SUMENEP, penarakyatnews – TERLALU… mungkin kalimat itu yang pantas untuk menyikapi fakta yang terjadi di penyeberangan penumpang kapal veri pelabuhan Kalianget yang rusak parah sejak tahun 2014.
Banyak kalangan tokoh masyarakat bahkan aktifis dan media memunculkan pertanyaan, kemanakah larinya anggaran daerah untuk fasilitas umum khususnya buat sarana perhubungan di wilayah Kalianget ?
Sementara menurut keterangan Muslim dan Agus selaku petugas pengelola Pelabuhan Kalianget, sejak tahun 2014 kondisi sarana penyeberangan kapal ini sudah rusak parah, dan pihak pengelola pelabuhan saat itu sudah mengajukan proposal untuk perbaikan sarana penyeberangan pelabuhan Kalianget, namun sampai detik ini pengajuan itu terkesan diabaikan oleh Kepala dinas Perhubungan.
Lebih dalam Tim pena rakyat news menggali informasi kepada Kepala dinas Perhubungan Sumenep namun disambut oleh petugas piket Maulana, dan menurut Maulana bapak Kadis masih ada tamu dan kru pena rakyat news diminta untuk menunggu.
Sangat disayangkan apa yang dilakukan oleh Kadis Perhubungan Sumenep, pasalnya setelah menunggu sampai 3 jam ternyata Kadis keluar ruangan lewat jalan lain dan diduga tidak bersedia menemui awak media.
Lanjut harapan banyak kalangan melihat kondisi penyeberangan yang sangat membahayakan keselamatan para penyeberàng agar Kepala dinas lebih memperhatikan hal itu, dan dapat merenofasi tempat penyeberangan yang sangat dibutuhkan masyarakat. (Erfandi).

