PRN SUMENEP, – Dalam Kunjungan Presiden Republik Indonesia (RI), Ir. Joko Widodo beserta istri tercintanya Ibu Iriana Joko Widodo ke bumi Sumekar ini Untuk menghadiri acara Festival Keraton Masyarakat Adat (FKMA) ke V, dan di buka Resmi oleh Presiden RI di depan halaman masjid agung jamik Sumenep ujung timur pulau garam Madura Jawa Timur. Minggu 28/10 /2018, sekitar pukul 15.45 WIB.
Kehadirannya Presiden RI Jokowi Pada Acara Festival Keraton Masyarakat Adat (FKMA) ke V di Kabupaten Sumenep ditengah-tengah Para undangan telah memikau banyak perhatian dari para undangan pejabat negara, peserta raja raja se nusantara beserta rombongan dan juga masyarakat yang hadir dalam acara kegiatan tersebut, karena Jokowi nampak gagah dan tanpan perkasa seperti Rato Sumenep di saat memakai baju raja dari kerajaan Sumenep tempo dulu.
Dalam Sambutannya Presiden Jokowi mengajak kepada para ratusan Raja, Pangeran, Ratu, dan Permaisuri peserta FKMA ke V dan FMKN yang hadir di Sumenep untuk tetap menjaga keutuhan dan kerukunan atar sesama karena ini merupakan pilar bangsa dan negara Indonesia.
”karena Pada hari yang berketepatan dengan hari sumpah pemuda saya mengajak bagi kita semuanya, untuk saling menjaga kerukunan, terus merawat, terus memelihara, rasa persatuan kita, rasa persaudaraan kita, dan kerukunan diantara kita. Karena aset terbesar bangsa ini adalah, persatuan, kerukunan, dan persaudaraan,” tutur Presiden Jokowi dalam sambutannya.
Masih dalam sambutannya, Indonesia adalah banyak ragam perbedaan mulai dari adat istiadat budaya, suku, ras, bahasa dan agama. Namun perbedaan itu menurut Jokowi merupakan anugerah tersebesar yang diberikan oleh Allah SWT kepada bangsa Indonesia ini.
”Semua itu anugerah buat kita semua karena bisa menjadi sebuah potensi dan kekuatan, bila kita tetap bisa saling bergandengan tangan untuk menjadi kesatuan dan kerukunan antar beragama, karena jangan sampai nanti Indonesia maju dengan teknologi tapi mundur dalam kepercayaan, mundur dalam peradaban,” ucapnya.
Kemajuan bangsa Indonesia ini harus bisa berakar kuat pada kearifan budaya lokal nusantara, untuk itu persatuan dan kesatuan bangsa serta nilai persaudaraan harus tetap dijaga sebagai kekayaan peradaban untuk bangsa dan negara Indonesia.
Sementara laporan ketua panitia FKMA ke V, Raja Adipati Arif Nata Adiningrat dari Cirebon, mengatakan pada acara FKMA ke V ada 58 kraton, 230 kerajaan kedatuan dan lembaga adat se Indonesia dan perwakilan kerajaan Asean di antaranya Filipina, Singapura, Malaysia, Thailand.
Dari unsur pengurus dan anggota FSKN serta dari asean kurang lebih sejumlah 300 raja, Sultan, Permaisuri, Pangeran, Ratu dan sekitar 1.500 Prajurit, Seniman dan abdi dalem kraton se Nusantara, yang hadir dalam kegiatan FKMA – V 2018 di Sumenep.
Reporter : Erfandi.

