By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: OJK Dorong Generasi Muda Pahami Peluang dan Risiko Tokenisasi Aset Nyata
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » OJK Dorong Generasi Muda Pahami Peluang dan Risiko Tokenisasi Aset Nyata
KABAR JATIM

OJK Dorong Generasi Muda Pahami Peluang dan Risiko Tokenisasi Aset Nyata

Redaksi
Last updated: 14 Oktober 2026 7:30 pm
Redaksi
Published: 14 Oktober 2026
Share
SHARE

PRN  Surabaya  |  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong generasi muda untuk memahami peluang dan risiko tokenisasi aset nyata atau Real World Assets (RWA) seiring dengan perkembangan inovasi keuangan digital di Indonesia, sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya legalitas, keamanan, dan pelindungan konsumen dalam memanfaatkan produk dan layanan keuangan digital.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Digital Financial Literacy (DFL) 2026 bertema “Dari Aset Nyata ke Aset Digital, Kenalan dengan Tokenisasi dan Peluang di Indonesia” yang menghadirkan Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Adi Budiarso sebagai pembicara dalam kuliah umum di Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, Senin (12/10).

Dalam kesempatan tersebut, Adi menekankan bahwa kesiapan Indonesia menghadapi perkembangan teknologi keuangan perlu ditopang oleh peningkatan kapasitas regulator, pelaku industri, dan masyarakat. Penguasaan teknologi perlu berjalan seiring dengan kemampuan mengelola risiko agar manfaat digitalisasi dapat dirasakan secara lebih luas.

“Perkembangan inovasi keuangan digital berlangsung sangat cepat, sehingga kita harus terus meningkatkan kapasitas agar tidak tertinggal. Kerangka regulasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, disertai peningkatan kapasitas sumber daya manusia, baik di industri maupun regulator. Hal ini penting agar kita tetap relevan dan mampu memanfaatkan peluang inovasi digital untuk mendukung pengembangan sektor keuangan,” ujar Adi.

Menurut Adi, kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence), Big Data, komputasi awan (Cloud Computing), dan teknologi buku besar terdistribusi (Distributed Ledger Technology /DLT) membuka berbagai peluang pengembangan produk dan layanan keuangan. Namun, perkembangan tersebut perlu berjalan seiring dengan penguatan kerangka regulasi, tata kelola, keamanan teknologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Adi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator, industri, pemerintah, dan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem inovasi keuangan digital yang adaptif, kredibel, dan berkelanjutan. Dengan semangat gotong royong, pengetahuan akademik dan pengalaman industri dapat memperkuat pengembangan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia.

Tokenisasi Aset Nyata untuk Mendukung Perekonomian Indonesia
Salah satu inovasi keuangan digital yang menjadi fokus pembahasan dalam kegiatan DFL 2026 adalah tokenisasi RWA, yaitu proses representasi digital atas aset nyata atau hak ekonomi yang berkaitan dengan aset tersebut melalui pemanfaatan teknologi digital, termasuk DLT.

Tokenisasi RWA berpotensi meningkatkan efisiensi transaksi, memperluas akses terhadap instrumen keuangan, serta mendukung pengembangan alternatif pembiayaan dan pendalaman pasar keuangan. Dalam konteks Indonesia, potensi tersebut membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi lebih luas dalam kegiatan ekonomi, dengan tetap memperhatikan karakteristik dan risiko setiap produk.

Adi menyampaikan bahwa peluang pengembangan inovasi keuangan digital di Indonesia tercermin dalam berbagai model yang telah mengikuti mekanisme Sandbox OJK.

“Indonesia memiliki peluang yang sangat besar dalam pengembangan inovasi keuangan digital. Saat ini, sejumlah inovasi telah melalui mekanisme Sandbox OJK, antara lain tokenisasi emas, tokenisasi surat utang negara, dan tokenisasi manfaat properti. Perkembangan ini menunjukkan besarnya peluang yang dapat kita manfaatkan melalui kolaborasi untuk mendukung pengembangan sektor keuangan dan perekonomian Indonesia,” kata Adi.

Agar potensi tersebut dapat berkembang secara bertanggung jawab, pengembangan tokenisasi memerlukan kepastian hukum, tata kelola yang baik, keamanan teknologi, serta kejelasan hak dan kewajiban para pihak.

