By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: Pakar Lingkungan UNAIR Ungkap Risiko Tersembunyi Fenomena Mbediding Bagi Kesehatan Manusia
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » Pakar Lingkungan UNAIR Ungkap Risiko Tersembunyi Fenomena Mbediding Bagi Kesehatan Manusia
KABAR JATIM

Pakar Lingkungan UNAIR Ungkap Risiko Tersembunyi Fenomena Mbediding Bagi Kesehatan Manusia

Redaksi
Last updated: 16 Juli 2025 6:20 pm
Redaksi
Published: 16 Juli 2025
Share
SHARE

Teks Foto istimewa pakar lingkungan Unair

PRN Surabaya | Surabaya – Cuaca dingin menusuk di malam hingga pagi hari belakangan ini, atau yang dikenal dengan istilah mbediding. Di balik langit cerah dan suhu yang menjebak, tersembunyi potensi gangguan serius bagi kesehatan manusia dan keseimbangan lingkungan.

Fenomena ini dijelaskan oleh Wahid Dianbudiyanto ST MSc, pakar Teknik Lingkungan UNAIR, sebagai penurunan tajam suhu udara di malam hari akibat hilangnya penutup awan selama musim kemarau. “Permukaan bumi kehilangan panas lebih cepat karena tidak ada awan yang menahan radiasi balik ke atmosfer,” jelas Wahid Dianbudiyanto dikutip dari Dratf rakyat, Rabu (16/07).

Dipicu Angin Muson. Penyebab utama lainnya adalah hembusan angin muson timur dari Australia yang tengah mengalami musim dingin. Massa udara dingin dan kering masuk ke Indonesia bagian selatan akibat perbedaan tekanan antara benua Asia dan Australia. “Inilah mengapa suhu malam hari bisa turun hingga 17 derajat Celcius, bahkan lebih rendah di dataran tinggi,” tambahnya.

Fenomena ini diperkirakan akan berlangsung hingga September, mengikuti pola puncak musim kemarau. Meski tampak alami, ia mengingatkan bahwa perubahan iklim global bisa memperparah siklus bediding di masa depan.

Dampaknya Tak Sepele. Penurunan suhu yang drastis tak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tapi juga berdampak nyata. “Suhu dingin dapat memicu penyakit pernapasan seperti flu dan asma. Bagi peternakan dan pertanian, suhu ini bisa mengganggu produktivitas dan menyebabkan kematian ternak,” ujarnya. Meski belum ada laporan signifikan, Wahid menyebut risiko akan meningkat jika fenomena berlangsung lebih lama dari biasanya.

Ia menegaskan, masyarakat perlu mewaspadai efek jangka pendek yang sering diabaikan. “Bukan hanya tubuh yang menggigil, tapi juga ketahanan tubuh yang menurun.”

Adaptasi Masyarakat Penting. Tak ada rekomendasi kebijakan khusus, namun edukasi publik perlu ditingkatkan. “Minimal, masyarakat perlu rutin memantau prakiraan cuaca, memakai pakaian hangat saat malam, dan menjaga daya tahan tubuh lewat pola makan sehat dan vitamin,” imbaunya.

Fenomena mbediding bukan bencana, namun bila terus diabaikan bisa berubah jadi peringatan dari alam tentang pentingnya kesiapsiagaan lingkungan. (cyo’/sae)

You Might Also Like

Kapolres Batu Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2022
Pembinaan Kampung KB di Desa Sumberurip Nganjuk
Komunitas Masyarakat Peduli Lingkungan Bergerak Bersihkan Sungai Sarinjing
Audiensi Dinas Perizinan Terkait “Minol” Bersama Aktivis La Lati dan Pemdes Labanasem.
Ikuti Inacraft 2024, Pemkab Kediri Angkat Karya Anak Muda
TAGGED:Pakar Lingkungan UNAIR Ungkap Risiko Tersembunyi Fenomena Mbediding Bagi Kesehatan ManusiaSurabaya
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATIM

Swakelola Rp1,1 Miliar, Perkim Jombang Benahi Trotoar dan Drainase di 6 Ruas Jalan Kota

Redaksi
By Redaksi
2 Oktober 2026
Jatim Fest 2026 Digelar, KAI Daop 8 Surabaya Hadirkan Promo Tiket Kereta hingga 30 Persen
Pemkab Malang Realisasikan Hotmix Pendem Jatisari Pakisaji
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
KPPU Dorong Mahasiswa Pahami Persaingan Usaha untuk Bangun Ekonomi Berdaya Saing

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?