PRN Ngawi | Pengerjaan proyek revitalisasi gedung MTsN 9 Ngawi yang dikerjakan oleh CV Mega Brilliant mendapat sorotan karena dinilai berjalan lambat. Proyek revitalisasi tersebut disebut memiliki target waktu pelaksanaan selama 120 hari kerja, namun hingga mendekati akhir masa pengerjaan, masih terdapat bagian bangunan yang belum selesai dikerjakan.
Dana revitalisasi sekolah tersebut bersumber dari bantuan pemerintah melalui anggaran APBN Tahun 2026. Salah satu kendala utama yang disebut menyebabkan keterlambatan adalah keberadaan tiang listrik dan kabel jalur tegangan tinggi yang berada dekat dengan area bangunan. Kondisi tersebut dinilai membahayakan pekerja sehingga sebagian pekerjaan tidak dapat dilakukan.
Seharusnya, sebelum pekerjaan pembangunan dimulai, lokasi proyek sudah dalam kondisi aman dan steril dari berbagai hambatan, termasuk kabel maupun tiang listrik yang berdekatan dengan bangunan. Namun, hingga pekerjaan berlangsung, persoalan pemindahan tiang listrik tersebut belum terselesaikan sehingga berdampak terhadap kelancaran proyek revitalisasi.
Kepala MTsN 9 Ngawi, Sukamat Haryono, saat dikonfirmasi awak media menjelaskan bahwa pihak sekolah sebelumnya telah mengajukan permohonan pemindahan tiang listrik. Namun, sampai saat ini pemindahan tersebut belum dilaksanakan sehingga kegiatan para pekerja mengalami hambatan.
Terkait pelaksanaan proyek oleh pihak ketiga, Sukamat Haryono menjelaskan bahwa sekolah tidak memiliki modal anggaran awal untuk melaksanakan pekerjaan secara mandiri. Menurutnya, pekerjaan tersebut kemudian dilaksanakan oleh pihak ketiga melalui mekanisme penunjukan. Namun, ketika ditanya lebih lanjut mengenai lembaga yang menunjuk CV Mega Brilliant, pihaknya belum memberikan penjelasan secara rinci.
Pelaksana dari CV Mega Brilliant, Riky, melalui pesan WhatsApp kepada awak media mengakui adanya keterlambatan dalam pelaksanaan pekerjaan. Ia mengatakan, para pekerja sempat berhenti bekerja selama kurang lebih dua minggu karena menunggu pemindahan tiang listrik oleh pihak PLN. Hingga saat dikonfirmasi, pemindahan tiang tersebut disebut belum juga dilakukan.
Riky menambahkan, masih terdapat satu ruangan di lantai dua yang belum terpasang atap. Padahal, pekerjaan disebut telah dimulai sejak bulan Mei 2026 dan saat ini telah memasuki bulan Agustus. Secara fisik, progres pekerjaan diperkirakan baru mencapai sekitar 80 persen. Pihak pelaksana mengaku akan berupaya mengejar penyelesaian pekerjaan agar dapat selesai sesuai waktu yang telah ditentukan.
Di sisi lain, muncul pertanyaan terkait mekanisme pelaksanaan revitalisasi sekolah yang bersumber dari bantuan pemerintah. Berdasarkan ketentuan skema swakelola yang disebutkan dalam kebijakan teknis percepatan rehabilitasi sarana pendidikan, dana bantuan disalurkan langsung melalui transfer ke rekening sekolah dan pelaksanaan pembangunan dikelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) atau tim pembangunan yang dibentuk dari unsur sekolah dan masyarakat. Karena itu, pelaksanaan pekerjaan oleh pihak ketiga menjadi perhatian dan perlu mendapatkan penjelasan dari pihak terkait.
Sementara itu, Kabid Kementerian Agama Kabupaten Ngawi, Yusuf Masruri, telah dihubungi awak media melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp untuk meminta konfirmasi, namun hingga berita ini ditulis belum memberikan respons. Dari pantauan Pena Rakyat News di lokasi proyek pada Senin, 24 Agustus 2026, unsur komite sekolah maupun tokoh masyarakat juga tidak terlihat berada di lokasi pekerjaan. Awak media masih berupaya meminta penjelasan dari pihak-pihak terkait, termasuk mengenai mekanisme pelaksanaan proyek dan penyelesaian kendala pemindahan tiang listrik. Jat.

