PRN Surabaya | Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa Inflasi month to month (mtm) Jawa Timur sebesar 0,36 persen pada Januari 2023 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,66. Inflasi Jawa Timur 2023 lebih rendah dibandingkan 2022 sebesar 0,46 persen dan Januari 2020 Sebesar 0,50 persen.
Dalam Berita Resmi Statistik Jawa Timur edisi 1 Februari 2023, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Dadang Hardiwan menerangkan bahwa inflasi awal tahun 2023 dipicu oleh pengaruh adanya kenaikan demand/permintaan pada hari raya keagamaan Natal 2022 dan tahun baru Imlek serta libur tahun baru 2023.
Pada level kota, Inflasi yoy Januari 2023 tertinggi terjadi di Jember sebesar 7,08 persen dengan IHK sebesar 115,84 dan terendah terjadi di Probolinggo sebesar 5,21 persen dengan IHK sebesar 112,43.
Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan mengatakan bahwa dari delapan kota IHK di Jawa Timur pada Januari 2023, semuanya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sumenep sebesar 0,63 persen.
Disusul kota Surabaya 0,42 persen, Madiun 0,35 persen, Banyuwangi 0,27 persen, Kediri 0,26 persen, Probolinggo 0,22 persen, Jember 0,16 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Malang sebesar 0,15 persen.
Komoditi yang menyumbang terjadinya inflasi mtm pada Januari 2023 adalah makanan pokok beras, tarif airminum PDAM, cabe rawit, sewa rumah, emas perhiasan, rokok kretek pilter, kontrak rumah, tukang bukan mandor dan tarif kereta api.
“Beras menyumbang inflasi 2,89 persen andil 0,1165 persen, tarif PDAM menyumbang inflasi kenaikan 9,25 persen andilnya 0,0810 persen dan cabe rawit dengan inflasi kenaikan 28,30 persen andil 0,0625 persen,” kata Dadang.
Sementara komoditas utama penyumbang menjadi penghambat deflasi mtm 2023 adalah komoditi angkutan Udara, bengsin, telur ayam ras, daging ayam ras, tomat, semangka, sawi hijau. Kemudian bawang merah, sepatu pria dan kangkung.
“Tiga besar penyumbang deflasi mtm adalah angkutan udara deflasi/turun 9,41 persen andil, 0,1343 persen, bengsin turun 1,67 persen andil dan telur ayam ras turun 6,31 persen,” ujar Dadang.
Sedangkan ibukota provinsi di Pulau Jawa secara mtm yang melakukan pendataan inflasi pada Januari 2023. Semuanya mengalami inflasi, tertinggi di Kota Surabaya 0,42 persen disusul Bandung 0,38 persen, Serang 0,33 persen, Semarang 0,30 persen, Yogyakarta 0,17 persen dan DKI Jakarta 0,09 persen. (sun)

