PRN – Sebuah pemandangan unik dan menarik terjadi saat pertandingan antara Iran melawan Spanyol pada hari Rabu (20/6) kemarin malam waktu setempat. Tidak seperti fans dan suporter negara lain, saat itu para wanita Iran berbondong-bondong datan ke Stadion Azadi di Teheran untuk menyaksikan kesebelasan negara mereka.
Pasalnya, Dewan Provinsi Teheran membuat sebuah keputusan di pagi harinya. Keputusan tersebut adalah memperbolehkan wanita Iran untuk menyaksikan tim nasional mereka di stadion terbesar di negara tersebut. Tentu saja hal ini disambut dengan suka cita dan gegap gempita hingga turun ke jalanan.
Meski Iran saat itu mengalami kekalahan tipis dari Spanyol, namun hal tersebut tidak menjadi persoalan bagi para wanita Iran. Mereka lebih memilih untuk lebih menikmati perayaan udara segar atas belenggu pelarangan menonton pertandingan olah raga di tempat umum sejak tahun 1979.
Dilansir oleh cnnindonesia.com (21/6/2018), Open Stadiums, sebuah kelompon wanita Iran telah berjuang dan mengadvokasi hak para wanita untuk dapat memasuki stadion olahraga selama beberapa tahun terakhir. Tentu saja keputusan ini disambut baik oleh Open Stadiums. Para anggota Open Stadiums langsung mendatangi Stadion Azadi pada pukul 10.30 malam waktu setempat. Beberapa saat sebelum pertandingan sepakbola dimulai, barulah mereka diperkenankan untuk masuk stadion.
Salah seorang aktivis wanita Iran, Ghoncheh Gavani turut hadir dalam acara nonton bareng di stadion itu.
“Luar biasa! Bagi kami para wanita, ini pertama kalinya kami melihat 100 ribu orang hadir dan berkumpul di stadion. Hebat! Setelah pertandingan berakhir, bahkan orang-orang masih terus berada di stadion, menikmati kebebasan ini”, ujar Gavani kepada NBC News (21/6/2018).
Sementara itu, menurut kantor berita Iran, keputusan yang dikeluarkan untuk membiarkan wanita menonton di stadion sebenarnya hanya berlaku khusus untuk pertandingan Iran melawan Spanyol kemarin malam. Namun demikian, besar harapan bagi para wanita Iran agar momentum tersebut dapat menjadi langkah awal atas sebuah kebijakan yang bersifat jangka panjang.
Hingga saat ini wanita Iran sebenarnya masih belum diperbolehkan untuk menyaksikan pertandingan olahrga apapun secara langsung. Sara, salah seorang anggota Open Stadiums, pesimis Dewan akan mengubah kebijakan larangan tersebut.
“Mereka (dewan) sepertinya bermain-main dengan kami (wanita iran) dan media”, ujar Sara.
Menurut Organisasi Non Pemerintah, Center for Human Rights in Iran (CHRI), Iran merupakan satu-satunya negara peserta Piala Dunia 2018 yang melarang wanita untuk masuk ke dalam stadion. Sebelumnya Arab Saudi juga memiliki aturan yang sama seperti Iran. Namun, pada awal tahun ini pemerintah Arab Saudi mencabut larangan tersebut atas arahan dari Pangeran Mohammad bin Salman. (net)

