By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: FPII Gelar Deklarasi di Gedung Joeang ’45 Jakarta
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » FPII Gelar Deklarasi di Gedung Joeang ’45 Jakarta
NUSANTARA

FPII Gelar Deklarasi di Gedung Joeang ’45 Jakarta

putri pena
Last updated: 30 Mei 2017 10:41 pm
putri pena
Published: 28 Mei 2017
Share
SHARE

JAKARTA, PRN.id – Setelah tahap demi tahap pergerakan FPII demi memperjuangkan hak insan pers yang terbelenggu oleh kebijakan Dewan Pers yang telah melakukan intimidasi, diskriminasi dan membatasi ruang gerak  dan meng-intimidasi awak media (jurnalis) dalam melakukan tugasnya di lapangan. Forum Pers Independent Indonesia (FPII) wadah pemersatu insan pers (jurnalis) gelar deklarasi di Gedung Joeang ’45 Cikini Menteng Jakarta Pusat, Senin (22/5/2017).

Anggota FPII dari berbagai daerah di Indonesia yang mayoritas dari beberapa kelompok media dan jurnalis yang merasa diabaikan dan terabaikan atas pembelengguan oleh Dewan Pers. Melalui perwakilan media masing-masing dengan penuh semangat berdatangan untuk hadiri acara deklarasi ini. Karena merasa gembira dengan hadirnya wadah baru ini, wadah pemersatu insan pers yang terbentuk dalam satu forum yakni FPII.

Deklarasi ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh nasional, diantaranya adalah Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo yang diwakili oleh Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto, Pemerhati Bangsa Bapak Jeri Lumelle (staf khusus Presiden Jokowi), ketua LSM Anak Bangsa Sejati (ABS) Ferdinand, salah satu Wartawan Senior Satrio Arismunandar  dan hadir pula sekjen AWDI (Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia) Budi Wahyudin, Direktur Utama LSM Pelopor Marao H.Hasibuan, sekjen Partai Priboemi Heikal Jafar, Staf Kemenminfo dan para undangan lainnya.

Acara dibuka dengan lagu Indonesia Raya dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video tentang kekerasan yang telah dialami oleh beberapa insan jurnalis di Indonesia, sambutan-sambutan, pelantikan setwil dan penyematan atribut (jasket) sebagai simbolis terbentuknya forum wadah pemersatu insan pers Indonesia yakni FPII, kemudian diakhiri dengan hiburan yang dipersembahkan oleh beberapa artis Ibukota HCR Band pelantun Pengen Jadi Artis, Ayu Lestari, Diara Amelia, Ratna Pandita dengan Host Daniel Bond dan Dewi Sherdina.

Geliat pergerakan insan pers / Jurnalis di NKRI selalu mengalami dinamika perubahan baik dari sisi aturan pembelengguan kebebasan wartawan dalam melakukan tugasnya maupun dari sisi perlakuan yang tidak memanusiakan oleh suatu kelompok institusi atau intansi terhadap peran dan figur ‘kuli tinta’.

Dewan pers selaku wadah organisasi insan pers di Indonesia yang seharusnya berempati dan bersimpati dalam memperjuangkan peran pers/wartawan, malah mengeluarkan aturan pembelengguan terhadap kebebasan insan pers dalam berkarya dan melakukan tugasnya.

Diberlakukannya kode barkot terhadap media atas pembenaran dewan pers guna legalisasi payung hukum awak media dilapangan jelas sangat merugikan dan membatasi ruang gerak dari sekian banyak jurnalis dalam mencari berita. Tetapi bagi awak media yang memiliki anggota berjumlah ribuan dilapangan jelas merasa dirugikan karena sangat membatasi ruang gerak dari sekian banyak jurnalis dalam mencari berita.

Adanya UU Pers no 40/99 tentang PERS sebagai payung hukum untuk kebebasan wartawan dalam pencarian berita dianggap Dewan Pers tidak mempunyai makna dan marwah sehingga harus mengeluarkan aturan lain yang dapat membatasi ruang gerak wartawan dilapangan.

Dalam sambutannya, selaku Ketua Presedium FPII Kasihahhati menuturkan, banyaknya kejadian intimidasi dan kekerasan (diskriminasi) terhadap aktifitas jurnalis diseluruh wilayah Indonesia, menjadi dasar terbentuknya FPII, organisasi jurnalis yang independen ini. “Diduga Dewan Pers sudah tidak Independen, maka terbentuklah FPII. Hal ini sangat bermanfaat agar para jurnalis bisa mempunyai wadah untuk mempertahankan nilai–nilai PERS sesuai UU PERS yang telah ditetapkan dan dapat membela teman-teman wartawan yang terintimidasi, namun tidak pernah dibela oleh Dewan Pers,” ujarnya.

