Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia selama periode 2014-2019 umumnya mencerminkan pengakuan akan keberaniannya dalam mengambil langkah-langkah tegas untuk melindungi sumber daya kelautan Indonesia. Berikut adalah beberapa opini yang dapat diutarakan tentang kinerjanya, Keberanian dalam Penegakan Hukum Susi dikenal karena keberaniannya dalam menangani isu illegal fishing dengan tindakan tegas, seperti penenggelaman kapal-kapal ilegal. Pendekatannya yang keras ini mendapatkan dukungan dari banyak pihak yang prihatin dengan penurunan stok ikan akibat praktik perikanan ilegal. Perlindungan Lingkungan Laut, Dalam menjalankan tugasnya, Susi juga menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pelestarian lingkungan laut. Langkah-langkahnya untuk memperluas kawasan konservasi perairan nasional dan memperketat regulasi penangkapan ikan berkontribusi positif terhadap upaya pelestarian ekosistem laut Indonesia. Dampak Sosial Ekonomi, Kebijakan Susi tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga memperhatikan dampak sosial ekonomi terhadap nelayan dan masyarakat pesisir. Program pemberdayaan nelayan dan pemuda kelautan yang dicanangkan olehnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka melalui pelatihan dan bantuan teknologi. Penghargaan Internasional, Keberhasilan Susi dalam membangun citra Indonesia sebagai negara yang berkomitmen terhadap pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan mendapatkan pengakuan internasional. Dia sering kali diundang sebagai pembicara dalam forum internasional untuk berbagi pengalaman dan kebijakan yang telah diterapkan di Indonesia. Kritik terhadap Pendekatan Tegas, Meskipun banyak mendapatkan pujian, pendekatan Susi yang keras terhadap illegal fishing juga menimbulkan kontroversi. Beberapa pihak mengkritik bahwa tindakan keras ini bisa mempengaruhi hubungan diplomatik dengan negara-negara lain dan menimbulkan dampak ekonomi bagi nelayan yang terlibat secara tidak sengaja dalam praktik illegal fishing. Secara keseluruhan, opini terhadap Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan cenderung positif, terutama dalam hal keberaniannya dalam melindungi sumber daya kelautan Indonesia dan upaya kerasnya untuk meningkatkan keberlanjutan sektor perikanan. Namun, evaluasi terhadap dampak sosial dan ekonomi dari kebijakannya juga penting untuk dipertimbangkan dalam konteks yang lebih luas.
PENULIS : ACHMAD GUFRON
PRODI : ADMINISTRASI PUBLIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO

