By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: Tuntutan FPII di Sikapi Komisi I DPR – RI
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » Tuntutan FPII di Sikapi Komisi I DPR – RI
NUSANTARA

Tuntutan FPII di Sikapi Komisi I DPR – RI

putri pena
Last updated: 30 Mei 2017 11:09 pm
putri pena
Published: 22 April 2017
Share
SHARE

Jakarta, PRN.id – Setelah digelar aksi Forum Pers Independent Indonesia (FPII), Kamis (13/4) kemarin, terkait tuntutan cabut verifikasi media, QR Code versi dewan pers, stop diskriminalisasi wartawan di seluruh Indonesia, dan medesak digelarnya Rapat Dengar Pendapat (RDP), langsung disikapi oleh Komisi I DPR–RI.

Komisi I yang diwakili Meutya Hafid, selaku wakil ketua Komisi I DPR-RI, Dave Akhbarsyah Fikarno Laksono, ME selaku anggota DPR-RI Komisi I badan kerjasama antara parlemen, dan kedua fraksi lainnya dari PDIP dan Golkar.

Adapun perwakilan dari Forum Pers Independent Indonesia (FPII) yang hadir dalam audience tersebut adalah Kasihhati (Ketua Presidium FPII), Edy Piliang (Jubir Presidium), R. Dean (Dewan Etik Presidium), Opan (Ketua Setnas FPII), Jalu (Deputi Organisasi), Hefrizal (Deputi Jaringan), Wesly (Deputi Advokasi), Obor Panjaitan (Deputi Kajian), serta Gusti, Black, Baso dan Wulan dari Pengurus setnas FPII.

Pertemuan antara FPII dengan Komisi I DPR-RI berlangsung dengan singkat, dan hanya menghasilkan beberapa poin saja, hal tersebut disampaikan Opan selaku Ketua Setnas FPII saat dijumpai awak media di gedung DPR-RI, Kamis (17/4) kemarin.

Menurutnya, verifikasi media versi dewan pers sangat terburu-buru tanpa adanya sosialisasi yang jelas. Bahkan katanya, 74 media yang diverifikasi tersebut adalah hasil dari piagam Palembang tahun 2010. “ Fatalnya, verifikasi tersebut telah membunuh perkembangan media dan kemerdekaan pers, ini harus disikapi dengan serius “, lanjut Opan.

Tuntutan FPII menjadi catatan khusus komisi I DPR-RI, hal tersebut disampaikan Meutya Hafid saat menjawab audience FPII diruang MKD DPR-RI. “ Tuntutan FPII bisa kami rasakan, dikarenakan belum adanya tata kelola kewartawanan yang baik selama ini “, sambut Meutya.

Meutya juga menyampaikan akan memanggil ketua Dewan Pers atas tuntutan FPII.  Imbuhnya, Komisi I memang jarang bertemu dengan pengurus dewan pers, dan bisa dihitung dengan jari. Bahkan mungkin bisa setahun sekali pemanggilan dewan pers terkait anggaran APBN untuk kebutuhan dewan pers pertahunnya.

“ Kami dari komisi I DPR-RI akan mempelajari FPII ini, jika memang dirasakan verifikasi media tersebut belum saatnya diberlakukan, maka kami akan meminta dewan pers untuk mencabutnya sebelum adanya sosialisasi, dan ketentuan-ketentuan untuk verifikasi dipahami seluruhnya “, kata Meutya didepan Pengurus FPII.

Untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP), Meutya meminta FPII untuk segera melengkapi beberapa persyaratan yang memang diperlukan adanya RDP.

Ditempat yang sama, ketua Deputi Jaringan FPII, Hefrizal mendesak dewan pers melalui komisi I DPR-RI agar segera menggelar siaran Pers untuk mencabut edaran-edaran yang sudah disebarluaskan ke instansi-instansi pemerintah, TNI dan Polri bahwa verifikasi yang sudah tersebar tersebut dibatalkan. (red/adv.FPII)

You Might Also Like

Apel Hari Bela Negara di Puspem Mejayan Madiun
PEMBANGUNAN BERDIKARI JOKOWI JADI ‘AMNESIA’
KPPU Ungkap Ada Dugaan Pelanggaran Persaingan Pada Distribusi Pasokan AC Merek AUX
Bupati Bantaeng Apresiasi Taman Bermain Ramah Anak di Tappanjeng
Korban Perahu Disambar Petir Adalah Nelayan Tulen, Haruskah Pemerintah Tutup Mata ?
TAGGED:FPIIJakarta
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATIM

Swakelola Rp1,1 Miliar, Perkim Jombang Benahi Trotoar dan Drainase di 6 Ruas Jalan Kota

Redaksi
By Redaksi
2 Oktober 2026
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
KPPU Dorong Mahasiswa Pahami Persaingan Usaha untuk Bangun Ekonomi Berdaya Saing
Jatim Fest 2026 Digelar, KAI Daop 8 Surabaya Hadirkan Promo Tiket Kereta hingga 30 Persen
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?