PRN NGAWI – Dalam program wajib belajar 12 tahun banyak sekali keluhan terkait sonasi penerimaan siswa dari tingkat SD, SMP dan SMA di wilayah Ngawi.
Dari hasil penelusuran awak media Pena Rakyat News beberapa hal ditemukan, antara lain sepinya saat penerimaan siswa baru dikarenakan banyaknya SMPN dan SMAN yang tidak memenuhi pagu dan akhirnya hanya mendapatkan 1 atau 2 rung saja.
Dari hal tersebut rasa kekawatiran bermunculan, pasalnya lambat laun sekolah tingkat SMP dan SMA yang di daerah pinggiran bisa terancam bubar
Berbagai upaya sudah dilakukan oleh pihak kepala sekolah beserta guru pendidik dari mulai kelas VI SDN dengan melalui tri out sebelum pelaksanaan UNAS, namun situasinya tetap sama.
Kejanggalan dalam sistem Sonasi ini terletak pada sosialisasi yang kurang baik terhadap lembaga pendidikan dan pihak masyarakat, persoalannya para wali murid juga kurang memahami istilah sonasi.
Lebih lanjut digaris bawahi andai pihak dinas pendidikan memberikan solusi dengan wacana atau paling tidak membuat sistem pembatasan pagu sonasi pastilah perubahan akan muncul. (beni).

