By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: Terletak di Lingkungan Pemukiman, Keberadaan Ternak Ayam Boiler Mulai Dikeluhkan Warga
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » Terletak di Lingkungan Pemukiman, Keberadaan Ternak Ayam Boiler Mulai Dikeluhkan Warga
METRO JABODETABEK

Terletak di Lingkungan Pemukiman, Keberadaan Ternak Ayam Boiler Mulai Dikeluhkan Warga

Redaksi
Last updated: 20 Mei 2021 8:43 am
Redaksi
Published: 20 Mei 2021
Share
SHARE

PRN BEKASI| Ternak ayam Boiler milik beberapa pengusaha yang berada di wilayah pemukiman Kampung Cikarang Girang, Jayamulya Kec Serang Baru Kab. Bekasi mulai dikeluhkan warga. Pasalnya, selain mengganggu, dari sisi kesehatan hal itu juga menjadi masalah. Keluhan masyarakat umumnya terkait bau menyengat dan timbulnya kerumunan lalat pada musim tertentu. Rabu (19/5/2021).

Selain menunjang perputaran ekonomi, keberadaan ternak unggas bersekala industri di wilayah pemukiman juga berpotensi menimbulkan gejolak sosial. Berdasarkan keluhan beberapa warga, awak media PRN mencoba menelusuri fakta di lapangan.

Terletak persis di tepi jalan utama desa, ternak ayam boiler yang dikeluhkan warga ternyata menampung sekitar 25.000 ekor ayam.

“Tiap bulan panen mas,” ungkap penjaga ternak menambahkan keterangannya pada wartawan.

Selain berada di tepi jalan utama desa, pantauan di lapangan, terlihat bahwa ternak ayam juga berhadapan langsung dengan beberapa hunian warga yang hanya dibatasi jalan saja.

Melihat fakta ini, awak media mencoba menemui AG, perangkat RT setempat. Kepada media, pengurus RT ini mengakui mendapat komplain dari warga terkait keberadaan ternak ayam ini.

“warga banyak yang complain” katanya.

Benar saja, SN (Inisial, Red), warga sekitar mengungkapkan keluhannya pada wartawan. Warga kampung Cikarang Girang RT. 02 RW. 01 Dusun 1 Desa Jayamulya Kecamatan Serang baru Kabupaten Bekasi mengeluhkan banyaknya lalat oleh karena bau yang ditimbulkan peternakan.

“bau, ya kalau ga pakai blower mah apalagi, lalernya banyak banget” ujar ibu-ibu paruh baya yang rumahnya bersebelahan dengan salah satu kandang peternakan ayam potong tersebut.

Disinggung mengenai ijin usaha, pengurus RT tidak mengetahui apakah usaha peternakan ini sudah memiliki ijin komplit sesuai dengan undang-undang no.18 tahun 2009 tentang peternakan dan kesehatan hewan.

“ijin usahanya mah, emang tadinya ijin lingkungan, meminta tanda tangan se lingkungan yang dekat-dekat situ sampai ke desa gitu” ungkap AG.

Penelurusan berlanjut ke kantor desa setempat. Kepada PRN, perangkat/pengurus desa tidak bisa menggali informasi tetang perijinan apakah sepengetahuan desa atau tidak, dikarenakan perangkat /pengurus desa sedang ada giat sertijab di kantor kecamatan Serang baru.

Dimintai pendapatnya, aktivis kebijakan publik, Samsul S.H., menyampaikan bahwa perijinan terkait usaha peternakan bersekala industri harus mengantongi minimal dua tahapan perijinan. Pertama, ijin gangguan (HO) yang diperoleh melalui tahapan persetujuan warga terdampak.

“Selain itu, yang kedua, pengusaha peternakan juga harus memiliki nomor kontrol veteriner (NKV) dari dinas terkait sesuai pasal 60 Undang-undang no.18 tahun 2009,” kata Samsul melengkapi keterangannya.

Setelah berusaha menemui di kediamannya, sampai berita ini ditayangkan, pengusaha ternak belum dapat dimintai konfirmasinya.

Penulis: Imbran.

You Might Also Like

Pengurus PERWAST Tandatangani Akta Pendirian di Hadapan Notaris
IKO FUNDATION Bantu Sekolah di Lereng Gunung Leutik Bogor
Kapolres Metro Bekasi Bentuk Tim Satgas Pangan, Untuk Antisipasi Lonjakan Harga Dan Penimbunan Bahan Pokok Pangan
TK Tunas Bangsa Kunjungi Polres Cilegon
AIRLANGGA HARTARTO UMUMKAN PENGURUS BARU PARTAI GOLKAR 2018
TAGGED:BekasiCikarangTernak ayam
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
HUKUM

PT. PRADHA KARYA PERKASA Sampaikan Hak Jawab Melalui Anggota TNI Terkait Pemberitaan Dugaan Limbah di Karangdiyeng

Redaksi
By Redaksi
30 September 2026
Pemkab Malang Realisasikan Hotmix Pendem Jatisari Pakisaji
Jatim Fest 2026 Digelar, KAI Daop 8 Surabaya Hadirkan Promo Tiket Kereta hingga 30 Persen
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?