By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: Disdikbud Jombang Kemas Ulang Ludruk Lewat “WUH”, Tradisi 80-an Hadir Lebih Segar
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » Disdikbud Jombang Kemas Ulang Ludruk Lewat “WUH”, Tradisi 80-an Hadir Lebih Segar
KABAR JATIM

Disdikbud Jombang Kemas Ulang Ludruk Lewat “WUH”, Tradisi 80-an Hadir Lebih Segar

Redaksi
Last updated: 13 Oktober 2026 5:16 pm
Redaksi
Published: 13 Oktober 2026
Share
SHARE

PRN JOMBANG | Generasi muda memenuhi Gedung Kesenian Jombang untuk menyaksikan pertunjukan yang selama ini lekat dengan tradisi masyarakat Jawa Timur. Melalui ludruk kontemporer bertajuk “WUH”, Komunitas Tombo Ati berhasil menghadirkan suguhan seni tradisional dengan pendekatan yang lebih segar, sekaligus membuktikan bahwa ludruk masih memiliki daya tarik di tengah gempuran hiburan modern.

Pementasan yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026) itu disambut antusiasme luar biasa. Penonton yang didominasi kalangan remaja dan generasi Z (Gen Z) memadati gedung hingga kapasitas ruangan terisi penuh. Bahkan, panitia harus menyiapkan layar videotron di area luar gedung agar masyarakat yang tidak kebagian tempat tetap dapat menikmati pertunjukan.

Digelar secara gratis untuk umum, pementasan “WUH” menjadi salah satu agenda dalam rangkaian Jombang Fest 2026 untuk menyemarakkan Hari Jadi ke-116 Pemerintah Kabupaten Jombang sekaligus Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.

Difasilitasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Jombang melalui Program Pengembangan Kebudayaan, pertunjukan berlangsung dalam dua sesi, yakni pukul 15.00 WIB dan 19.30 WIB.

Tingginya antusiasme penonton menjadi gambaran bahwa kesenian tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat ketika dihadirkan melalui pendekatan yang menarik dan sesuai dengan perkembangan zaman

Ada yang menarik dari pementasan “WUH”. Panitia tidak hanya menyuguhkan pertunjukan di atas panggung, tetapi juga menghidupkan kembali atmosfer menonton ludruk era 1980-an melalui kehadiran jajanan tradisional di area luar gedung.

Tahu goreng, kacang rebus, hingga klanting menjadi bagian dari suasana yang membawa penonton bernostalgia pada tradisi hiburan rakyat tempo dulu. Konsep ini menghadirkan perpaduan antara pengalaman budaya masa lalu dan kemasan pertunjukan yang lebih kontemporer.

Di tengah perubahan pola konsumsi hiburan masyarakat, terutama di kalangan anak muda, inovasi tersebut menjadi pendekatan untuk memperkenalkan kembali ludruk tanpa melepaskan karakter aslinya. Tradisi tidak sekadar dipertahankan, tetapi juga diberi ruang untuk berkembang dan menjangkau penonton lintas generasi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Dra. Wor Windari, http://M.Si., melalui Kepala Bidang Kebudayaan Dikbud Jombang, Anom Antono, http://S.Sn., menjelaskan bahwa ludruk merupakan teater rakyat khas Jawa Timur yang memadukan dialog, humor, musik, dan cerita kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Melalui pertunjukan ini, Dikbud Jombang berupaya menghadirkan seni ludruk dalam format yang lebih segar dan relevan. Format kontemporer dipilih agar ludruk tetap diminati oleh generasi muda tanpa menghilangkan ciri khas dan nilai budaya yang dikandungnya,” ujar Anom.

