LUMAJANG, PRN.id – Proyek Draenase di Jalan Raya Tekung masuk Dusun Mager Sari RT 01, RW 0, Desa Tekung, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang diduga tidak jelas asal usulnya. Lukito, salah seorang warga sekitar mengatakan bahwa dalam pekerjaan proyek tersebut tidak ada papan namanya.
“Tidak tau ini proyeknya siapa, dikerjakan siapa dan berapa anggarannya, dari mana anggarannya. Waktu penggarapan tidak ada papan namanya,” kata Lukito warga sekitaran proyek, Sabtu (22/7).
Kondisi yang demikian dikatakan Lukito jika ada dugaan maksud tertentu dalam pengerjaannya oleh oknum-oknum didalamnya.
Masih kata Lukito, pemasangan batu yang tidak sama dari atas hingga bawah ini dipertanyakan warga akan kebenarannya. “Atas dan bawah tidak sama, dari atas itu tataan batunya kesampingnya itu dua, tapi kebawah itu jadi satu, sampingnya jadi tanah, apakah nanti akan awet, bagaimana jika begitu pengerjaannya, menyalahi aturan atau tidak, sekarang sih selesai pembangunannya, namun sepengetahuan kami kondisi didalamnya seperti itu,” imbuh Lukito.
“Bagaimana fungsi pengawasan dan pihak yang semestinya bertindak jika memang benar itu ada kecurangan,” tukasnya. Disatu sisi, Lukito juga menerangkan jika pasir yang dipakai dalam pembangunan darenase itu diduga menggunakan pasir urug.
“Pakai pasir urug, kami selaku warga kecewa, ini fasilitas dari pemerintah untuk rakyat yang harus kita terima secada maksimal, karena bagaimanapun asalnya dari rakyat juga,” tegasnya.
Guna mencari tau akan asal mula proyek draenase tersebut, sejumlah awak media mencoba menanyakan pada pihak Dinas PU Kabupaten Lumajang.
“Kok ke kita konfirmasinya, bukan kerjaan kita itu, tidak tahu siapa yang mengerjakan, mestinya sampean yang konfirmasi itu kan tahu itu pekerjaannya siapa. Tanya pekerjanya kan bisa, pasti ada pelaksananya disana sampean tanyakan. Tulis saja nambornya tidak ada beres mas,” pungkas Prabowo ST, Kasi Perawatan PU Lumajang, saat dikonfirmasi awak media via cellular. (red/nt)

