PRN MALANG – Untuk mempererat tali persaudaraan antar umat beragama AKBP YADE SETIAWAN UJUNG. S H.,S.I.K., M.Si Kapolres Malang melaksanakan kegiatan Silaturohmi Kapolres Malang Bersama Tokoh Lintas Agama dan kurang lebih 150 peserta, Dalam Rangka Mewujudkan Kamtibmas Yang Kondusif, pada Senin tanggal 26 Februari 2018 jam 09.00 di Gedung Sanika Satyawada Polres Malang.
Dalam acara ini turut hadir Kapolres Malang, Waka Polres, Kabg Kasat Kasi PJU dan Perwira Polres, Kapolsek jjr Polres Malang, Ketua MUI Kab Malang KH. FADHOL HIJA, DAI KTM Polres Malang/ H.Imam Makhruf, Sekretaris FKUB Kab Malang /H.Sholeh, Ketua GP Anshor./ Husnul Hakim Sy, Suster Sisilia Pertapaan Putri Karmel Poncokusumo, Tokoh Budha Bpk Wakimin, Tokoh Kristen Pdt.MAX.RADJAH, Tohoh Hindu Bpk Ponidi, Undangan tokoh lainnya.
Sementara dalam Sambutan Kapolres Malang antara lain :
1.Puji syukur kepada Tuhan YME , karena atas ridho Nya semata bahwa kita masih bisa berkumpul di gedung ini dalam keadaan sehat walafiat.
2.Disampaikan terima kasih dan selamat datang kepada seluruh undangan yang sudah berkenan hadir dalam forum ini.
3.Kegiatan ini kita laksanakan untuk menindak lanjuti dan mengantisipasi bahwa menyikapi permasalahan issu2 penyerangan kepada para tokoh-tokoh ulama yg diduga oleh orang gila.
4 .Alhamdulillah, di wilayah Kab. Malang sampai saat ini tidak ada dan berharap tdk ada penyerangan kepada tokoh /ulama, dimana info awal, di Lawang dan Pakis ada penyerangan kepada ulama dan sudah diklarifikasi oleh pihak pengurus.
5.Kepada para ulama dan tokoh2 lintas agama yang hadir disini mohon dapatnya memberikan informasi yang menyejukkan kpd seluruh umat dan masyarakat.
5.Polri sudah berkoordinasi dengan pihak Dinkes , Dinsos dan RSJ masalah orang gila ini, serta sudah diperintakan kepada seluruh anggota diwilayah untuk mendata dan silaturohmi dengan pihak keluarga orang diduga gila tersebut utlntuk menjaga agar tidak berkeliaran.
6.Antisipasi issu2 PKI dengan menggunakan sentimen sejarah tahun 1948 dan 1965, kita hrs cerdas serta ini dimunculkan pihak2 tertentu utk menciptakan suasana tidak nyaman.
7.Menurut tokoh Sosial Politik Francis Fukuyama bahwa pertarungan di masa lalu adalah dunia Barat dan Timur antara AS dan Rusia ,runtuhnya Tembok Berlin, dimana pemenangnya adalah system Demokrasi , yang didukung/kepercayaan oleh rakyat.
8.Di Jawa Barat dan Tangerang ada penyerangan kpd umat Budha, selanjutnya di Sleman penyerangan di Gereja, dan merambat ke Lamongan , Madiun, ada penyerangan kepada ulama oleh orang gila, dan bisa dikatakan gila apabila sdh diproses dan dirawat oleh dokter yang berwenang.
9.Waspada tetap harus kita tingkatkan namun jangan sampai kita diadu domba melalui medsos.
10.Contoh baik adalah di Desa Wirotaman , toleransi beragama sangat kental dan luar biasa dan patut kita contoh.
MODERATOR : H.TOPAN:
1.Puji syukur kepada Tuhan YME .
2.Kegiatan ini sangat luar biasa, dan atas prakarsa Bpk Kapolres menjalin komunikasi dan silaturohmi dengan tokoh2 Lintas Agama.
A.DAI KTM GUS AHMADTUREN :
1.Dengan situasi seperti ini agar penggunaan Media sosial yg cenderung Radikal dan yang memuat hal2 spt berita bohong /Hoax agar di bredel/ditutup walau kesannya tdk demokratis, karena nilai manfaatnya tidak ada.
2.Kegiatan sambang ketokoh-tokoh di wilayah Polsek ,sudah bagus dan terus dilakukan di wilayah.
3.Agar kita tokoh-tokoh agama mengajak umatnya tidak saling membenci, tetap bersatu dan tunjukkan kita tidak bs diadu domba , sedangkan untuk issu2 PKI akan tetap diwaspadai s.d anak cucunya karena faham ideologi tidak bisa mati.
B.DAI KTM AHMAD SUYANTO Kalipare.
1.Agar kegiatan ini bisa dilanjutkan tiap 2 atau 3 bulan sekali di Polres dan bisa di Polsek2.
2.Kita harus ada aksi nyata untuk menangkal dengan adanya issu2 diatas.
C.DAI KTM ABD. HADI BANTUR :
1.Jangan takut issu2 ulama diserang orang gila.
2.Kita hanya takut kepada Alloh SWT dan jangan menyampaikan atau ajak2 untuk mempersiapkan diri melawan orang gila.
3.Serahkan kamtibmas kepada Polri yg berwenang selaku pembina Kamtibmas.
JAWABAN KAPOLRES MALANG:
1.Fenomena ini dilakukan kelompok2 tertentu untuk memecah belah kita.
2.Polri melaksanakan giat PREEMTIF, PREVENTIF dan REPRESIF.
