PRN JOMBANG – Jembatan penghubung 2 kecamatan Wonosalam dan Bareng yang terletak di desa Jenisgelaran kecamatan Bareng saat ini dalam kondisi mengkawatirkan dan sangat membahayakan pengguna jalan.
Dari pantauan awak media terkesan ada pembiaran dari Dinas PUPR Kabupaten Jombang dan menunggu biar jembatan ambruk dan memakan korban.
Padahal jembatan tersebut sekarang dalam kondisi toping tanahnya setengah jalan sudah longsor dan aspal pèlapisnya sudah mengalami keretakan.
Dalam kondisi seperti ini sangat membahayakan bagi pengemudi dan pengendara yang melewati kususnya masyarakat desa Jenisgelaran kecamatan Bareng.
Jembatan ini sudah berumur lama semenjak tahun 1964 dan di sempurnakan bangunannya hingga di resmikan pada tahun 1985. Ungkap salah satu warga yang tidak berkenan disebut namanya.
Senada juga disampaikan oleh H Sudar kepala desa Jenisgelaran apabila jembatan itu ambruk yang jelas banyak memakan korban, pasalnya jembatan tersebut adalah penghubung antara kecamatan Wonosalam dan Bareng sebagai jalur niaga kendaraan roda 4 juga.
Kepala desa Jenisgelaran juga menambahkan dengan kondisi jembatan yang sudah membahayakan itu masyarakat yang hendak menjual hasil pertanian atau perdagangan jadi terhambat dan membutuhkan waktu yang cukup lama karena harus memutar ke Wonosalam atau ke Bareng dulu.
Sementara sampai detik ini pihak desa melalui Kepala Desa sudah Pengajuan permohonan peninjauan dan perbaikan jembatan kepada pemerintah daerah namun belum ada realisasi atau tindakan apapun.
Harapan terbesar Kepala Desa Jenisgelaran sebagai penyambung lidah aspirasi warganya berharap bapak bupati melalui Dinas PUPR Kabupaten Jombang agar secepatnya meninjau kondisi jembatan dan melakukan perbaikan sebelum jembatan ini ambruk.( giant )

