.

Akibat kejadian tersebut korban dengan mengalami luka robek pada perut sebelah kiri panjang 20 cm dalam 10 cm, di larikan ke Puskesmas Manding untuk dilakukan tindakan medis dan akhirnya korban menghembuskan nafas terakhirnya.

Sampai berita ini tayang modus pembacokan tersebut belum diketahui dan pelaku masih dalam pencarian Polisi. (Deddy/Fan).

baca selengkapnya
KRIMINAL

SEORANG BAPAK KEBLINGER DIKEDIRI, MEGAGAHI ANAK KANDUNG HINGGA HAMIL

PRN KEDIRI – Suparno (57) petani di Kediri harus berurusan dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kediri, pasalnya telah menggauli putri kandungnya sendiri hingga hamil 4 bulan.

Menurut sumber kejadian itu mulai terungkap saat Suparno di laporkan oleh nenek kurban pada Kamis (23/01/2020).

Nenek korban telah mendapatkan informasi dari tetangganya, kemudian nenek korban mencoba memastikan kebenaran informasi tersebut kepada korban. Saat itulah korban mengaku telah disetubuhi ayah kandungnya sendiri.

Kasubag Humas Polres Kediri, AKP Purnomo, saat dikonfirmasi membenarkan kasus tersebut, dan petugas saat ini telah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan menyita sejumlah barang bukti.

Saat ini tersangka telah dijebloskan disel tahanan Mapolres Kediri untuk mempertanggung jawab kan perbuatannya. (B Soesilo)

baca selengkapnya
KRIMINAL

Karena Dibawah Tekanan, Terpaksa Korban Pasrah ‘Ditindih’ Madruna

PRN Sumenep – Diduga Karena perbuatannya yang tak terpuji yang di lakukan oleh MADRUNA (40 th) tani, dsn Bennu Desa Bullaan kec. Batuputih kab. Sumenep, terhadap seorang perempuan inisial ‘S W’ (24 th) istri dari inisial ‘M H’ (30 th), dsn Manjingan desa Bullaan kec batuputih Kab Sumenep, dengan cara mengancam (dibunuh), agar melayani nafsu birahinya di amuk massa oleh warga setempat di Rumah Muhtar (kadus) Manjingan ds. Bulaan kc. Batuputih kab. Sumenep. Sabtu malam 07/09/2019. Sekitar pukul 20.00 wib.

Sehingga MADRUNA (40 th) atas perbuatannya yang dimassa warga mengalami luka robek 5 cm di bagian kepala yang di larikan dan dirawat di RSUD Moh Anwar Sumenep.

Dari keterangan AKP Widiarti SH MH Kasubag Humas Polres Sumenep, kejadian bermula hari Sabtu 07 September 2019 sekira pukul 18.30 wib, korban ‘S W’ di telp oleh MADRUNA untuk diajak ketemuan di tegalan milik H. DULLAH dsn Bennu, Desa Bullaan kec. Batuputih kab Sumenep dan mengancam akan dibunuh bila tidak ditemui.

“Apabila tidak dituruti permintaan MADRUNA maka ‘S W’ dan suaminya yang bernama ‘M H’ diancam akan dibunuh oleh MADRUNA, karena ketakutan ‘S W’ menuruti permintaan MADRUNA untuk ketemuan,” Ucap Widiarti

selanjutnya “S W” keluar rumah seorang diri untuk menemui MADRUNA dan didepan teras ditegur oleh suaminya, “mau kemana….?” Tanya suami,
Dan ‘S W’ menjawab, “saya diancam mau dibunuh oleh MADRUNA kalau tidak menemuinya di tegal milik H. DULLA”, kemudian ‘S W’ keluar rumah ke arah barat untuk menemui MADRUNA dengan berjalan kaki.

Diam diam suaminya ‘M H’ membuntuti dari belakang, tapi ditengah perjalanan kehilangan jejak sehingga ‘M H’ menelpon MOHTAR Kadus manjingan dan saudara iparnya yang bernama SUBAIDI untuk mencarikan istrinya, namun tidak membuahkan hasil dan kemudian pulang ke rumah.

