PRN, Surabaya – Di zaman yang sudah serba digital seperti kini, pebisnis kecil atau startup alias perusahaan rintisan bisa bernapas lega dengan adanya teknologi internet. Mereka dapat memasarkan produknya secara luas dengan biaya jauh lebih murah. Istilah ini dikenal dengan nama digital marketing.
Hal inilah yang mendasari Komunitas Digital Marketing Surabaya (KDMS) untuk mengadakan pelatihan digital marketing. Seperti yang dilakukan terhadap kalangan remaja di Kecamatan Pakal, Minggu (21/10/2018) kemarin.
“Memanfaatkan internet untuk sebuah bisnis adalah cara paling bijak agar bisa bertahan di jaman now. Terlebih, pengguna internet kian meningkat signifikan setiap tahun,” ujar Bobby Wiyono, saat membuka sesi pertama pelatihan yang diadakan di Pondok Benowo Indah, Surabaya.
Instruktur sekaligus pelaku digital marketing ini memaparkan di hadapan puluhan peserta, jika kecanggihan handphone android sangat disayangkan jika hanya digunakan untuk bermain game belaka.
“Jaringan sosial media merupakan aset yang perlu dimanfaatkan. Semua itu bisa kita kendalikan melalui handphone. Ini yang harus dilakukan, berbisnis dengan menggunakan kecanggihan teknologi. Ini jadi peluang yang besar untuk mengembangkan bisnis secara digital,” tandas Bobby.
Dipaparkan, melalui digital marketing, kita bisa menjangkau target yang lebih luas. Bisa menentukan profil dari orang atau sasaran konsumen yang hendak dituju. Misalnya dari segi lokasi, profil, umur, apa yang mereka sukai, dan lain sebagainya.
“Media sosial seperti facebook, whatsapp, instagram dan jejaring sosial lain memungkinkan kita melakukan hal ini,” tandas dia.
Salah seorang instruktur di KDMS ini memaparkan jika digital marketing biaya jauh lebih murah dan sangat terjangkau, pebisnis kecil sangat diuntungkan dengan adanya digital marketing. Biaya yang murah memungkinkan adanya efisiensi biaya. “Sehingga modal yang dimiliki bisa dialokasikan untuk keperluan yang lain,” tukas dia.
Lebih jauh Bobby menjelaskan, pemasaran secara digital sangat memungkinkan untuk membangun kedekatan dengan para konsumen atau pelanggan. Penggunaan platform yang ada untuk kegiatan marketing membuat antara pelanggan brand bisa saling interaksi.
“Kolom komentar adalah sarana komunikasi yang tepat. Jika admin media sosial dari brand komunikatif, menjawab komentar followers dengan baik, keakraban antara pelanggan dan brand akan semakin erat, sehingga terbangun kepercayaan antara keduanya,” urai dia.
Pada sesi kedua, peserta dipandu instruktur untuk membuat akun facebook, membuat halaman, menampilkan nama dan profil toko, barang yang dijual komplit dengan penjelasan produk, serta cara penjualan.
“Pasca dari pelatihan, peserta akan dibuatkan group whatsapp untuk berinteraksi. Kami akan memandu dan memonitor progres peserta, hingga mencapai dealing penjualan. Karena kami juga menghubungkan dengan sejumlah produsen,” ujar Booby seraya menambahkan jika program pelatihan ini bersifat umum dan tidak dipunggut biaya. Berminat?! (edbe)