Apresiasi juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Jombang. Dalam sambutan Bupati Jombang Warsubi yang dibacakan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jombang, Drs. Anwar, http://M.KP., pemerintah menyampaikan terima kasih kepada Komunitas Tombo Ati, para budayawan, seniman, serta seluruh panitia yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurut Anwar, perubahan zaman turut mengubah cara masyarakat menikmati seni. Karena itu, pembaruan dalam penyajian kesenian tradisional diperlukan agar warisan budaya tetap relevan dan mampu menarik minat generasi penerus.

“Gedung Kesenian ini kami hadirkan sebagai ruang berkarya, berekspresi, dan bertemunya para seniman dengan masyarakat. Mari kita manfaatkan bersama, kenali dan cintai kebudayaan kita, berikan apresiasi kepada para seniman, dan jaga agar kesenian Jombang tetap hidup bagi generasi mendatang,” kata Anwar saat membacakan pesan Bupati.

Pementasan tersebut turut dihadiri Bunda Literasi Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, anggota DPRD Kabupaten Jombang, staf ahli Bupati, sejumlah kepala perangkat daerah, serta para pegiat budaya.

Pementasan “WUH” tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan Jombang Fest 2026, tetapi juga menghadirkan pesan penting tentang keberlanjutan kebudayaan daerah. Antusiasme generasi muda menjadi modal berharga bagi upaya memperkenalkan seni tradisional kepada khalayak yang lebih luas.

Ludruk pada akhirnya bukan sekadar pertunjukan yang mengandalkan humor dan cerita kehidupan sehari-hari. Di dalamnya terdapat identitas, nilai sosial, dan jejak kebudayaan yang tumbuh bersama masyarakat Jawa Timur.

Melalui kreativitas Komunitas Tombo Ati dan dukungan pemerintah daerah, panggung ludruk di Jombang menunjukkan bahwa kesenian tradisional tidak harus ditinggalkan ketika zaman berubah. Justru dengan inovasi yang tetap berpijak pada akar budaya, tradisi dapat terus hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (Ber).

You Might Also Like

Kerusakan Jalan Ki Ageng Gribig Gang 5 Di Respon Cepat Pelaksana Proyek Dengan Langsung Diperbaiki
Forum IKM Dukung Pencalonan Khofifah-Emil Maju Pilgub Jatim 2024
Kakek yang Hidup Sebatang Kara Tewas Dalam Kamar
“Mosok Iyo..Coba Tanya Kepegawaian” Bupati Magetan Luluskan CPNS yang Ultahnya Sama
Pengaduan Dugaan Penipuan Penggelapan Dialami Alumni Santri Pondok Pesantren At-Tahdzib, DIHENTIKAN Reskrim Polres Jombang. Ternyata ini Faktanya
TAGGED:Disdikbud Jombang Kemas Ulang Ludruk Lewat "WUH"JombangTradisi 80-an Hadir Lebih Segar
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATIM

Peringati HUT ke-81 Provinsi Jawa Timur, Pemkot Mojokerto Perkuat Semangat Pembangunan Berkelanjutan

Redaksi
By Redaksi
12 Oktober 2026
Jombang Target 100 Varietas Baru, Wonosalam Ingin Lepas dari Bayang-bayang Durian Bido
Bupati Kediri Cek Langsung Progres Pembangunan Museum Tahap Tiga
Desa Karangasri Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik, Dukung Pertanian Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan
Bupati Sragen Apresiasi Peran PG Mojo, PT SGN Perkuat Komitmen ESG dan Kesejahteraan Petani Tebu

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
Disdikbud Jombang Kemas Ulang Ludruk Lewat “WUH”, Tradisi 80-an Hadir Lebih Segar
13 Oktober 2026
Hadapi Potensi Erupsi Gunung Kelud, Pemkab Kediri Gelar Simulasi Evakuasi
13 Oktober 2026
Hadapi Potensi Erupsi Gunung Kelud, Pemkab Kediri Gelar Simulasi Evakuasi
13 Oktober 2026
Peringati HUT ke-81 Provinsi Jawa Timur, Pemkot Mojokerto Perkuat Semangat Pembangunan Berkelanjutan
12 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?