Paska pemutaran film yang memuat tema tentang terjadinya kekerasan terhadap jurnalis, Kapuspen TNI menyampaikan bahwa semoga organisasi FPII dapat meminimalisir isue atau berita yang bersifat Hoaks dan menyatakan permohonan maaf bahwa jika ada oknum TNI yang melakukan intimidasi terhadap jurnalis maka itu akan menjadi yang terakhir.

Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo, menyampaikan permintaan maaf atas ketidak hadirannya saat Deklarasi FPII dikarenakan adanya kegiatan rapat mendadak. Ucapan Selamat diberikan oleh Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo melalui Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, atas terbentuknya FPII di Indonesia ini dan berharap kehadiran FPII akan bermanfaat bagi masyarakat serta bangsa dan Negara Indonesia. Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, mengatakan pemecah persatuan banyak terjadi dimana-mana lewat penyebaran berita-berita Hoax ( Berita Bohong ).

“Tidak bisa menjelaskan semuanya, tapi setiap hari berita hoax itu selalu ada. Dan saya berharap dengan adanya FPII ini dapat menjadi Garda terdepan dan Motivator dalam menjaga NKRI dari upaya-upaya pemecah pemersatuan Negara Indonesia lewat berita Hoax,” ujar Kapuspen TNI saat memberikan kata sambutannya.

Salah satu Wartawan Senior Satrio Arismunandar juga mengatakan, seorang wartawan harus mengabarkan berita yang benar-benar atau sesuai dengan fakta dan data dilapangan, walaupun kabar kebenaran tersebut akan mendapatkan resiko yang harus dihadapi, baik kemarahan dan kekerasan. “Jadi, jika benar katakan benar, dan jika salah katakan salah. Meskipun akan banyak resiko yang menimpa kepada dirinya nanti. Dan seorang wartawan juga tidak boleh berhenti membaca untuk terus berkembang mengikuti zaman. Sesuai dengan namanya ‘jurnalis’ jujur eksternal dalam menulis, yang dalam artian sebagai seorang jurnalis dalam menyampaikan informasi dari bentuk tulisannya harus jujur, terbuka ,” katanya.

Fungsi wartawan itu sangatlah penting bagi bangsa dan negara, karena wartawan bertugas untuk mendorong bangsa ini agar lebih maju, melalui informasi yang didapatkan dan kemudian mengabarkan kepada seluruh masyarakat dan pemerintah. Juga menjaga Keutuhan, Persatuan dan Kesatuan NKRI ini. Karena warga negara berhak mendapatkan informasi (berita) yang sebenar-benarnya. “Maka dari itu, kita sebagai insan pers, mari kita bersatu untuk berjuang demi kebebasan pers,” tambah Satrio Arismunandar.

Presiden Anak Bangsa Sejati (ABS) Selaku Pembina Di FPII Ferdinand berharap FPII dapat menjadi wadah baru pemersatu Insan Pers Independent di Indonesia. “Jaga jalinan cinta kasih untuk satu tujuan indonesia jaya, maka FPII juga akan jaya selaras dengan sendirinya,” ungkapnya.

Staf Ahli Presiden RI Joko Widodo, Jeri Lumelle juga turut merasa bangga dengan hadirnya FPII bisa menjadi wadah pemersatu Insan Pers sekaligus berharap bisa menjadi Garda terdepan dalam pemersatu dan pembangunan NKRI. (put/aLdo)

You Might Also Like

Gelar IAWP Pertama Kali, Kapolri: Indonesia Mampu Laksanakan Event Internasional di Tengah Pandemi
Ratusan Kader DPC PDI-P Bekasi Dan Segenap Ormas Geruduk Gedung DPP PDI-P Terkait “Isu” Kemunculan Nama Baru Dalam Daftar Calon Walikota Bekasi
Di Duga Kades Baleromo Mencoret Daftar BLT/Dana Desa Hasil Musdes
Kecelakaan Lalu Lintas “Tragis” di Jln. Jendral Sudirman Bekasi Selatan
Tata Cara Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 melalui SIAPkerja dan Skillhub Kemnaker
TAGGED:FPIIJakarta
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATIM

KPPU Dorong Mahasiswa Pahami Persaingan Usaha untuk Bangun Ekonomi Berdaya Saing

Redaksi
By Redaksi
30 September 2026
Swakelola Rp1,1 Miliar, Perkim Jombang Benahi Trotoar dan Drainase di 6 Ruas Jalan Kota
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?