Misalnya dengan Cyber Trops Polres, memperingatkan dan telah memproses kpd oknum masyarakat bahwa memviralkan orang gila dengan PKI dan akunnya sudah diblokir.
3.Mari kita jangan mudah diadu domba, perkuat tali silaturohmi dan giat ini memang sudah ditindak lanjuti oleh Polres dan para Kapolsek dengan dukungan Kasat Binmas, Intel dan Reskrim ;
buat spanduk2 himbauan.
KETUA MUI KH.FADHOL HIJA :
1.Selaku tokoh2 agama tetap menyampaikan kepada umat dengan sejuk.
2.Kita tetap waspada atas serangan oleh orang2 yg diduga gila.
3.Kita tetap berdoa kepada Alloh SWT dan lakukan sholat untuk menolak musuh.
4.Sebaik2 umat adalah yang mendatangi ulama,seperti yang sudah diawali oleh Bpk Kapolres , saat pertama kali menjabat diMalang, silaturohmi ke para ulama dan ponpes dan bisa dipertahankan serta ditingkatkan.
KH.Imam Makhruf/Koordinator DAI KTM :
1.Kita satukan perspektif dan satu pernyataan yang sama dapat menyikapi fenomena saat ini.
2.Kita memiliki banyak tokoh2 agama baik Islam dan agama2 yang lain dan mari kita berdayakan dalam kegiatan nyata.
Misalnya kemampuan doanya,dakwahnya serta fatwa2nya.
4.Kalau kita sowan ke Kyai Khos, cukup sampaikan permasalahan dan mohon solusinya atas permasalahan tersebut.
D.Pdt.KUSWANDI /Ketua Paguyuban GEREJA Lwang:
1.Menanggapi issu2 PKI BANGKIT dan PENYERANGAN kepada tokoh Ulama, agar Polri benar2 menciptakan suasana kondusif dengan aksi nyata.
E.DAI KTM WAJAK :
1.Silatutohmi ini bisa dilaksanakan sampai tingkat desa.
2.Bagaimana kita menyikapi dan bisa masuk ke dunia pendidikan atas hasil share terutama dari anak2 yg berusia muda setingkat SMP.
G.DAI KTM GEDANGAN ;
1.Forum ini dimohon bisa berjalan sampai tingkat kecamatan/Polsek, karena di wilayah Gedangan sangat majemuk bagi pemeluk agama.
2.Apabila ada permasalahan akan bisa menghubungi FKUB ditingkat Kecamatan.
KAPOLRES MALANG :
1.Menyikapi fenomena ini ditahun Politik ini, semua sdh mengetahui muaranya kemana.
2.Polri sdh berbuat utk menciptakan suasana aman dan damai, serta amannya diwilayah dan apabila ada berita HOAX tersebut menyebar, akan menjatuhkan Polri dan menurunkan trus public.
FKUB/ H.SHOLEH :
1.Tugas utama FKUB adalah sama dg ulama.
2.Kegiatan FKUB sdh melaksanakan kegiatan sampai ditingkat Kecamatan dan 1 tahun melaksanakan 11 kali kegiatan ,serta peran serta dalam kegiatan Romadhon.
3.Apabila ada issu sara , maka kesempatan pertama segera didatangi dan segera diselesaikan dengan kondusif.
4.Atas pendirian tempat ibadah, FKUB pasti menjembatani dan berdiri didepan dalam melakukan koordinasi antar umat beragama.
5.FKUB Kabupaten akan ikut mendukung dana dalam kegiatan FKUB yang ada di tingkat Kecamatan.
GP ANSHOR/Husnul Hakim Sy :
1.Diharapkan issu2 PKI jangan sampai terpancing karena memiliki sejarah kelam tahun 1948 dan 1965 untuk rakyat Indonesia khususnya para ulama.
2.Kita melihat dan mempelajari gerakan pola serta tidak bereaktif berlebihan, karena ada analisa namun ttp tabayun menyikapi permasalahan yang ada.
3.Memang ada upaya memecah belah anak bangsa dan kita ttp hrs bersinergi untuk menangkal issu2 SARA atau berita HOAX dan berkoordinasi dg Kepolisian.
TOGA DARI SUMAWE ;
1.Antisipasi canggihnya medsos dan wilayah Malang Selatan terkait penyalahgunaan narkoba.
2.Saran ; Petakan kejadian terkait issu bangkitnya PKI.
Dari rangkaian kegiatan ini diambil kesimpulan bahwa :
1.Issu penyerangan oleh orang gila di Wilayah Malang tidak ada.
2.Kejadian diwilayah Lamongan jangan sampak menjalar/terjadi wilayah Kabupaten Malang.
3.Dipondok memang tetap waspada dan apabila menjumpai hal seperti teserbut diatas ; segera amankan dan segera hubungi polsek terdekat dan jangan terlalu reakrif.
4.Polres Malang berkomitmen menjaga para ulama.
5.Tetap melaksanakan dan hormati proses hukum kepada pelaku yang sebar Hoax.
6.Kegiatan tersebut dilaksanakan sampai polsek-polsek.
7.Forum seperti ini/ informal tetap laksanakan sampai tingkat desa.
8.FKUB di bentuk s.d tingkat Kecamatan walau sifatnya tdk formal dan seperti di Polsek Tumpang.
9.Jangan over reaktif atas permasalahan seperti diatas.
10.Jangan sampi diadu domba antar umat beragama , tetap bergadengan tangan untuk ciptakan kondusifitas wilayah Kab. Malang.
Penulis : Humas Polres Malang.