Masih dalam keterangan Widiarti, Setelah ‘S W’ tiba ditegal milik H. DULLAH dengan jalan kaki, MADRUNA yang membawa clurit ditangan kanan tanpa sarung clurit telah menunggu dan akhirnya mengajak ‘S W’ untuk berjalan ke arah barat menuju tegal milik H. JUHARI dsn Bennu ds Bullaan, kec.Batuputih, kab.Sumenep yang berjarak 500 m dari tempat bertemu dengan mengancam ‘S W’ akan dibunuh bila menolak.

“Setelah sampai di tegal H. JUHARI, pelaku MADRUNA melakukan aksinya untuk memuaskan nafsu birahinya dengan memaksa/memperkosa ‘S W’ dengan menjatuhkan ke tanah lalu ditindih badannya dan mulut di sekap dengan menggunakan tangan hingga di perkosa selama 5 menit,” tutur Widiarti kepada awak media PRN Sumenep.

Selanjutnya Habis di perkosa korban ‘S W’ lari dan sesampai rumahnya S W menceritakan kejadian tersebut kepada Suaminya ‘M H’, Sekira pukul 20.00 wib, setelah mendengar cerita dari istri, keluarga besar ‘M H’ mencari keberadaan MADRUNA untuk dibawak ke rumah kadus Manjingan untuk dilakukan klarifikasi kejadian tersebut namun MADRUNA berusaha melarikan diri sehingga para warga banyak berdatangan.

“Sesampainya dirumah Kadus Manjingan langsung diinterogasi namun MADRUNA mengelak perbuatannya membuat warga marah sehingga MADRUNA di massa oleh warga yang sedang berkumpul di rumah Kadus sampai berdarah di bagian kepala dan tak lama kemudian team resmob dan polsek Batuputih yang dipimpin kapolsek IPTU SUNARTO mengamankan MADRUNA dan dibawa ke RSUD MOH ANWAR SUMENEP untuk dilakukan perawatan”, tutup Widiarti. SH. (erfandi).

baca selengkapnya
KRIMINAL

Karena Ditegur, Firman Bacok Tetangga

PRN SUMENEP – Telah terjadi tindak pidana penganiayaan yang berakibat luka di bagian dagu dengan menggunakan senjata tajam jenis Parang di wilayah hukum Polsek Kangean kabupaten Sumenep, Dusun Telagalalang Desa Bilis -Bilis kec. Arjasa kab. Sumenep Jum’at 06/09/2019.

Kejadian pembacokan tersebut disebabkan karena korban ATON (40 th) seorang Ibu Rumah Tangga, Dusun Telagalalang Desa Bilis-Bilis Kec. Arjasa Kab. Sumenep, tidak terima dan tidak senang karena tersangka FIRMAN AIDI (26 tahun), sering membawa perempuan ke rumahnya di Dusun Telagalalang Desa Bilis-Bilis Kec. Arjasa Kab. Sumenep,

Menurut keterangan yang dihimpun dari AKP Widiarti SH MH, kasubag Humas Polres Sumenep menjelaskan bahwa, Pada hari Jumat tanggal 06 September 2019, sekira pukul 12.15 wib, sikorban ATON (40 th), mendatangi rumah tersangka FIRMAN AIDI (26 tahun), Dusun Telagalalang Desa Bilis-Bilis Kec. Arjasa Kab. Sumenep.

“Korban Aton mendatangi rumah tersangka Firman untuk menegor dan melarang Firman menerima tamu perempuan ke dalam rumahnya hingga antara korban dan tersangka terlibat cekcok mulut,” Tutur Widiarti.

Masih dalam keterangan Widiarti bahwa dari cekcok mulut tersebut tersangka Firman emosi dan mengambil sebilah parang, tapi Aton (korban) tetap tidak berhenti memaki-maki hingga emosi Firman tidak bisa dibendung lagi dan langsung membacok ke arah tubuh korban yang mengenai Dagu korban hingga terluka.

