close

NUSANTARA

NUSANTARA

Dua Kali Ganti Menteri, Miris Nasib Penyuluh Agama Kristen; Mulai Honor Tidak Dibayar Hingga Kontrak Diputus Sepihak

PRN SURABAYA | Penyuluh Agama Kristen Non PNS Bimas Kristen Kementerian Agama RI bernasib kurang beruntung. Honor  tidak dibayar sejak Juli 2020 hingga diputus kontrak sepihak sejak Januari 2021. Jumat (22/1/2021).

Kabar belum dibayarnya honor penyuluh Non PNS dibenarkan oleh beberapa penyuluh asal Jawa Timur, Kepulauan Riau dan Sumatera Utara. Kepada PRN, Anwar (bukan nama sebenarnya, red), penyuluh Agama Kristen asal Jatim menyampaikan bahwa mereka hanya dijanjikan saja tentang honor.

“kalau tentang pemutusan kontrak sepihak ya mau bilang apa lagi, itu kebijakan dari atas,” tambah Anwar sambil menunjukkan fotocopy salinan SK yang berlaku tiga tahun sejak dikeluarkan awal Januari 2019.

Terkait dengan hal ini, PRN mencoba mengkonfirmasi langsung kepada Direktur Urusan Agama Kristen RI. Dihubungi melalui pesan aplikasi Whasapp (12/12/2020), Janus Pangaribuan menyampaikan bahwa kegiatan seleksi/rekrutmen up date dan reposisi merupakan kebutuhan merupakan “kebijakan” DBK.

Kebijakan inilah yang membuat para penyuluh Agama Kristen Non PNS akhirnya diputus kontrak secara otomatis.

Direktur Urusan Agama Kristen RI, Janus Pangaribuan

Direktur Urusan Agama Kristen, Janus Pangaribuan. Dok.PRN

Terkait dengan honor, orang nomor satu di direktorat Urusan Agama Kristen ini menyampaikan bahwa DIPA Dit URAK DBK 2020 tidak mencukupi.

“sedang digumuli oleh DBK utk penyelesaiannya,” pesan Whatsapp pak Pangaribuan.

Polemik tertundanya honor Penyuluh Agama Kristen Non PNS tahun 2020 bukanlah kejadian pertama, menurut pengakuan Anwar, kejadian seperti ini juga pernah terjadi beberapa tahun yang lalu.

“harapan saya hanya pada bapak Menteri Agama yang baru, tolong memperhatikan seluruh ASN nya baik yang PNS maupun Non PNS pak,” kata anwar pada awak media. (James)

baca selengkapnya
NUSANTARA

Masih Adakah Keadilan Untuk Warga Transmigrasi Setelah Digugat

PRN KALIMANTAN |  Kalimantan barat merupakan sebuah wilayah kepulauan yang cukup luas berada disebelah timur wilayah negara kesatuan Indonesia. Dengan wilayah yang sangat luas tersebut sehingga pemerintah pada tahun 1955 pada masa pemerintahan Presiden Sukarno telah menempatkan 455 kepala keluarga dari Jawa timur dan Jawa tengah di sebagian kecil wilayah Kalimantan barat sebagai warga transmigrasi.

Wiyono, Kepala desa limbung kec. Sungai raya menerangkan, Transmigrasi pada tahun 1955 ini merupakan transmigrasi pertama di kepulauan Kalimantan tepatnya di Kalimantan barat bagian selatan. Dengan kondisi yang Masih berupa hutan dan belum bisa dikelolah menjadi lahan pertanian produktif, sehingga sebanyak 455 kepala keluarga (KK) hidupnya masih sangat tergantung dengan Jadup (jatah hidup) dari pemerintah selama hampir 10 tahun lamanya yakni berupa beras dan lauk ikan asin, terangnya.

Namun dengan kegigihan warga, Lanjut Wiyono, transmigrasi yang tidak mengenal waktu berjuang dan berusaha dengan kemampuan manual untuk mengolah serta merubah lahan hutan belantara menjadi lahan pertanian palawija dengan Seiring waktu ber angsur-angsur lahan yang awalnya hutan dan tidak bisa ditanami apapun kini telah Menjadi lahan yang bisa ditanami dan menghasilkan. Sehingga pemerintah pusat melalui dirjen transmigrasi mencabut Jadub (jatah hidup) setelah dinilai masing-masing warga sudah dapat memenuhi kebutuhan hidup dengan bercocok tanam palawija dan sejenisnya. tegasnya saat memberi keterangan, Rabu (20/01/21).

