PRN Ngoro | Suasana ceria mewarnai Wisata Desa Sumber Dhuwur, Ngoro, Mojokerto, sabtu 6 juni 2026 ( hari ini). Puluhan anak dari Tapos Melati, Desa Jenggot, Kec. Krembung, Kab. Sidoarjo, menggelar kegiatan outbound edukatif selama sehari penuh.
Kegiatan ini sengaja dikemas berbeda dari aktivitas rutin di kelas. Dipandu tim profesional dari NEO – Ngoro Event Organiser, anak-anak diajak langsung bersentuhan dengan alam. Rangkaian acaranya mulai dari fun tracking menyusuri jalur desa, permainan kelompok yang melatih kerja sama, lomba identifikasi flora, sampai sesi “Aku Cinta alam” untuk belajar menjaga kebersihan dan lainnya.
Kepala Tapos Melati dalam penyampaiannya menegaskan alasan memilih lokasi dan konsep ini.
“Penting banget mengenalkan alam dan lingkungan pada anak sejak usia dini. Kalau anak sudah sayang sama alam dari kecil, mereka akan tumbuh jadi generasi yang peduli lingkungan. Lewat pengalaman langsung seperti ini, anak jadi lebih berani, kreatif, dan tidak takut kotor. Itu bekal yang nggak didapat dari buku saja,” ujarnya.
Pihak NEO sebagai pemandu menambahkan, konsep gathering mereka memang fokus pada “learning by playing”. Setiap game dirancang agar anak belajar nilai: disiplin antre, tanggung jawab sama kelompok, sampai rasa syukur melihat ciptaan Tuhan.
“Kami nggak mau anak cuma disuruh duduk dan dengar. Di Sumber Dhuwur ini udaranya sejuk, ada sawah, sungai, dan pepohonan. Jadi media belajarnya lengkap,” kata koordinator lapangan NEO.
Para orang tua yang ikut mendampingi juga memberi respon positif. Banyak yang mengaku baru pertama kali lihat anaknya seantusias itu saat diajak jalan jauh dan main air . “Di rumah susah lepas HP. Tapi di sini dari pagi sampai sore nggak nanya HP sama sekali. Pulang malah cerita terus tentang kupu-kupu dan ikan di sungai,” kata salah satu wali murid.
Wisata Desa Sumber Dhuwur sendiri memang lagi naik daun sebagai destinasi edukasi. Selain panorama alam, pengelola juga menyediakan area aman untuk anak belajar pertanian dan peternakan skala kecil.
Kegiatan Tapos Melati ini diharapkan jadi agenda rutin. Pihak sekolah berharap kerja sama dengan NEO dan wisata lokal bisa terus berlanjut, agar anak Sidoarjo punya ruang tumbuh yang seimbang: antara teknologi dan alam. (Tim)