Atas perbuatannya dari tindak kekerasan yang mengakibatkan seseorang terluka, sekarang tersangka Firman terkurung dalam jeruji besi yang akan dikenakan sangsi dalam pasal 351 ayat (1) KUHP. ()

baca selengkapnya
KRIMINAL

DITEMUKAN MAYAT BAYI TIDAK BERDOSA DI PINGGIR SUNGAI KEC. BELUTO

PRN SUMENEP, Telah diketemuakan mayat bayi tak berdosa dengan jenis kelamin perempuan dengan posisi tengkurap berada di genangan air, di samping lahan tanah milik HALILAH tepatnya di aliran sungai di Dusun kebunan RT/RW 02/02 Desa Sera Timur Kecamatan Beluto Kabupaten Sumenep, Senin 12/08/2019, sekitar pukul 13.30 wib.

Menurut keterangan dari AKP Widiarti SH Kasubag Humas Polres Sumenep menerangkan bahwa, Berawal dari saksi (JONDRO) 43 thn, dsn. Kebunan, ds. Sera timur, kec. Bluto, yang berangkat dari rumahnya pukul 13.00 WIB hendak memindahkan mesin pompa untuk mengairi tanah tegal untuk menyiram benih tembakau, setelah tiba dilokasi kemudian mematikan mesin pompa dan berjalan di sekitar TKP dengan lalu lalang ke arah selatan dan seketika kembali ke arah utara kemudian melihat sosok bayi dalam keadaan telungkup berada di dalam genangan air sungai kecil,

“Mengetahui hal tersebut kemudian saksi pulang kerumah memberi tahu keluarganya yang bernama MUJIB (saudara), IZZATIN (istri jondro) dan RUMAIYE (saudaranya).” Tutur Widiarti.

Masih dalam keterangan AKP Widiarti SH, bahwa Dari pemberitahuan saksi (Jondro) kepada keluarganya selanjutnya saksi Jondro bersama P. Mujib (saudaranya), Izzatin (istrinya) dan B. Rumiye (saudaranya) mendatangi TKP dan mengangkat bayi perempuan tersebut utuk dibawa kerumahnya dan dari penemuan bayi tersebut saksi melaporkan kepada mantan kepala Desa sera timur Hendri firdaus.

“Pada pukul 16.30 WIB mayat bayi jenis kelamin perempuan yang didampingi oleh Saksi JONDRO dibawa ke RSUD ANWAR dengan menggunakan Mobil Patroli Polsek Bluto.” Tutup Widiarti.

baca selengkapnya
KRIMINAL

Sedan Forsa Berisi BBM ‘Bensin’ 250 Liter Berhasil Diamankan

PRN NGANJUK – Satuan Unit Pidana Khusus (Pidsus) Polres Nganjuk berhasil mengamankan mobil sedan Forsa warna biru No PoL AG 1228 AA yang memuat Bensin sebanyak 250 liter.  25/7/19.

Diketahui mobil jenis sedan ini dimodifikasi sedemikian rupa sehingga dapat menampung BBM jenia bensin sebanyak 250 liter.

Menurut Ipda Indra dari Unit Pidsus Polres Nganjuk,  pelaku berhasil meloloskan diri saat dilakukan penangkapan jalan Panglima Sudirman nomor 1 Klinter Palem Kertosono.

Diketahui pelaku bernama Anam (43) warga Tawangrejo Gondang Nganjuk, melarikan diri saat ditangkap di pom bensin Klinter Kertosono dan mobilnya di tinggal di belakang SMK Kusuma Negara dan saat di sidak di kediamannya, Anam sudah tidak ada dan rumahnya juga tertutup.

Sampai berita ini diturunkan,  Polres Nganjuk telah mengamankan barang bukti berupa Mobil Forsa dan BBM seberat 250 liter. Pungkas Ipda Indra. (tobing/farida).

baca selengkapnya