Wujud nyata mahasiswa UTM dalam program KKN.
Bangkalan, PRN – Lorjuk merupakan karang laut bercangkang yang panjang tubuhnya sekitar 3 cm. Di Madura, Lorjuk sering diolah untuk dijadikan pepes, dan air hasil rebusannya dapat diolah menjadi petis. Bahkan lorjuk bisa disebut sebagai seafood langka yang menjadi andalan kuliner di Madura.
Nah, sangat beralasan jika sejumlah mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) memilih lorjuk sebagai bahan utama untuk membuat olahan produk unggulan frozen food. Ini terjadi saat para mahasiswa UTM melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN), di Dusun Prongpong, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kwanyar, Bangkalan, Madura.
Kelompok KKN 01 UTM diikuti 15 mahasiswa-mahasiswi dari berbagai jurusan ini, berlangsung awal Juli dengan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. 
“Kami memilih lorjuk sebagai bahan dasar olahan produk unggulan, karena di daerah Pesanggrahan memiliki potensi besar dalam hasil laut terutama lorjuk,” ujar dosen pembimbing lapangan, Mujtahidin SPd, MPd, disela mendampingi mahasiswa di lokasi KKN.
Pelatihan dilakukan di Dusun Prongpong, salah satu dusun yang rata-rata penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan lorjuk. Berdasarkan informasi, selama ini nelayan langsung menjual lorjuk dalam bentuk mentah pada pengepul.
Pelatihan olahan yang dilakukan kelompok KKN 01 UTM bersama ibu-ibu Prongpong berhasil membuat dua produk makanan olahan, yaitu siwil dan nugget. Kedua jenis makanan ini memiliki pangsa pasar yang dapat diterima oleh semua kalangan, sehingga diharapkan mampu mengembangkan perekonomian masyarakat desa secara berkelanjutan.
“Antusias warga Prongpong tinggi sekali, terbukti sebanyak 30 ibu-ibu tak beranjak meninggalkan tempat pelatihan hingga akhir acara. Kami berharap ini menjadi langkah awal warga Prompong meningkatkan perekonomian mereka,” harap seorang mahasiswi peserta KKN, Karina.
Kahadiran kelompok KKN 01 UTM tersebut, ingin membantu mengembangkan ekonomi masyarakat Desa Pesanggrahan, khususnya Dusun Prongpong, agar potensi lorjuk yang ada bisa diolah menjadi produk unggulan desa. Dengan harapan desa juga bisa mendapatkan keuntungan bukan hanya dari pengepul saja, namun mereka juga bisa mendirikan usaha kecil dari produk unggulan yang sudah dilatihkan bersama Kelompok KKN 01 UTM. (rewandy/karina/cb)

