PRN Surabaya | Ira Ningrum Resmawa, SE., MM., CMA sebagai Kaprodi Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YAPAN Surabaya, mengatakan bahwa Company Visit merupakan salah satu program kerja himpunan mahasiswa manajemen bidang academic bersama dengan prodi manajemen berupa kegiatan kunjungan ke suatu perusahaan untuk menambah wawasan mahasiswa mengenai dunia kerja. Saat di temui awak media di ruang kerjanya kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YAPAN Surabaya Jl perum Ikip gunung Anyar. Sabtu (11-3-2023).
Sebagai kaprodi Ira Ningrum Resmawa, SE., MM., CMA dalam paparannya menyampaikan, penting Company Visit 2023 hadir sebagai sarana bagi mahasiswa S1 Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YAPAN Surabaya untuk mengenal dunia kerja dan mendapat ilmu secara langsung dari yang berpengalaman di bidang manajemen.
Selanjutnya, bagi mahasiswa bersama lembaga bersama sama memiliki agenda company visit ini mengusung tema, “Get The New Experience and Build Up Your Business Knowledge”. Tema ini diambil agar mahasiswa program studi manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YAPAN menggali lebih dalam pengenalan dan menambah wawasan terkait pengalaman dalam membangun dan mengembangkan pengetahuan bisnis serta entrepreneur.
Wakil Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YAPAN, Dr. Fariz, SE., MM., ICPM menambahkan company visit dimaksudkan agar mahasiswa juga dapat mempersiapkan diri lebih matang sebelum terjun langsung ke dalam dunia bisnis.
Company Visit 2023 dilaksanakan pada hari Jum’at dan Sabtu, 10-11 Maret 2023 yang diikuti 140 mahasiswa program studi manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YAPAN dari semester 2, 4 dan 6 serta didampingi 6 orang Dosen Pendamping diantaranya Rifky Suwaji, S.Mn. MM selaku Sekretaris Program Studi Manajemen, Drs. Erwin Tjahjuadi, M.Si, Miftahul Jannah, SHI., MEI., MM, Faruk S.Sos.I., MM, Arif Hidayat, SE., MM dan Ahmad Effendi, SE., MM.
Adapun Perusahaan yang dikunjungi adalah Kampoeng Batik Laweyan Solo dan PT. Aseli Dagadu Djokdja Yogyakarta.
Pada kunjungan pertama di Kampoeng Batik Laweyan Solo, mahasiswa belajar tentang sejarah berdirinya kampung batik laweyan, bagaimana cara berdagangnya yang memang unik pada zaman dahulu karena melalui jalur laut. Selain itu membatik juga memiliki nilai filosofi yang tinggi karena mengajarkan kita akan kesabaran dan ketekunan.
Kata Dosen Pendamping, Drs. Erwin Tjahjuadi, M.Si, kegiatan membatik ini memberikan pengetahuan bagi mahasiswa agar bisa menghadapi tantangan demi tantangan yang akan mereka lalui. Penjelasan dari Wawan selaku pengelola Kampoeng Batik Laweyan Solo, bahwa sekarang ini mulai berkurangnya generasi penerus para pembatik tulis, keadaan pandemi, hingga tergerusnya budaya batik dikalangan anak muda yang fashion kebarat-baratan. Namun mereka mempunyai solusi yang diluar pemikiran orang lain. Contohnya pada saat pandemi, para UMKM yang ada di kampung batik Laweyan menyesuaikan produk mereka seperti menjadikan kain batiknya menjadi sebuah masker.
Selaku Sekprodi dan Ketua rombongan Rifky Suwaji, S.Mn., MM, mengungkapkan di akhir tour mahasiswa diperlihatkan mengenai teknik pembuatan batik tulis.
Pada kunjungan kedua di PT. Aseli Dagadu Djokdja Yogyakarta, mahasiswa belajar tentang sejarah terbentuknya Dagadu dan cara penjualannya yang unik. Melalui desain-desainnya yang Mindblowing seperti menggunakan kata-kata plesetan maupun ilustrasi yang unik menjadikan dagadu berhasil meraih hati para generasi milenial.
Harapan dari Ketua Prodi Manajemen, Ira Ningrum Resmawa, SE., MM., CMA, company visit ini bisa menjadi wadah dalam menumbuhkan cara berfikir yang luas bagi para mahasiswa dalam menghadapi tantangan didunia usaha dan menambahkan pengetahuan prospek kerja nyata dalam dunia usaha serta persaingannya. Ketua Pelaksana Company Visit sekaligus Ketua Hima Manajemen, M. Farhan Alfarisi juga mengemukakan, “Harapan saya setelah kegiatan ini diadakan, rekan-rekan mahasiswa yang sebagian besar sudah bergelut sebagai pelaku usaha walaupun masih skala kecil dapat lebih mengeksplorasi dan menekuni ilmu yang diperoleh terutama di bidang entrepreneur agar nantinya mampu bersaing dalam mengembangkan usahanya masing-masing” paparnya.(SAE/TRI)

