Magetan, PRN –15 Desember 2018,Sabtubertempat di lapangan Desa Candirejokecamatan Magetan berlangsung kegiatan ekonomi yang diberi nama Sar Londho yang merupakan kepanjangan dari Pasar Londho (Pasar Belanda).
Ide ini dilatar-belakangi oleh upaya dalam meningkatkan ekonomi warga sekaligus melestarikan khasanah kuliner tradisional khususnya Jawa.
Bertempat di Lapangan desa yang disulap menjadi Sebuah pasar tradisional yang dimodifikasi sedemikian rupa, sehingga menghasilkan Sebuah kreasi budaya yang dipadukan dengan peningkatan ekonomi warga.
Bertempat di lokasi yang strategis yaitu jalur Magetan -Sarangan, pasar ini diharapkan ke depan akan menjadi salah satu tujuan wisatawan dalam berburu kuliner Jawa umumnya, dan jenang Candi pada khususnya.
Selain itu dilokasi yang sama ke depan akan dijadikan tempatpermainan tradisional Jawa, seperti congklak (dakon), engrang, enthik, dan beragam permainan entnik lainnya.

Seperti diungkapkan Kepala Desa Candirejo Moh. Soleman kepada Pena Rakyat News “Kami ingin memiliki sebuah tempat yang menawarkan hal hal yang unik bagi wisatawan khususnya yang transit dari dan menuju Sarangan, kami akan menjadikan Sar Londho ini menjadi tempat bagi anak-anak dalam melestarikan dolanan anak jaman dulu.” ujarnya.
Sesuai dengan harapan Bupati Magetanagar semua desa desa di Magetan menggali potensi desa sesuai dengan potensi masing-masing desa, maka Desa Candirejo sudah berani selangkah lebih maju. Karena memulai sesuatu yang baru dibutuhkan pengorbanan, usaha dan perjuangan yang luar biasa dalam mewujudkannya menjadi hal yang nyata.
Seperti diungkapkan Warti penjual wedang cokot di lokasi Sar Londho “mula mula saya ragu apakah nanti Sar Londho akan rame? setelah saya berjualan ternyata banyak diminati oleh pengunjung. “ungkapnya.
Senada dengan yang diungkapkan Warti, Seorang pengunjung Kristian Tk yang datang bersama dengan teman-temannya mengungkapkan rasa puasnya akan keberadaan Sar Londho ini.
“Kami jauh jauh datang dari Sukomoro hanya untuk menikmati kuliner sekaligus suasana tempo dulu. apalagi baju motif lurik yang dikenakan penjual mencirikan penjual tempo dulu,” ujar dia.
Jurnalis: Beni Setyawan
simak link video :https://youtu.be/XmCX4ToDyaU Beni Setyawan

