Oleh: Ahmad Syafii
Ada satu untaian kalimat singkat dalam dialek India Kal ho naa ho. Kalimat tersebut sering saya dengar namun sama sekali tak dapat dimengerti apa isinya. Mungkin itulah sebuah penyelaman menjadi penting untuk mengetahui isi dasar lautan dan memastikan keberadaan mutiara tentang kebenaran nilainya. Begitu pula kalimat Kal ho naa ho dalam bahasa India yang sering terdengar dalam bait-bait lagu dalam film India yang pernah kita melihatnya.
Ternyata kalimat kal ho naa ho dalam sebuah dialek India tersebut memiliki makna yang dalam baik untuk ungkapan sesama manusia maupun bertauhid kepada Tuhan. Secara tekstual kira-kira adalah; Tak kan ada lagi esok hari. Sepertinya rangkaian kata tersebut cukup sederhana namun sangat puitis dan bermakna yang dalam, tersebut secara falsafi kira-kira memiliki mengandung makna sebagai berikut:
Esok ini berdoalah demi satu keinginan sebab besok kita tak tahu apakah tetap hidup atau telah mati.
Kalimat tersebut memiliki makna yang amat luas dan dalam, karena ada satu ungkapan yang apakah banyak manusia mengetahui atau tidak, atau mungkin saja banyak yang mengetahui namun tidak mengerti isinya, bahkan atau bisa juga banyak kemungkin yang mengetahui dan mengerti isinya namun disembunyikan. Karena hal tersebut suatu kebenaran yang dapat bersinggungan dengan kepentingan diri sendiri.
Oleh karenanya ancaman bagi orang yang menyembunyikan kebenaran sangat berat apalagi berhubungan hajat hidup orang lain. Hal tersebut sebagaimana dalam al-Quran Surat al-Baqoroh ayat 159 sebagai berikut:
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam al-Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat melaknati (al-Baqarah : 159).
Pada ayat 42 dalam Surat al-Baqarah tersebut juga telah di Firmankan oleh Allah Swt. berikut:
Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui (QS. Al-Baqarah : 42).
Sebab setiap manusia memiliki tujuan dan harapan bahkan himmah (cita-cita) yang terkadang kesemuanya tidak hanya sekedar untuk diri sendiri namun juga terdapat tujuan yang mulia dimana ada muatan kemaslahatan banyak orang. Dalam perjalanan tujuan dan harapan tersebut tidak menguntungkan sesorang yang sedianya ia hasratkan dengan pengaruhnya yang kuat akan dia gunakan untuk mengeruk keuntungan pribadi. Maka disinilah kemunculan embrio interest dan niatan yang tidak terpuji dimana selalu berkecamuk dalam pikiran hingga melahirkan trik dan intrik yang menyesatkan.
Disinilah peran doa akan menjadi alternatif yang sebelumnya diabaikan. Sebab suatu doa adalah bentuk komunikasi rohani yang dengannya akan ditanggalkan segala bentuk atribut kebesaran yang dimiliki. Sebab dengan berdoa siapapun akan mengaku lemah meskipun dihadapan manusia sebagai seolah-olah dunia dalam satu injakan kaki. Namun saat dunia seolah gelap baru ia akan merasa tidak memiliki apa-apa bahkan nafaspun sempat ikut berhenti sejenak sehingga menyontakkan daya nalarnya yang sehat dan sadar bahwa ia benar-benar telanjang tak memiliki apa-apa.
Maka, kal ho naa ho (Esok ini berdoalah demi satu keinginan sebab besok kita tak tahu apakah tetap hidup atau telah mati). Jab tak hai jaan secara harfiyah memiliki arti (sepanjang aku masih bernyawa) namun secara falsafi kira-kira adalah bermakna (Ketika kita tak bahagia maka tidak akan pernah bisa kita bahagiakan orang lain).

