PRN MOJOKERTO | Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari, mengajak semua pihak membantu warga terdampak pandemi Covid-19 dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) memastikan hadir untuk warga dengan terus berupaya memberikan berbagai paket bantuan sosial sebagai wujud keberpihakan dan kepedulian membantu meringankan beban masyarakat. Sabtu (24/07/21)
Kata Ning ita, sikap gotong royong yang menjadi identitas bangsa Indonesia harus digalakkan dimasa pandemi Covid-19 seperti sekarang.
“Meski dengan segala keterbatasan, saya pastikan Pemkot Mojokerto hadir. Tidak ada warga yang akan kami biarkan dalam kondisi terpuruk akibat pandemi COVID-19,” ujarnya.
Ning Ita, sapaan karib wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto itu, menyebut jenis bansos cukup beragam, di antaranya “Sembako Terdampak COVID-19”, “Sembako Terkonfirmasi COVID-19”, serta “Sembako Dampak PPKM”.
Masih kata Ning ita “Secara keseluruhan, alokasi anggaran bansos dari pos Dinas Sosial P3A Kota Mojokerto yang bersumber dari APBD 2021 untuk dampak COVID-19 sebesar Rp13,14 miliar. Sedangkan yang sudah terserap hingga bulan Juli 2021 sebesar Rp8,31 miliar atau sekitar 63,2 persen,” ungkapnya.
Data Dinas Sosial P3A Kota Mojokerto mencatat bantuan “Sembako Terdampak COVID-19” yang sudah diberikan sejak Januari hingga Juli 2021 untuk 9.326 KPM (keluarga penerima manfaat). Kemudian bantuan “Sembako Terkonfirm COVID-19” selama bulan Januari hingga Juli 2021 sebanyak 884 paket.
Lalu “Makanan Siap Saji Terkonfirmasi COVID-19” untuk 491 orang warga yang menjalani isoman berupa nasi kotak tiga kali sehari selama 10 hari. Menyusul kemudian mulai tanggal 28 Juli 2021 akan disalurkan bantuan “Sembako Dampak PPKM” sebanyak 3.000 paket.
Sedangkan pembebasan retribusi Pasar Benpas diberikan kepada 131 pedagang selama 24 hari, untuk 25 pelaku usaha di stand Rest Area Gunung Gedangan dibebaskan sewa selama satu bulan. Selain bansos COVID-19 yang bersumber dari APBD, sebanyak 11.844 jiwa juga mendapat bansos COVID-19 yang berasal dari Kemensos dan PKH untuk 3.163 jiwa.
Selanjutnya, bantuan reguler yang dikucurkan setiap tahun antara lain bansos BPNT APBD e-warung untuk 2.500 sasaran, bantuan sembako untuk 600 tukang becak, bantuan uang tunai untuk 347 anak yatim masing-masing Rp1 juta dan 1.467 lansia kurang mampu masing-masing Rp500 ribu. Juga bansos sembako untuk 300 disabilitas.
Selain itu, dari Kemensos yakni BPNT APBN e-warung untuk 5.349 sasaran dan PKH untuk 2.665 sasaran.
“Kegiatan bakti sosial dan gotong-royong sangat berarti untuk warga yang secara ekonomi terdampak pandemi ini,” kata Ning ita saat ditemui usai membagikan bantuan sembako para pedagang di area Pasar Benteng Pancasila (Benpas) dan Rest Area Gunung Gedangan.
“Apa yang kami lakukan sekarang bertujuan untuk memotivasi semua elemen masyarakat, ayo kita saling bantu sehingga perekonomian lebih cepat pulih,” ujarnya. (wahab/mut)

