By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: Dampak Kemarau Dispertabun Kab. Kediri Perkuat Pengendalian OPT Ramah Lingkungan
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » Dampak Kemarau Dispertabun Kab. Kediri Perkuat Pengendalian OPT Ramah Lingkungan
KABAR JATIM

Dampak Kemarau Dispertabun Kab. Kediri Perkuat Pengendalian OPT Ramah Lingkungan

Redaksi
Last updated: 9 Oktober 2026 11:09 am
Redaksi
Published: 9 Oktober 2026
Share
SHARE

PRN Kediri | Puncak musim kemarau 2026 mendorong Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri memperkuat pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dengan pendekatan yang ramah lingkungan. Langkah tersebut dilakukan melalui pemantauan serangan hama sejak dini dan pemanfaatan agen hayati untuk menjaga tanaman tetap produktif sekaligus mempertahankan keseimbangan ekosistem pertanian.

Kepala Bidang Pengelolaan Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, Rini Pudyastuti, mengatakan sejumlah OPT yang perlu diwaspadai pada musim kemarau ini antara lain adalah hama wereng, ulat, maupun penyakit bulai pada tanaman. Menurut Rini, pengendalian OPT di Kabupaten Kediri tidak dilakukan hanya ketika terjadi ledakan hama. Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan atau POPT di setiap kecamatan melakukan pengamatan terhadap perkembangan hama dan penyakit sejak awal pertumbuhan tanaman.
“Pengendalian tidak menunggu sampai terjadi ledakan hama. Tanaman diamati sejak awal, termasuk membandingkan keberadaan hama dengan musuh alaminya,” kata Rini, Rabu, 7 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, keberadaan musuh alami menjadi salah satu bagian penting dalam pengendalian hama terpadu. Ketidakseimbangan ekosistem pertanian dapat memicu peningkatan populasi hama hingga menyebabkan serangan yang lebih luas.
Karena itu, penggunaan agen hayati dilakukan secara terencana untuk membantu menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mencegah perkembangan hama dan penyakit tanaman. Pendekatan tersebut juga menjadi salah satu upaya mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan bahan kimia dalam pengendalian OPT.
“Di alam sebenarnya sudah ada musuh alami hama. Kalau keberadaannya dijaga dan didukung dengan agen hayati, perkembangan hama bisa ditekan sehingga tidak sampai terjadi ledakan OPT,” ujar Rini.

Rini menyebut kondisi serangan OPT di Kabupaten Kediri hingga saat ini relatif terkendali. Menurutnya, pengamatan secara rutin dan pengendalian sejak dini menjadi salah satu faktor yang menjaga serangan hama tetap pada tingkat yang rendah.
Di sisi lain, petani di Kecamatan Wates, Santoso, mengatakan serangan wereng memang menjadi salah satu ancaman yang perlu diantisipasi pada musim kemarau saat ini. Menurutnya, serangan wereng dapat berkembang cepat dan berpotensi mengganggu produksi apabila tidak segera dikendalikan.
“Wereng memang ada dan kalau dibiarkan sangat berbahaya. Karena itu, kami bekerja sama dengan dinas terkait untuk mengantisipasinya,” kata Santoso.

Santoso menambahkan, pengendalian dilakukan secara rutin, termasuk melalui penyemprotan agen hayati. Penggunaan agen hayati dinilai membantu mengendalikan hama sekaligus mengurangi risiko dampak terhadap lingkungan dan hasil pertanian.
“Kami rutin melakukan penanggulangan, terutama pada musim kemarau, dengan menggunakan agen hayati yang lebih ramah lingkungan. Kami juga berharap hasil produksi tetap aman dan tidak terkontaminasi bahan kimia,” ujarnya.

Selain pengendalian OPT, Dispertabun Kediri juga mendorong petani menyesuaikan pola tanam dengan ketersediaan air. Langkah ini diperlukan menyusul prediksi musim hujan yang mengalami kemunduran, sementara puncak musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga November. (ADInfo).

You Might Also Like

Dua Warga Sambi Diringkus Polres Kota Kediri Kedapatan Mengedar Sabu
Jelang Libur Bersama Kemerdekaan; 29.229 Penumpang Gunakan KA di Wilayah Daop 8 Surabaya
Proyek Drainase Desa Permisan Diduga Asal Jadi
Peresmian Balai Desa Dukuh Tengah Kec. Buduran
Kapolda Jatim Beri Bantuan Pada Korban Banjir Jombang Daerah Perbatasan Nganjuk
TAGGED:Dampak Kemarau Dispertabun Kab. Kediri Perkuat Pengendalian OPT Ramah LingkunganKediri
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATIM

Dari Kabuh hingga Kudu, Tembakau Jombang Jadi Penopang 15 Ribu Petani

Redaksi
By Redaksi
7 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
Pembangunan Pelebaran Rabat Beton Bahu Jalan Raya Kasri Bululawang
OJK; Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga Di Tengah Meningkatnya Tekanan Perekonomian Global

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
Dampak Kemarau Dispertabun Kab. Kediri Perkuat Pengendalian OPT Ramah Lingkungan
9 Oktober 2026
Bupati Kediri Penurunan Stunting Harus Real, Bukan untuk Membuat Senang Pimpinan
8 Oktober 2026
Ning Ita Ajak Perempuan Mojokerto Berdaya, UMKM Tumbuh, Ekonomi Keluarga Menguat
8 Oktober 2026
Pembangunan Pelebaran Rabat Beton Bahu Jalan Raya Kasri Bululawang
8 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?