Disi lain, Baridan. SPd. Mpd selaku pengurus RW menuturkan, bahwa Kini areal transmigrasi tersebut sudah menjadi lahan pertanian yang produktif yang telah dapat menyokong kebutuhan sayuran dan palawija dipasar – pasar daerah kabupaten kubu raya dan kota Pontianak. Sebanyak 455 warga transmigrasi yang berasal dari Jawa timur dan Jawa tengah tersebut mendapatkan areal lahan perumahan, areal lahan pertanian dan areal lahan pecahan KK dari dirjen transmigrasi seluas 1.020 ha, yang berada di sebelah barat bandar udara internasional Supadio, dengan nama transmigrasi “Sui Durian 1955”. Yang berada di Kampung Sari Rejo, Dusun Sidomulyo, Desa limbung, Kecamatan sui raya, Kabupaten kubu raya propinsi Kalbar (identitas areal transmigrasi 1955). tegasnya.

Diketahui, yakni batas-batas wilayah transmigrasi yaitu sebelah timur berbatasan dengan areal lahan bandara Supadio, sebelah barat berbatasan dengan desa unit kampung scunder C kecamatan rasau jaya, sebelah Utara berbatasan dengan desa arang limbung kec.Sui raya dan sebelah selatan berbatasan dengan desa Kuala dua kecamatan sui raya.

Areal transmigrasi yg diberikan oleh dirjen transmigrasi pada saat itu terbagi 3 peruntukan yakni, Lahan perumahan seluas 0.5 ha per KK (pembukaan hutan serta pembangunan rumah dilakukan oleh pemerintah), Lahan pertanian seluas 2 ha untuk setiap KK yang penebangan hutannya dilakukan oleh pemerintah. Dan Lahan pecahan KK atau persiapan pemecahan KK baru yang penebangan hutannya dilakukan oleh warga transmigrasi sebanyak 455 KK.

Dari seluruh areal tersebut pemberian sertifikat hak milik atas lahan-lahan yang telah menjadi milik warga diberikan oleh pemerintah secara bertahap. Yakni untuk tahap pertama dibagikan pada tahun 1982. Dan untuk tahap kedua Sebagiannya dibagikan sertifikat hak miliknya oleh pemerintah pada tahun 2007. Namun terdapat lahan yang tidak dapat diterbitkan sertifikatnya oleh ATR/BPN pada saat itu oleh karena sudah ada terbit sertifikat atas pengajuan pribadi yakni seluas kurang lebih 40 ha. Atas nama pihak lain yang bukan warga transmigrasi, ucap pengurus RW.

Dengan adanya kejadian tersebut, warga sangat bingung dan resah karena lahan yang diterimanya dari pembagian dirjen transmigrasi sudah disertifikatkan oleh pihak lain yang bukan pemilik menebang hutan, juga bukan warga yang mengelola maupun bukan warga transmigrasi. Dan bahkan tidak ada informasi dari pihak terkait. Baru tahun 2020 ini pihak warga dapat mengetahui kalau pemilik sertifikat diatas lahan seluas kurang lebih 40 ha tersebut adalah milik Steven Wijaya dkk penduduk kota Pontianak Kalbar, tandasnya.

Dari adanya 5 warga penggarap yang digugat oleh Steven wijaya dengan tuduhan menggarap tanpa seijin pemilik sertifikat. Dan adanya pengukuran balik batas lahan seluas 40 ha oleh BPN kab. Kuburaya atas permohonan dari Steven Wijaya dkk. Sehingga terjadilah proses persidangan di Pengadilan Negri mempawah prof kalbar dan telah ada keputusan hakim yakni mengabulkan gugatan pemilik sertifikat ( Steven Wijaya) dan menyalahkan warga masyarakat yang menggarap dan bercocok tanam diatas lahan transmigrasi milik penggarap oleh karena bersertifikat hak milik penggugat (Steven Wijaya). Tegas Ponijan, salah satu warga pemilik lahan yang digugat.

Dengan adanya gugatan, terjadilah upaya hukum yang ditempuh oleh sebagian warga transmigrasi yakni banding pada pengadilan Tinggi kabar. Namun lagi-lagi pengadilan tinggi memutuskan menguatkan keputusan pengadilan negri hanya dalam kurun waktu satu bulan sejak dimulainya proses, Sehingga warga selaku pemilik lahan sampai dengan hari ini belum mendapatkan keadilan dari pengadilan negri, serunya.

