Depok, penarakyatnews.id – 13 Nopember 2017
Bak Perang Brontoyudo kasus dipersidangan pidana KSP Pandawa Mandiri Group pada detik-detik putusan (Saat ini pembacaan tuntutan Jaksa,Red);
Pada tanggal 13-11-2017 terjadi lagi demo yang kedua kalinya dari kalangan Kreditur pailit yang dengan sangat jelas diduga ditunggangi oleh orang-orang yang mementingkan keuntungan pribadinya dengan cara mengadu domba antara anggota pandawa yang terdaftar pada kreditur pailit dan anggota pandawa yang belum mendaftar sebagai Kreditur pailit;
Ketua Umum Yayasan Amanat Perjuangan Rakyat Malang (Yaperma) Moch. Ansory menyayangkan kejadian tersebut yang terlihat sangat arogan, berteriak-teriak agar Bos Pandawa Nuryanto dihukum berat, dan menginjak-injak foto salah satu Advokat penasehat hukum leader Pandawa, Jaksa penuntut umum dan foto seorang hakim PN. Depok;
Moch. Ansory melanjutkan kepada Pena Rakyat, seharusnya baik itu anggota pandawa sebagai kreditur pailit maupun anggota pandawa yang belum mendaftar sebagai kreditur pailit pada dasarnya mereka adalah korban, selayaknya pada detik-detik putusan yang saat ini pembacaan tuntutan jaksa penuntut umum (13-11-2017) mereka semuanya Berdo’a agar uang mereka semua dapat kembali dengan cara memperjuangkan agar Bos Pandawa Nuryanto bebas dari segala tuntutan jaksa dan bukan meminta Nuryanto dihukum berat, ujar Ketua Umum Yaperma;
Bisa dibayangkan apabila Bos Pandawa Nuryanto dihukum berat, apakah uang mereka dapat kembali seluruhnya dan apakah mereka para Leader dan para bintang yang membawahi beberapa anggota tidak dikejar-kejar oleh anggota-anggota dibawahnya dan dimintai pertanggung jawaban uang mereka ?, namun yang jelas sang pengadu domba yang menunggangi demo berhasil, dan saat ini anggota pandawa bak pewayangan anggota Pandawa saat ini sudah menjadi Pandawa dan kurawa yang setiap saat akan terjadi perang brontoyudo dan yang diuntungkan adalah sang Durna si pengadu domba;
Apakah kurawa pernah berpikir bahwa apabila Ketua KSP Pandawa Nuryanto dan para leader lainnya dihukum berat mereka tidak dihakimi oleh sesama anggota yang uangnya tidak dikembalikan ? dan sang Durna menari-nari diatas komisi yang mereka terima dari anggota pandawa yang berhasil diadu domba;
Ketua Umum Yaperma melalui Pena Rakyat menghimbau kepada seluruh anggota pandawa atau korban, untuk tidak terpecah belah bahkan bersatulah untuk meminta hak kalian yang sudah dibebankan kepada Para Kurator Pailit dan bukan saling menyerang bak Pandawa dan Kurawa yang pada akhirnya hancur semuanya, ujar Ketua umum Yaperma yang prihatin melihat kenyataan tersebut (Baca Perpecahan sedang terjadi, Suliswati.Red);

