BOJONEGORO, PRN.id – Kabar di kalangan publik tentang dana Desa (DD) di Desa Kalisari santer di bicarakan kalangan masyarakat Kalisari. Dugaan ketidak transparan dan tertutupnya kinerja Kepala Desa dalam mengelola Dana Desa memunculkan polemik dalam desa tersebut.
Desa kalisari kecamatan Baureno kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu dari sekian desa yang mendapatkan anggaran Dana Desa.
Dana Desa yang di terima desa Kalisari di alirkan oleh Kades untuk tambal sulam /perbaikan pavingisasi namun hasil dari pekerjaan Kades Kalisari tidak memuaskan, mengecewakan masyarakat setempat, pasalnya hasil tambal sulam dan pavingisasi sangat parah.
Dari hasil penemuan dan penulusuran penarakyatnews.id dan RepublikNews ke lokasi di Desa tersebut, bertemu warga yg enggan di sebut namanya mengatakan kepada tim kami “Mosok to ndadani jalan paving seng rusak-rusak cuma di kasih pasir opo ngono iku yo kuat mas. Apakah berbaikan jalan paving gak di kasih pedel terus kekuatannya dari mana, “ kata warga tersebut.
Tim pada saat itu juga menemui PPTKD, beliau juga gak tau menahu soal perbaikan pavingisasi tersebut anehkan..? berarti semuanya di handel oleh kades. Apalagi pembangunan TPT (TEMBOK PENAHAN TANAH) yang ada di Dusun Pencol sangat memprihatinkan hanya batu di tata tidak ada adonan semen di dalamnya. Di duga kuat dana tersebut banyak yg diselewengkan.
Ironisnya lagi perbaikan pavingnya sudah seratus persen pembangunan tidak ada papan nama yg di pasang ada apa di balik semua itu. Apalagi tentang Pendapatan aset Desa(PAD) di tutup-tutupi tidak transparan padahal pemkab memutuskan semua harus trbuka biar masyarakat tau ” bersambung… (mon/sh07)

