PRN MOJOKERTO| “Proyek Siluman” di objek wisata Coban Canggu dikerjakan tanpa papan Informasi Proyek. Diduga milik Dinas Pariwisata kepemudaan dan olahraga kabupaten Mojokerto. Rawan persekongkolan lantaran sejak tahapan lelang diduga maladministrasi. Senin (9/8/2021).
Berawal dari penelusuran di laman web lpse.mojokertokab.go.id, Sabtu (8/8/2021), tim investigasi Media Pena Rakyat News melakukan penelusuran terkait proyek pengadaan barang/jasa dari dinas Pariwisata kepemudaan dan olahraga di sekitaran daerah Pacet.
Baca Juga Maladministrasinya di: https://penarakyatnews.id/2021/07/31/kasusnya-berat-akankah-ppk-dan-kadisparpora-kab-mojokerto-letak-jabatan/
Pengerjaan proyek CV. Agung Kusuma di Objek Wisata Coban Canggu tahap II menjadi perhatian khusus. Pasalnya, sejak proses tender, perusahaan ini telah mencuri perhatian dengan beberapa kejanggalan.
“PATGULIPAT” Kemenangan CV. Agung Kusuma
Kemenangan CV. Agung Kusuma pada tender proyek Objek wisata Coban Canggu II menuai kontroversi. Pasalnya, perusahaan ini dinyatakan gugur pada proyek lain karena digolongkan sebagai perusahaan yang tidak tertib pajak.
Hal ini dikarenkan tidak melampirkan NPWP dan bukti SPT pajak pribadi untuk tenaga manajerialnya di lelang proyek VVIP Air Panas. Anehnya dinyatakan menang pada lelang objek wisata Coban Canggu, padahal waktu dan persyaratannya persis sama.
Penelusuran awak media selanjutnya menemukan fakta bahwa Dinas Pariwisata dan UKPBJ Kabupaten Mojokerto diduga telah “Akrab” dengan CV. Agung Kusuma. Pasalnya, perusahaan ini merupakan pemenang tender proyek pada objek yang sama pada tahap sebelumnya tahun 2019.
“Keakkraban” ini tampaknya membuahkan hasil yang manis. CV. Agung Kusuma memenangkan tender meski harus melewati penalaran yang cukup pelik untuk dipahami oleh publik.
Proyek Coban Canggu II Seperti “Siluman”
Ada namun tak terdeteksi. Proyek Objek Wisata Coban Canggu seperti “Siluman”. Memasuki bulan ketiga setelah penandatanganan kontrak, Papan informasi proyek belum juga terpasang. Tidak hanya papan informasi proyek, pekerja yang ditemui dilapangan bahkan tidak mengenal kepada siapa mereka sedang bekerja.
Awak media mencoba mengkonfirmasi kepada Yudi selaku direktur CV. Agung Kusuma. Kepada awak media, disampaikan bahwa papan informasi proyek sudah diserahkan sejak sepekan yang lalu kepada mandor proyek. Lebih lanjut disampaikan bahwa selain direktur, Yudi juga terdaftar sebagai personil manajerial dalam proyek ini.
“Personil manajerial saya sendiri mas, dan terkait papan informasi peroyek insyallah sudah ada karena sudah saya serahkan kepada mandur minggu lalu,” kata Yudi melalui seluler.
Pernyataan Yudi menegaskan bahwa proyek ini seperti siluman. Dalam perjanjian kontrak proyek pemerintah, adalah sebuah kelaziman mencantumkan surat pernyataan bersedia bekerja penuh. Tak terkecuali Personil manajerial. Bila memang Yudi bekerja penuh, mungkinkah tidak mengetahui bahwa papan proyek belum terpasang hingga memasuki bulan ke tiga.
Lebih lanjut awak media mencoba menanyakan informasi terkait konsultan pengawas. Dijelaskan bahwa perusahan menggunakan orang yang bernama Akbar dan Hari, namun untuk bendera perusahaan tidak diketahui dengan pasti.
“benderanya kalau ngak salah dari Sidoarjo,” kata Yudi.
Miris..!! Sorotan terhadap objek wisata Coban Canggu sebuah bentuk keprihatian terhadap longgarnya pengawasan terhadap proyek yang menggukan uang negara.
(Red)

