PRN Lhoknga. Dalam rangka meningkatkan pembinaan dan ketrampilan sesuai minat dan bakatnya, Cabang Rutan Lhoknga memberikan bekal ketrampilan mengelas untuk warga binaannya.Senin/04-03.
Sebut saja “Andre” nama panggilannya, laki laki berusia 21 tahun yang sedang menjalani pidana di Cabrutan Lhoknga dalam kasus narkoba pidana 4 tahun ini yang telah mengikuti pelatihan dari Balai Latihan Kerja Banda Aceh dibidang ketrampilan pengelasan telah bisa membuat berbagai hasil ketrampilannya, salah satunya meja yang terbuat dari besi dengan bahan granit yang hasilnya tidak kalah dengan hasil diluaran.
Bermodalkan kemauan dan keuletannya dan didukung oleh petugas dibagian pembinaan membuat andre mempunyai kreasi dan inovasi dalam mengembangkan ketrampilan mengelasnya di dalam Rutan.
Kasubsi Pelayananan Tahanan dan Pengelolaan Cabrutan Lhoknga, Bahriza menjelaskan bahwasanya warga binaan pertama kali masuk ke rutan dilakukan pendataan terhadap kepribadian dan ketrampilan serta hobynya. ” satu persatu kita data apa hobynya, apa keahliannya dengan dasar itu akan mempermudah petugas dibagian pembinaan untuk mengarahkan ke program pembinaan yang sesuai dengan hoby warga binaan tersebut” terangnya.
Selain itu dalam memberikan pembinaan juga dilakukan kerjasama yang baik dan berkesinambungan dengan beberapa stakeholder, salah satunya BLK Banda Aceh, sudah beberapa kali kegiatan yang dilakukan BLK untuk kegiatan ketrampilan dan pelatihan warga binaan Cabrutan Lhoknga.
Kegiatan pengelasan yang dilakukan oleh warga binaan ini sudah bisa membuahkan hasil yang lumayan, sejak Cabang Rutan Lhoknga memiliki sarana alat pengelasan, sudah ada beberapa yang dihasilkan, antara lain pemasangan kanopi di kantin, pembuataan kursi besi dan pengelasan / perbaikan teralis jeruji besi yang sudah rusak dan yang terakhir ini pembuatan meja buat ngopi yang terbuat dari bahan granit dan hasilnya tidak kalah dengan diluaran.
Ditemui Kacabrutan Lhoknga Priyo Tri Laksono memgungkapkan peraaaannya merasa senang warga binaanya mempunyai ketrampilan yang tidak sembarang orang punya keahlian seperti itu,
” memang itu perlu pelatihan dan diasah terus menerus biar semakin lama semakin terlatih dan punya inovasi dan kreasi baru” terangnya.
“kalau cuma bisa ya semua orang bisa namun untuk mendapatkan hasil yang bagus dan menarik perlu dilakukan latihan terus menerus dan disinilah kesempatan mereka selalu diasah untuk berlatih, semoga kedepannya akan lebih baik hasilnya” harap Kacabrutan.
Untuk hasil ketrampilan mengelas ini belum sampai pada pemasaran, memang masih terbatas dengan pembuatan untuk intern saja , kalau memang ada kebanyakan pesenan petugas.
Karena kegiatan pengelasan ini juga terhambat oleh modal yang lumayan besar untuk pembelian bahan-bahannya. Ke depannya untuk mengembangkan ketrampilan mengelas ini perlu dukungan dari pihak luar yang bisa memberikan modal untuk memproduksi hasil pengelasan yang lebih banyak lagi. (red).