Padahal warga telah berupaya mengirimkan surat ke pihak pemerintah sampai ke Presiden Jokowi guna mendapatkan penegakan keadilan atas kepemilikan lahan tersebut. Namun sampai terjadinya keputusan pengadilan tinggi saat inipun belum ada atensi apapun dari pihak pemerintah pusat maupun daerah, tutur Ponijan.

Tokoh masyarakat, Tukirin Suryo hadinagoro berharap, bahwa warga akan berupaya menempuh jalur kasasi di mahkamah agung. Guna mendapatkan keadilan sebagai upaya hukum terakhir walaupun warga meyakini belum tentu bisa mengembalikan hak – haknya mengingat warga transmigrasi ini tidak memiliki kemampuan apapun terkecuali hanya menanam sayuran dan mengelola lahan.

Sedangkan pihak yang menggugat memiliki segalanya, terbukti dapat menerbitkan sertifikat hak milik diatas lahan transmigrasi dari desa lain yang bukan desa transmigrasi. Dan warga transmigrasi yang keluar tenaga menebang hutan mengelolalahan, merawat serta bercocok tanam dianggap bersalah oleh hakim pada tingkat pengadilan negri kabupaten dan hakim pada pengadilan tinggi propinsi, terangnya.

Dimanakah keadialan ini berada, Masihkah ada keadilan di negeri ini, Warga transmigrasi sungai durian tahun 1955
Masa pemerintahan presiden Sukarno
Transmigrasi pertama di kalimantan barat Berharap tegak dan teguhnya keadilan dinegri ini. Berharap hadirnya pemerintah dan penguasa untuk kebenaran dalam kasus ini, harapnya.

Penulis : Ria

baca selengkapnya
NUSANTARA

Sosok Bayi Ditemukan Warga di Aliran Sungai

PRN LAMPUNG | Sesosok mayat bayi ditemukan di aliran sungai Sukabandung/Way Goreng Pekon desa Sukanegara, Kecamatan Bulok Kabupaten Tanggamus Lampung pada Senin (11/1/2021) pagi.

Salah satu warga yang melihat pemenemuan ada sosok Jenazah bayi perempuan tersangkut di bebatuan di aliran sungai Sukabandung, warga pun berbondong bondong melihat ketempat lokasi penemuan bayi malang , yang tersangkut di bebatuan aliran sungai Sukabandung Bulok, dan warga juga langsung melaporkan temuan ini ke aparat setempat.

Dari hasil komfirmasi kepada Bripka Novri Anggota Polsubsektor Bulok Polres Tanggamus, belum diketahui apa motif dari kejadian temuan mayat bayi ini, pasalnya tidak ditemukan bekas luka atau yang lainnya, namun pihak kepolisian akan terus menelusuri apa motif dari kejadian ini. tegas Kapolsek Pugung.

baca selengkapnya
NUSANTARAUncategorized

Presiden RI Joko Widodo Pantau Langsung Musibah Sriwijaya Air Sj182

PRN PATI | Kecelakaan pesawat terbang Sriwijaya Air SJ-182 mengawali musibah bidang transportasi jalur udara di tahun 2021.

Presiden RI Jokowidodo memantau secara khusus atas terjadinya musibah yang menimpa pesawat Sriwijaya Air SJ-182 tersebut yang hilang kontak sekitar 4 menit setelah lepas landas Sabtu (09/10/2021) dengan rute Jakarta-Pontianak. Diperkirakan mulai hilangnya kontak pesawat tersebut di wilayah udara Kepulauan Seribu.

Informasi dari masyarakat pesawat tersebut jatuh dan pecah di kepulauan Seribu. Basarnas menginformasikan Pesawat milik maskapai Sriwijaya (SJ182) PK-CLC lost contact pukul 14.47 disekitar Pulau Lancang.

Setelah ada info dari masyarakat nelayan Bubu mengenahi benda jatuh di laut sekitar perairan Pulau Lancang dan Pulau Laki. Tim Sar dan Babinsa serta Paspol Pulau Lancang segera melakukan langkah-langkah setelah croscek lapangan.

Dalam akun twiiternya Joko Widodo @jokowi (10/01/2021) pukul 9:33 AM, beliau mengatakan; Saya memantau pencarian penumpang dan badan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang hilang kontak sesaat setelah kemarin meninggalkan Bandara Soekarno Hatta.

