PRN Magetan – 7 Desember 2018, Pemerintah Kabupaten Magetan adakan giat Sambang Desa. Dengan digawangi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (PMD) acara ini dilakukan di Desa Nitikan Kec Plaosan Kab Magetan.
Banyak hal yang bisa kita cermati dari kegiatan ini antara lain adalah adanya dialog yang intens antara masyarakat dan pemerintah yang dalam hal ini dijawab langsung oleh Bupati Magetan Dr Drs H Suprawoto SH, M,Si.
Drs Iswahyudi Yulianto M. Si Kepala Dinas PMD Kab Magetan dalam sambutan mengatakan “Kegiatan Sambang desa Ini juga mengikutsertakan layanan publik jemput bola, mulai pelayanan KTP, STNK, dan juga Perijinan terpadu”
Selain berdialog Bupati juga mengungkapkan kiat dan tricknya dalam membangun Magetan.
Kepada audiens Bupati mengatakan” Kedepan desa di Magetan dalam pembangunannya akan mendapatkan pendampingan dari UGM dalam program KKN yang berbasis Tematik, dan dalam tahun ini Desa Tapen akan mendapatkan pendampingan tersebut menjadi desa Wisata.
KTP kedepan akan di layani dalam tingkat kecamatan, sementara akan difasilitasi 6 kec yang akan mendapatkan layanan tersebut, orang Wonomulyo gak usah jauh jauh ke Disdukcapil Kab Magetan hanya untuk mengurus KTP cukup di Kec Poncol saja. “ungkap Bupati.
“Lalu lintas harus bisa membangkitkan dan menumbuhkan ekonomi dengan adanya rekayasa lalulintas, karena lalu lintas bukan hanya pada urusan kelancarannya saja.kalau perlu “dipaksa”agar kendaraan yg dari objek wisata utama sekembalinya dari objek tersebut bisa lewat pusat jajan, souvenir dan kuliner yang ada di Magetan,sehingga roda ekonomi bisa hidup” tutur Bupati.
Dalam merevitalisasi alun alun Bupati juga mengungkapkan “Alun alun atau pusat kota harus menjadi pusat pelayanan publik yang bersifat edukasi, seperti perpustakaan, gedung kesenian dan tempat bagi anak anak muda berkreasi, sehingga kalau malam minggu anak muda bisa main musik akustik di alun alun. Hal ini saya pikirkan setelah saya prihatin kenapa pusat kota Magetan sepi. Anak muda yang energinya besar harus diwadahi.
Untuk tahun depan 2019 Dinas Pariwisata akan pindah ke Sarangan agar dekat dengan objek yang diurusinya. Dan untuk bidang kebudayaan akan pindah ke Maospati. “ujar kang Woto.
Dalam Bidang pendidikan Kang Woto, sapaan akrab Bupati Magetan ini menuturkan”Untuk bidang pendidikan PAUD dan TK agar ada kurikulum yang memuat kearifan lokal. Sehingga sejak usia dini anak akan diajarkan tentang budaya Jawa yang lebih intens lagi. “unggah ungguh” sopan santun yang diajarkan di sekolah akan menjadikan generasi muda Magetan yang semakin berkualitas.”
Dalam sesi tanya jawab Bupati memberikan argumentasi dan jawaban yang solutif, sedikit banyak sudah memberi harapan baru bagi masyarakat Magetan, agar kedepan Magetan makin maju dalam semua bidang.
Video kegiatan ini bisa di klik https://youtu.be/JSy1MFINHig
Jurnalis :Beni Setyawan & Sugiati

