PRN SUMENEP, – Berita yang ramai diperbincangkan di Media sosial, kekecewaan Para pemandu tamu Forum Silaturrahmi Keraton Nusantara (FSKN) yang menggelar Festival Keraton dan Masyarakat Adat Asean (FKMA) ke V tahun 2018 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mengeluhkan honor yang diterima.
Mereka hanya mendapatkan honor yang dinilai kurang manusiawi, yakni sebesar Rp250.000 (Dua ratus lima puluh ribu rupiah).
“Kami kerja lima hari siang dan malam dari tanggal 27 sampai tanggal 31, hanya dikasik honor 250ribu, teman-teman pemandu Raja-raja atau LO (liaison officer) pada mengeluh semua karena sangat tidak wajar, ” ujar salah seorang Tourist Guide, Miskali.
Lanjut . “Ada hampir 100-an anak yang menjadi pemandu, baik dari siswa SMA atau6 mahasiswa. Ya, aku termasuk saya sebagai pemandu profesional,” katanya.
Nilai honor tersebut jauh dari harapan dan sangat tidak layak. “Ini tidak untuk membandingkan, hanya sharing, saya membantu di even Kemilau Madura di Pamekasan, semalam dua hari. Honor saya 400ribu. Belum transport saya diganti sebesar 200 ribu. Jadi, totalnya 600 ribu, selama semalam dua hari,”
Yang sebelumnya juga kekecewaan yang dilontarkan dari para rombongan raja raja dari kerajaan Simalungun, kurangnya persiapan yang matang dari panitia dan tuan rumah penyelenggara FKMA KE-V Disumenep.
Kekecewaan salah satu rombongan raja raja simalungun adalah :
– para raja raja mendapat undangan VIP tapi tidak diberi tempat husus, ” kata panitia silakan nyari tempat yang masih kosong,” tutur salah satu raja simalungun.
– Hotel dan Lahan Parkir Tidak Mencukupi
– waktu penyelenggaraan tidak tepat waktu,
– waktu untuk pertunjukan kesenian dibatasin sehingga tidak bisa menampilkan yang maksimal.
Mulai kemarin kamis, 01/11/2018, sekitar jam 13.43 melalui WA seluler “Assalamualaikum pak Sofi, tmn2 mau wawancara dengan pak kadis skrg bisa y pak…”, tidak ada jawaban dari Kadisparbud.
Disaat Kadisparbud ditelfon tadi pagi sekitar pukul 06.51wib posisinya berada di Bangkalan dan kita disuruh menemui Robi kabid Kebudayaan untuk wawancara tentang kekecewaan para raja dan pemandu tamu.
Tapi disaat dicoba ditelfon nomor dan WA Seluler nya Robi kabid tidak aktif, sehingga berita ini naik….
Reporter : Erfandi
Dikupas dari sumber berita PortalMadura.Com