Lebih lanjut melalui akun twetter beliau Joko Widodo menyampaikan doa dan simpati kepada keluarga dan kerabat penumpang serta awak pesawat yang turut dalam penerbangan tersebut. Doa dan simpati saya bersama segenap keluarga dan kerabat penumpang dan awak pesawat, semoga diberiNya kesabaran dan kekuatan, tulis akun @jokowi.

Banyak tanggapan yang beragam dari warganet atas pernyataan Presiden Jokowi tersebut. Sampai  dengan berita ini ditulis sebanyak 2.6 ribu Retweet, dan 102 Tweet Kutipan, serta 18,5 ribu like (10/01/2021) 17.02. Salahsatu tanggapan dari warga twitter dengan akun Abdi NURU @1404Stj, tersebut membalas cuwitan Pak Joko Widodo dengan harapan dan doa sebagai berikut;

SEMOGA:

-Ada Penumpang yg selamat mendapat perlindungan ALLAH

-Kondisi cuaca membaik di lokasi pencarian

-Proses pencarian dan evakuasi berjalan lancer

-Semua Tim Pencarian dan para Penyelam dalam lindungan ALLAH

-Ke depan semoga tidak ada lagi kecelakaan pesawat, tulis Abdi NURU @1404Stj.

Warganet yang lain memohon kepada Pak Presiden dan berharap ada perbaikan mengenahi jasa transportasi yang satu ini. Tampak dalam komentar, akun Arnol Topo Sujadi @TopoSujadi tersebut membalas dengan mengatakan;

Bapak Presiden yg sy Hormati mohon perintahkan Mentri Perhub. Untuk mengecek semua Peswat Yang saat Ini yang beroprasi kalau yang sudah Tua dan TDK Layak terbang Lagi Segera di Barukan agar hal-hal yang Buruk bisa Terhindarkan, balas Arnol Topo Sujadi @TopoSujadi. (Syf/PRN).

baca selengkapnya
NUSANTARA

LSM UMI Berterimakasih Atas Kesigapan BPBD

PRN LAMPUNG | Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, beberapa hari yang lalu, Berdampak banjir di sejumlah pekon di wilayah kecamatan tersebut

Banjir yang melanda Desa Pardasuka dipicu oleh luapan air sungai yang meluap selanjutnya merendam pemukiman warga hingga jalan akses Trans yang melintasi desa Pardasuka terendam Air

Menurut keterangan Ketua LSM UMI Peringsewu Patzani curah hujan dengan intensitas ringan dan sedang berlangsung, Peluang hujan terjadi pagi, siang, malam hingga dini hari.

” Hujannya tidak berhenti – berhenti dari pagi sampai malam dan desa pardasuka ini dekat dengan bantaran sungai ” Ujar ketua Lsm Umi peringsewu yang keraap di sapa Datuk Pat. (Sabtu, 09/01/2021)

Lebih Lanjut Datuk Pat mengucapkan Terima Kasih kepada Muspika pekon Tanjung Rusia dan Balai Besar Provinsi Lampung, BPBD peringsewu yang cepat tanggap mengatasi perbaikan di bantaran sungai way mincang

“saya selaku warga masyarakat pekon tanjung rusia mengucapkan beribu-ribu terimakasih kepada Balai Besar Provinsi Lampung, BPBD Peringsewu yang langsung turun ke tempat terjadinya banjir walapun di tengah malam hari ” tutupnya

baca selengkapnya
BISNIS, EKONOMINUSANTARA

Ini Syarat Naik Kereta Api Menurut SE Kemenhub No.4 Tahun 2021

PRN NGANJUK|Pada periode 9 s.d 25 Januari 2021, pelanggan KA Jarak Jauh di Pulau Jawa dan Sumatera diharuskan untuk menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau hasil nonreaktif Rapid Test Antigen sebagai syarat untuk naik Kereta Api.

Aturan tersebut sesuai dengan Surat Edaran Kemenhub No 4 Th 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Perkeretaapian dalam Masa Pandemi Covid-19.

“KAI mendukung penuh kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 melalui moda transportasi kereta api,” ujar Ixfan Hendriwintoko, Manager Humas Daop 7 Madiun, melangsir apa yang disampaikan oleh VP Public Relations KAI Joni Martinus.

Pelanggan KA Jarak Jauh diharuskan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau hasil nonreaktif Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum jam keberangkatan. Adapun syarat tersebut tidak diwajibkan untuk pelanggan dengan usia dibawah 12 Tahun.