Kepercayaan masyarakat perlu dibangun melalui transparansi dan pelindungan konsumen yang memadai.
Melalui Sandbox, OJK memfasilitasi pengujian dan pengembangan inovasi teknologi sektor keuangan dengan tetap memperhatikan aspek regulasi, pengelolaan risiko, dan pelindungan konsumen. Pengujian ini membantu menilai kesiapan inovasi sebelum manfaatnya dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Penguatan Literasi dan Pelindungan Generasi Muda

Sejalan dengan peluang tersebut, Adi mengingatkan mahasiswa untuk berhati-hati dalam berinvestasi pada aset keuangan digital. Pemahaman atas legalitas penyelenggara, karakteristik produk, dan risiko investasi menjadi bekal penting sebelum mengambil keputusan.

Selain memahami peluang inovasi, Adi mengingatkan mahasiswa untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko investasi aset keuangan digital, termasuk dengan memastikan legalitas penyelenggara dan memahami karakteristik produk sebelum mengambil keputusan investasi.

“Dalam berinvestasi, kita harus memperhatikan dua aspek utama, yaitu legal dan logis. Pastikan produk dan penyelenggaranya memiliki legalitas yang jelas serta jangan mudah tergiur dengan penawaran keuntungan yang tidak masuk akal. Lakukan riset secara mandiri, pahami risikonya, dan jangan mengambil keputusan investasi hanya karena mengikuti orang lain atau takut tertinggal tren (FOMO),” tegas Adi.

Menurut Adi, meningkatnya pemanfaatan teknologi digital oleh masyarakat perlu diimbangi dengan literasi keuangan yang memadai. Pengetahuan tersebut membantu generasi muda menimbang informasi, memahami risiko, dan mengambil keputusan keuangan secara bijak serta bertanggung jawab.

Adi juga mengajak mahasiswa membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak usia muda. Menabung dan berinvestasi sesuai kebutuhan, kemampuan, serta profil risiko menjadi langkah untuk mempersiapkan kesejahteraan finansial jangka panjang. (cyo/sae).

You Might Also Like

Media PENA RAKYAT NEWS Mengucapkan SELAMAT Atas Dilantiknya Abdus Salam, SST,ME Sebagai Kepala BPS Kabupaten Banyuwangi
Bertambahnya 4 Pasien Positif Covid-19 Di kabupaten Sumenep Menjadi 16 Orang
BRI Gandeng Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja, Implementasikan Program NEW PASAR. ID Kepada Pedagang Pasar Besar Ngawi
Pelantikan Dan Pengambilan Sumpah Perangkat Desa Jenangan Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo Tahun 2023
Pemdes Jatigreges Bersama Warga Guyub Rukun Rehab Rumah Janda Lansia
TAGGED:OJK Dorong Generasi Muda Pahami Peluang dan Risiko Tokenisasi Aset NyataSurabaya
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATIM

Bupati Kediri Cek Langsung Progres Pembangunan Museum Tahap Tiga

Redaksi
By Redaksi
12 Oktober 2026
Siapkan Agen Perlinsos, Bupati Kediri Dorong Percepatan Aktivasi IKD
DLH Mojokerto Bantah Pernah Terbitkan Surat Terkait Limbah PT Pradha, Hak Jawab HRD dan Oknum Intel Kodim Dipertanyakan
Dampak Kemarau Dispertabun Kab. Kediri Perkuat Pengendalian OPT Ramah Lingkungan
Disdikbud Jombang Kemas Ulang Ludruk Lewat “WUH”, Tradisi 80-an Hadir Lebih Segar

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
OJK Dorong Generasi Muda Pahami Peluang dan Risiko Tokenisasi Aset Nyata
14 Oktober 2026
Bantuan BK Provinsi Jawa Timur Rp100 Juta, Desa Cantel Bangun Jalan Paving di Dusun Ngladok
14 Oktober 2026
Siapkan Agen Perlinsos, Bupati Kediri Dorong Percepatan Aktivasi IKD
14 Oktober 2026
Disdikbud Jombang Kemas Ulang Ludruk Lewat “WUH”, Tradisi 80-an Hadir Lebih Segar
13 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?