PRN SUMENEP, – Sikap kepala Dinas pariwisata kebudayaan dan olahraga (Disparbudpora) di Sumenep Sofiyanto kurang profesional Kepada beberapa wartawan Sumenep yang telah mengirimkan berita terkait kekecewaan dalam kegiatan FKMA – V 2018 yang diselenggarakan di Kabupaten Sumenep ujung timur pulau garam madura Jawa Timur.
Beberapa wartawan Sumenep yang mengirimkan tulisan berita tentang kekecewaan para peserta FKMA – V 2018 yang diselenggarakan disumenep merasa kurang puas atas aturan dan fasilitas yang diberikan oleh panitia kepada para rombongan raja raja peserta FKMA dan juga kekecewaan dari para pemandu tamu yang 5 hari bekerja siang malam cuma dibayar 250rb, yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial.
Dari persoalan tersebut Kontak WA dari beberapa wartawan Sumenep yang mengirimkan berita itu langsung diblokir dari kontak WA nya kepala Disparbudpora Sumenep Sofiyanto terkesan mau menghindari dari wartawan.
Persoalan Sikap Sofiyanto terhadap wartawan Sumenep dikecam keras oleh ketum Awasi….advokat Moh Hasan. Sangat menyesalkan sikap kepala dinas Disparbudpora Sumenep terkait pelaksanaan FKMA – V 2018 beberapa hari lalu yang diselenggarakan disumenep.
” semestinya pihak Disparbudpora Sumenep harus siap melayani para kuli tinta yg ada di Sumenep….malah jangan selalu menghindar dari wartawan….bagaimanapun wartawan itu tak akan bisa di lepas dari ke berhasilan program pembangunan yang ada di kab .sumenep….sekali lagi kami atas nama jurnalis (pimpinan media) sangat prihatin terhadap sikap kepala disbudparpora Sumenep, apa lagi acara FKMA tersebut menghabiskan anggaran yg cukup besar dengan kisaran besar anggaran lebih kurang menghabiskan 4 miliar…tapi acaranya gitu gitu aja, saya himbau untuk jurnalis Sumenep jangan patah arang….ayo ungkap persoalan anggaran FKMA V yang diselenggarakan di Sumenep …saya yakin ada dugaan penyimpangan anggaran yang tidak beres dan pihak pemkab harus transparan terkait dana tersebut, ” ungkapnya kepada awak media PRN Sumenep. Sabtu 03/11/2018.
MOH. Hasan adalah putra Sumenep yang juga pimpinan utama dari PT. MEDIA FORUM NUSANTARA GROUP dan Presiden Eksekutif Lembaga Pengawas Korupsi dan Pemantau Penegak Hukum Indonesia (LPKP2HI).
Jurnalis : Erfandi