Pelanggan KA Jarak Jauh harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam), suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, memakai masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut, memakai face shield, dan diimbau menggunakan pakaian lengan panjang.

Para pelanggan juga tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon atau secara langsung selama perjalanan. Bagi pelanggan KA yang perjalanannya kurang dari 2 jam tidak diperkenankan untuk makan dan minum, terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat-obatan dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut.

Bagi pelanggan yang belum atau kesulitan mendapatkan rapid tes antigen tidak perlu khawatir karena, kami telah sediakan layanan rapid tes antigen dengan tarip murah seharga RP 105.000,- dibeberapa stasiun yaitu Madiun dengan jam operasi pukul 06.00 sd 18.00, Stasiun Kertosono jam operasi 07.30 sd 18.00, Stasiun Jombang jam operasi 07.00 sd 16.00, Stasiun kediri jam operasi 08.00 sd 18.00, dan Stasiun Blitar jam operasi 08.00 sd 18.00.

Ixfan menambahkan, jika di dalam perjalanan pelanggan menunjukan gejala covid, menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare dan demam atau suhu badan lebih dari 37,3 derajat celsius maka pelanggan tidak boleh melanjutkan perjalanan selanjutnya diturunkan di stasiun terdekat untuk dilakukan pemeriksaan.

“Untuk mencegah penyebaran Covid-19, setiap pelanggan KA wajib untuk mematuhi protokol Kesehatan dan menerapkan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan,” tutup Ixfan.

Guna penjelasan lebih lanjut terkait pelayanan tiket dan rapid tes antigen, kami persilahkan untuk menghubungi customer service stasiun dan CC 121.(Tobing).

baca selengkapnya
NUSANTARA

Diguyur Hujan Sejumlah Pekon di Pardasuka Banjir

PRN LAMPUNG |Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Lampung, berdampak banjir di sejumlah pekon di wilayah kecamatan tersebut, Selasa, 5 Januari 2021

Banjir yang melanda Desa Pardasuka dipicu oleh luapan air sungai. Air bah yang meluap selanjutnya merendam pemukiman warga hingga jalan akses Trans yang melintasi desa Pardasuka, Kecamatan Pardasuka terendam Air

Menurut keterangan Ketua LSM UMI Peringsewu Patzani curah hujan dengan intensitas ringan dan sedang berlangsung, Peluang hujan terjadi pagi, siang,  malam hingga dini hari.

“Hujannya tidak berhenti – berhenti dari pagi sampai malam dan di desa pardasuka ini dekat dengan aliran sungai ” ujar ketua LSM Umi peringsewu yang keraap di sapa Datuk Pat.

Akibatnya dari ratusan rumah yang terendam banjir, puluhan rumah diantaranya mengalami kerusakan berat dan ringan, meski begitu beberapa rumah warga masih tergenang air.

Sementara ini warga masih berjaga siaga, diperkirakan ada susulan luapan air kembali meskipun hujan telah reda.

Lebih dalam Datuk Pat berharap agar pemerintah segera memikirkan solusi terbaik untuk menanggulangi banjir diakan datang.

baca selengkapnya
NUSANTARA

Banjir Merendam Pemukiman Warga Pardasuka.

PRN LAMPUNG | Bencana banjir bandang menghantam Desa Pardasuka, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Peringsewu, Selasa (5/1/2021). Pukul 21:30 wib,

Selain merendam rumah warga, banjir bandang menyebabkan jalan Trans di Kecamatan Pardasuka ikut terendam.

Informasi yang dirangkum PRN Lampung, banjir bandang yang melanda Desa Pardasuka dipicu oleh luapan air sungai. Air bah yang meluap selanjutnya merendam pemukiman warga hingga jalan akses Trans yang melintasi desa Pardasuka, Kecamatan Pardasuka terendam Air

Meski begitu beberpa rumah warga masih tergenang air, tidak ada korban jiwa dalam ke jadian ini dan air mulai surut kendaraan sudah bisa melintas.

Semantara ini warga masih berjaga siaga, takut di perkira kan ada susulan luapan air kembali meskipun hujan sudah reda.

Lebih dalam warga berharap, agar pemerintah segera memikirkan solusi terbaik untuk menanggulangi banjir diakan datang. (MUHAIDIN).

baca selengkapnya
NUSANTARA

DD Sukadana Berjalan Sesuai Program

PRN LAMPUNG – Dana desa (DD) Tahun 2020 Desa Sukadana Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur merata hasil kesepakatan musyawarah desa (Musdes) guna pemerataan pembangunan di Desa Sukadana Jaya.

