PRN Mojokerto | Memasuki pekan kedua bulan Suro, objek wisata budaya petirtaan atau pemandian Jolotundo, di Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, ambyar pengunjung.
Pemandian yang erat kaitan dengan sejarah Raja Udayana dan Airlangga diyakini bernuansa religi.
Mayoritas pengunjung menyakini air yang keluar dari antara candi memiliki banyak khasiat mulai dari menyembuhkan penyakit sampai membuat awet muda.
Saat PRN mengunjungi lokasi terlihat parkiran kendaraan pengunjung begitu padat. Dengan membayar tiket 10 ribu rupiah wisatawan sudah dapat memasuki wilayah pemandian.
Secara kasat mata diprediksi kunjungan malam 29 Agustus 2020 ada sekitar 200’an lebih pengunjung di area yang luasnya sekitar 1,8 hektare.
Kepada wartawan, Suroto petugas pemeriksa tiket memberi keterangan bahwa sejak dibuka pasca PSBB kunjungan ke tempat ini cukup banyak.

“Kalau hari ini mungkin 200 orang lebih,” ujar Suroto.
Hal senada juga sampaikan oleh Iin pedagang souvenir yang menjajahkan barang dagangannya di sekitar lokasi.
Pada malam 1 Suro pria yang mengenakan blangkon ini mampu meraup penjualan sampai 13 juta dalam sehari.
“Malam satu Suro yang lalu kunjungan orang-orang itu lebih banyak dari sekarang ini, mungkin sampai 6000 orang Mas,” ungkap Iin kepada wartawan.

Merespon membludaknya pengunjung, Yulianto selaku Babinkamtibmas Polsek Trawas menerangkan bahwa mereka tetap berupaya mengingatkan para pengunjung agar tetap menjaga protokol kesehatan.
“Setiap pengunjung yang tidak menggunakan masker tidak kita izinkan masuk,” tutup pria berpangkat Bripka tersebut. (Samosir)

