PRN Surabaya | Sekitar 1.500 lebih jemaah baik laki-laki dan perempuan mengikuti Shalat Idul Adha 1444 H/2023 di Masjid Baitul Muttaqin Bratang Gede 6-G/ RT 04. RW 12, Kelurahan Ngagel Rejo, Kec Wonokromo Surabaya, Begitu banyaknya warga yang ikut shalat, membuat Masjid penuh sesak hingga sampai di jalan didepan Masjid yang digelari tikar. Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ustadz H.Moh Ali S.Ag. MHI dari Kantor Kemenag Kota Surabaya.
Sebagian besar warga Bratang Gede, Kel Ngagel Rejo, Kel Wonokromo Surabaya dan sekitarnya merayakan Idul Adha1444 Hijriyah (H) pada Kamis (29/06/23). Seperti tampak di lingkungan warga Kelurahan Ngagel Rejo, Suraba, tepatnya jemaah Masjid Baitul Muttaqin, Bratang Gede 6-/G dan sekitarnya melaksanakan Shalat Idul Adha, Kamis (29/06/2923) pagi.
Mengawali kutbah Idul Adha Ustadz H MOH Ali berharap para jamaah sholat Idul Adha peristiwa kurban itu adalah peristiwa yang sangat luar biasa bagi hamba Allah SWT. Contohnya Nabi Ibrahim Alaihissalam yang oleh Allah diuji keikhlasannya, diuji ketaatannya kepada Allah bahkan sampai diminta untuk mengorbankan Putra semata wayangnya yang sangat beliau sayangi “Ismail”.
Oleh sebab itu kepada umat Muhammad Rasulullah yang oleh Allah SWT dikasih banyak rejeki, maka Allah minta banyak-banyak untuk mensyukuri pemberian nikmat Allah itu dengan menyisihkannya untuk berkurban..
Menurut MOH Ali hanya dua hal yang diminta oleh Allah seperti dalam firman-Nya “Fasoli lirobikawanhar” pertama sholat, sholat dan shalat. Sholat ini tidak hanya ritual saja, tetapi salah satunya harus diaktualisasikan ke dalam kehidupan di masyarakat.
Bahwa seorang dengan ibadah sholat itu mampu mencegah dari perbuatan kejahatan dan kemungkaran. “Intinya seperti itu kita harus menjadi hamba Allah yang sholeh sholehah dengan ibadah shalat kita bisa mencegah perbuatan yang dilarang Allah,” tuturnya.
Kemudian masih kata Ustadz MOH Ali yang kedua kita juga diminta oleh Allah untuk berkurban. Berkurban itu adalah berbagi -bagi kepada sesama, tidak pilih kasih kaya atau miskin. Seperti daging kurban yang kita bagikan kesemua orang. Kita tidak oleh pilih – pilih dan kurban harus berbagi sama semuanya. “Artinya kalau pembagian daging semua harus dapat daging,” katanya.
Selain itu kata MOH Ali yang diminta oleh Allah SWT untuk senantiasa bersosiologis dalam sosial budaya dan sosial untuk kurban. Semua perilaku kita rela berkurban ini harus kita wariskan kegerasi selanjutnya.
Bahwa kita hamba Allah SWT yang baik untuk semua hamba makhluk Allah SWT. Dengan ilmu kita berbagi dengan amal kita berbagi itulah yang dimaksud dengan sosial.Jangan kita ini berbuat hal-hal yang merugikan kita sendiri masyarakat. “Intinya sesuai dari peristiwa kurban itu kita diminta untuk betul-betul mau mengorbankan kepentingan kita di bawah Allah SWT,” ungkapnya
Diakhir kotbahnya MOH Ali kita harus menjaga demensi secara vertikal kepada Allah dan demensi horizontal kepada sesama manusia dan makhluk untuk masyarakat Bratang Gede Surabaya. “Mari kita menjaga kebersamaan, ukhuwah islamiyah, ukhuwah basyariyah dan menjaga ukhuwah Waathoniyah,” pintanya.
Karena salah itu tidak memandang agama. Agama dalam sosial, kita ini akan kumpul umat manusia yang berbeda agama, berbeda ras tetapi tetap satu dalam wadah NKRI.
Sementara Ketua Yayasan sekaligus Panitia Idul Adha/Idul ini Qurban Masjid Baitul Muttaqin Bratang Gede, Kelurahan Ngagel Rejo, Surabaya Drs Sumari menyampaikan pada Idul Kurban kali ini panitia bisa mengumpulkan sebanyak 11 ekor lembu(Sapi) dan 13 ekor kambing. dari Jamaah dan masyarakat.
Sapi untuk korban merupakan hasil patungan 7 orang dengan 1 ekor sapi kurban. Hasil musyawarah yang patungan setiap orang dikenakan Rp 2,5 juta.
“Hewan kurban setelah disembelih dagingnya akan dibagikan,/didistribusikan kepada 900 – 1.000 orang di wilayah RW 12 Bratang Gede, Kelurahan Ngagel Rejo Surabaya. Ada beberapa golongan yang berhak menerima daging kurban, diantaranya shohibul qurban,
qurban, masyarakat sekitar tempat penyembelihan hewan kurban serta fakir miskin,” ujarnya.(roy/sae).

