Mojokerto, PRN.id –
Rencana pembangunan perumahan D’Garden yang berlokasi di Dusun Sidonganti, Desa Ngingas Ngrembyong, Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto, menuai protes warga. Warga Pulokulon merasa terganggu dengan pengerjaan yang saat ini proses pengurukan telah merusak jalan kampung di wilayah lingkungan setempat.
Dari informasi yang didapat awak media, pengerjaan pengurukan yang dilakukan oleh pengembang dianggap sewenang-wenang karena tidak melalui kesepakatan warga sekitar lokasi.
Menurut salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya, bahwa ketua RT dan RW di lingkungan Pulokulon tidak mengkoordinir warga untuk mengambil keputusan bersama terkait penggunaan akses jalan kampung.
“Tidak semua warga diajak bicara dan banyak yang tidak setuju, jika pengerjaan pembangunan perumahan yang membuat akses melalui jalan kampung lingkungan Pulokulon, tapi ketua RW bertindak arogan dan mengambil keputusan sepihak,” cetusnya.
Saat ditelusuri di lapangan, saat ini pengerjaan untuk membuat akses jalan menuju lokasi perumahan sudah dilaksanakan. Namun sampai sejauh ini warga masih tidak bisa menerima apa yang dilakukan oleh pengembang properti.
Ketika ditemui di kantor kelurahan, Akhmad Ajib M, Lurah Pulorejo mengatakan bahwa untuk perihal akses jalan kampung tersebut sudah tidak ada masalah. Hal ini disampaikan dengan dasar laporan dari ketua RW 2 lingkungan Pulokulon.
“Pak RW nya sudah melaporkan secara lisan bahwa semua warga sudah setuju dan tidak ada masalah. Waktu itu sudah ketemu juga dengan pengembangnya. Saya kurang jelas dealnya dengan pengembang sampai berapa nominalnya, entah 3juta atau berapa begitu. Tapi saya pesan agar bisa dikelola dengan baik dan masuk di kas lingkungan,” tepis Ajib.
Sementara itu, warga lingkungan RW 2 khususnya yang berdekatan dengan jalan akses perumahan tidak mengetahui adanya kesepakatan antara RW dan pengembang.
Menurut salah seorang warga, tidak ada transparansi mengenai kompensasi yang diberikan oleh pengembang kepada lingkungan. Hal ini yang masih menjadi masalah dan kasak kusuk warga.
Dari pantauan di lapangan, jalan kampung di wilayah itu memang terjadi kerusakan yang cukup parah akibat proses pengurukan dari mobil truk pengangkut tanah urug. Hingga berita ini diunggah, pihak pengembang belum bisa ditemui untuk memberi klarifikasi. (ijon/tim)

