PRN Ngawi | Dalam upaya mendukung pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan, Pemerintah Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, menggelar pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG) pembuatan pupuk organik cair. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Desa Karangasri pada 10 Oktober 2026, dengan melibatkan unsur pemerintah kecamatan, kelompok tani, serta para anggota kelompok tani setempat.
Pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada para petani mengenai cara membuat pupuk organik cair yang mudah, murah, dan dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan pertanian. Melalui kegiatan tersebut, para petani diharapkan mampu mengembangkan penggunaan pupuk organik sebagai salah satu alternatif untuk mendukung produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forpincam) Ngawi, Ketua Kelompok Tani Soko, Raji, Ketua Kelompok Tani Jayasri, Tarmidi, serta Ketua Kelompok Tani Sri Asih, Sumarno. Selain itu, seluruh anggota kelompok tani yang berada di Desa Karangasri turut mengikuti kegiatan pelatihan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Camat Ngawi, Arin Royanto, menyampaikan bahwa pembuatan pupuk organik merupakan salah satu upaya yang dapat dikembangkan oleh petani karena proses pembuatannya relatif mudah dan hasilnya dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan pertanian. Ia berharap para peserta dapat memahami materi yang diberikan dan menerapkannya di lingkungan masing-masing.
Menurut Arin Royanto, pemanfaatan teknologi tepat guna dalam sektor pertanian perlu terus didorong agar petani mampu mengembangkan metode yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Dengan pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pupuk untuk lahan pertanian mereka.
Sementara itu, Ketua Gapoktan Desa Karangasri, Sumarno, menyampaikan bahwa pembuatan pupuk organik memiliki sejumlah keuntungan, terutama dari segi kemudahan proses dan biaya produksi yang relatif rendah. Dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar, petani diharapkan dapat menghasilkan pupuk organik untuk mendukung kegiatan pertanian mereka.
Sumarno juga berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota kelompok tani di Desa Karangasri. Ia optimistis, apabila pengetahuan yang diperoleh diterapkan secara berkelanjutan, kebutuhan pupuk bagi petani dapat lebih terbantu sehingga ketergantungan terhadap pupuk yang harus dibeli dapat dikurangi.
Kepala Desa Karangasri, Haryono Seputra, S.T. menyambut baik pelaksanaan pelatihan pembuatan pupuk organik tersebut. Ia mengaku senang karena kegiatan ini memberikan tambahan pengetahuan kepada para petani, khususnya dalam mencari alternatif pemenuhan kebutuhan pupuk melalui proses pembuatan yang mudah dan biaya yang relatif terjangkau.
Melalui pelatihan Teknologi Tepat Guna ini, Pemerintah Desa Karangasri berharap para petani semakin terampil, mandiri, dan mampu menerapkan pertanian ramah lingkungan. Dengan kerja sama antara pemerintah desa, pihak kecamatan, Gapoktan, serta seluruh kelompok tani, pemanfaatan pupuk organik diharapkan dapat berkembang dan mendukung terwujudnya pertanian yang produktif serta berkelanjutan di Desa Karangasri. (Jatmiko).