Menurut Kepala Desa Benni Aprizal, pemerintahan desa telah realisasikan batuan dana desa (DD) tahun 2020 disesuaikan dengan program desa terutama penanggulangan virus covid-19.

“Pihak desa bersama perangkat desa dan masyarakat selain sepakat melaksnakan program pembangunan fisik dan non fisik akan tetapi pemerintahan desa pun tetap fokus memutus rantai penyebaran virus covid-19, dengan mulai melakukan penyemprotan disinfektan,sosialisasi edukasi, pembagian masker, dan pembagian BLT DD. Alhamdulillah semuanya telah kami realisasikan,” terang Benni, Kamis (17/12/2020).

Kemudian Beni menambahkan pemdes mengajak semua masyarakat Sukadana Jaya untuk bersatu melawan covid-19, dengan menerapkan protokol kesehatan dan berharap masyarakat juga mendukung program desa yan sudah terealisasi.

“Semua program desa kami lakukan sesuai dengan usulan disaat musrenbangdes, tentu hal itu dilakukan atas dasar musyawarah desa bersama masyarakat dan pemdes, saya selaku kades juga berharap dengan adanya pengembangan desa kami bisa menjadi contoh desa-desa lain, serta saya mengajak masyarakat tetap melawan covid 19 dengan menerapkan protokol kesehatan,“ tutupnya. (Darwin)

baca selengkapnya
NUSANTARA

BANTUAN KOPRASI UMKM/UKM PULAU LAGUNDI PESAWARAN MENYISAKAN PERTANYAAN DARI WARGA.

PRN LAMPUNG | Korban tsunami warga di Pulau Legundi, Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, Lampung. akhir tahun lalu. Saat kejadian bencana tsunami Selat Sunda di Lampung, bantuan datang dari berbagai pihak dan elemen masyarakat, warga terdampak tsunami di Pulau Legundi, yang berada di dekat Gunung Anak Krakatau.

Banyak korban luka-luka, rumah rusak parah, hancur, dan rusak ringan juga banyak diderita warga yang menghuni pulau tersebut. Warga Pulau Legundi juga mencari kehidupan di pulau tersebut bertani dan nelayan, juga ada yang beternak hewan, atas musibah yang terjadi di Pulau Legundi, dan untuk meringankan beban warga yang terdampak tsunami. Berharap warga tetap optimistis untuk kembali memulai kehidupan, pascabencana tsunami akhir tahun lalu.

Bantuan tersebut untuk meringankan beban warga korban tsunami yang kehilangan saudara, dan mengalami luka-luka, termasuk kerusakan rumahnya.

Berdasarkan data dari Pemkab Pesawaran, bencana tsunami Selat Sunda yang menghantam warga di Pulau Leguni merusakkan puluhan rumah warga. Terdata ada 35 rumah warga rusak parah di Pulau Legundi,

Saat di komfirmasi awak Media, Dari keterangan pemkab dinas koprasi UMKM/UKM, (Asnan) yang mendapatkan bantuan berjumlah 35 orang Dan 28 orang Sudah Mendapatkan bantuan Per Orang Rp 12 juta, dan tiap satu orang di potong – + 40%
Rp 4 juta, Untuk Dinas Koprasi Rp 3,500,000 dan untuk aparat Desa yang Rp 500.000 saya tidak tahu, dan masalah ada pemotongan itu untuk biaya Mundar mandir Ke Jakarta, mengurus surat menyurat, dan pemotongan itu sudah ada pernyataan surat bahwa warga menerima pemotongan tersebut,

Bahkan mereka menanda tangani surat pernyataan itu, dari warga yang mendapatkan bantuan Koprasi UMKM, (usaha mikro kecil menengah) diantara 35 orang ada 7 orang warga yang belum mendapatkan bantuan tersebut alasan karena masalah Covid 19 jadi tertunda dari pusat kementerian koprasi, bantuan tidak terleasisasi untuk 7 Orang warga yang terdampak tsunami tersebut, dan saya saran kan untuk 7 orang warga tersebut untuk membuat surat Proposal kembali untuk di ajukan ke pusat, mudah-mudahan di tahun 2021 terleasisasi dan saya tidak janji bakal keluar atau tidak, Ungkap nya. (Muhaidin)

baca selengkapnya