TANAH DATAR,PRN.id- Penghargaan Adipura adalah suatu hal yang didambakan setiap pemerintah kabupaten dan kota yang ada di Indonesia , dan suatu kebanggaan tersendiri tentunya bagi dinas yang membawahi tupoksi untuk capai penghargaan di bidang kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan.
Namun sangat disayangkan, jika untuk mencapai terget yang diharapkan, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di bawah pemerintahan kabupaten Tanah Datar melakukan hal yang tidak “elok” seperti mengalih fungsikan sebagian dari badan trotoar untuk dijadikan tempat pajang pot bunga.
Hal ini tentu saja bertujuan untuk menjadikan kota Batusangkar (Ibukota Kabupaten Tanah Datar) terlihat hijau dan asri, karena dihiasi oleh bunga ber-pot kotak dengan motif seragam yang bertuliskan sejumlah nama dinas /OPD pada badan pot bunga, tidak terkecuali pot bunga bermerk Emersia Hotel dan BPJS Kesehatan dan merk lainnya.
Paling tidak inilah yang dilkakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup, Permukiman dan Pertamanan kabupaten Tanah Datar saat menanti kedatangan tim penilai Adipura pertengahan Oktober lalu , bahkan sampai sekarang keberadaan pot-pot bunga tersebut masih tetap berjajar disepanjang Trotoar
Pantauan awak media PRN di lapangan Senin (18/12), kondisi tersebut ternyata tidak seindah yang dibayangkan oleh pihak dinas /OPD yang menjadi garda terdepan dalam item kriteria penilaian Tim Adipura.
Akibatnya jelas akan menjadikan trotoar sempit dan keberadaan pot bunga akan menjadikan penghalang bagi pejalan kaki di atas trotoar yang memang sengaja dibuatkan untuk para pejalan kaki oleh pemnerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar.
Kepada PRN Senin (18/12) , salah seorang staf pada bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kabupaten Tanah Datar menyebutkan, bahwa trotoar kota kita sudah sempit, dan ini hanya diperuntukan untuk para pejalan kaki kenapa harus dipergunakan untuk meletakan puluhan pot bunga di atasnya.
Lebih lanjut staf penanggungjawab pada Bidang CK –DPU-PR tersebut menambahkan, bahwa Trotoar itu sudah jelas untuk pejalan kaki, namun jika disalahgunakan kita khawatir akan sempit badan trotoar sehingga pejalan kaki akan menggunakan badan jalan aspal kota.
Ketika dikonfirmasi media ini dengan Kepala Dinas LH, Permukiman dan Pertamanan Ir.Desi Trikorina sekaitan adanya puluhan pot bunga yang berjejer di atas trotoar, Desi malah menanggapi dengan santai bahwa pot bunga itu tidak mengganggu pejalan kaki.
Dari banyak kabupaten dan kota lainnya di mana saja lanjut Desi, pot bunga juga banyak berbaris di atas trotoar , hal ini termasuk merupakan perwujudan keindahan dan ke asrian kota, namun jika ada permasalahan oleh dinas lain, nanti akan dimusayawarhkan.
“ Ya sekiranya ada masalah dengan pot bunga berbaris di trotoar bagi dinas lain nanti akan kita musyawarahkan dengan dinas itu, kalau harus dipindahkan ya tidak masalah kita pindahkan”, tegas Desi. (MAI / PRN)

