Tim Labfor Polda Jatim langsung adakan penyelidikan.
Gresik, PRN, id –
Pasar Baru yang berada di Jalan Gubernur Suryo, Gresik, terbakar Jumat (3/2) malam, akibatnya sejumlah pedagang berhamburan menyelamatkan diri, dan hingga Sabtu (4/2) dini hari masih dilakukan pembasahan lokasi yang terbakar.
Hingga berita ini diunggah, belum diketahui penyebab kebakaran di pasar itu, namun api sudah berhasil dikuasi oleh petugas yang mengerahkan delapan unit mobil pemadam kebakaran (PMK).
Mobil PMK yang turun ke lokasi kebakaran masing-masing berasal dari Pemkab Gresik, Petrokimia, Semen Gresik dan perusahaan yang ada di wilayah itu.
Salah satu warga, Romlah di Gresik, Sabtu mengaku kebakaran terjadi secara tiba-tiba dengan sejumlah pedagang belari keluar dari lokasi pasar. Selain itu, juga terdengar suara ledakan yang diduga berasal dari elpiji miliki pedagang di pasar tersebut.
“Untuk titik api pastinya saya kurang tahu, sebab tiba-tiba pedagang berlari keluar pasar,” katanya.
Sementara itu, sampai saat ini sejumlah aparat kepolisian dari Polres Gresik melakukan pengamanan di lokasi kebakaran, dan mobil PMK juga masih melakukan pembasahan di sejumlah titik api.
Terkait dengan kerugian dan jumlah lapak yang terbakar, masih dilakukan pendataan oleh aparat kepolisian setempat, karena lokasi belum sepenuhnya aman dan padam.
Labfor Polda Jatim Langsung Selidiki Kebakaran
Tim laboratorium forensik Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) berencana datang dan menyelidiki penyebab kebakaran yang terjadi di wilayah Pasar Baru.
“Dugaan pertama penyebab kebakaran adalah konsleting lisrtik. Namun pastinya kami tunggu tim labfor Polda Jatim yang akan tiba hari ini,” ucap Wakil Bupati Gresik Muhamad Qosim, saat melihat proses pemadaman kebakaran di Pasar Baru Gresik, Sabtu, seperti dikutip antarajatim.
Ia mengatakan ada sekitar 29 lapak yang terbakar saat kejadian, dan api berhasil dipadamkan oleh 15 unit mobil pemadam kebakaran (PMK) hingga Sabtu pagi.
Qosim mengaku mendapatkan informasi awal kebakaran pada Jumat (3/2) sekitar pukul 22.00 WIB dan dua jam kemudian api berhasil dipadamkan, namun Sabtu (4/2) dini hari api sempat membesar kembali, dan berhasil diatasi.
Qosim menjelaskan, lokasi kebakaran berada di antara Pasar Krempyeng dan Pasar Baru, serta merupakan pasar yang dikelola masyarakat dan disewakan untuk berjualan makanan dan pakaian.
“Ada sekitar 29 lapak di deketnya pasar kota dan lokasinya di atas rumah penduduk yang diisi stand-stand dari kayu,” katanya.
Awalnya, sebanyak delapan lapak yang terbakar, namun merembet akibat angin kencang hingga total ada 29 lapak terbakar.
“Untuk kerugian belum diperkirakan dan masih kami hitung totalnya,” katanya.
Sementara akibat kejadian ini Pemkab Gresik, kata Qosim, otomatis akan berusaha membantu secara moral, dan mengumpulkan para pedagang untuk mencari solusi bersama.
“Hari ini kami kumpulkan supaya memperoleh info jelas dan gamblang, agar bisa diubah lebih bagus, sebab Pemkab Gresik harus ikut intervensi soal pembangunan ulang, sebab total kebakaran menghanguskan 95 persen lapak di loksi itu,” katanya.
Sebelumnya, kebakaran Pasar Gresik dilaporkan terjadi pada Jumat (3/2) petang secara tiba-tiba dengan sejumlah pedagang belari keluar dari lokasi pasar.
Selain itu, juga terdengar suara ledakan yang diduga berasal dari elpiji miliki pedagang di pasar tersebut.
“Untuk titik api pastinya saya kurang tahu, sebab tiba-tiba pedagang berlari keluar pasar,” kata Romlah, salah satu warga di lokasi itu. (bib)

