Mojokerto, penarakyatnews.id – Ikatan persaudaraan para mantan warga binaan Lapas Klas IIB Mojokerto, tidak hanya didalam Lapas saja, namun ikatan persaudaraan ini juga di buktikan setelah warga binaan ini bebas dari masa pidananya.
Hal ini minggu 10/9/17 bertempat di gedung PBNU Kabupaten Mojokerto para alumni warga binaan Lapas klas IIB Mojokerto yang tergabung di Pondok pesantren At Taubah Az Zahro mengadakan acara perdana dengan tajuk ” TEMU KANGEN ALUMNI PONDOK AT TAUBAH AZ ZAHRO “
Acara ini disambut istimewa oleh pihak Lapas klas IIB Mojokerto, turut hadir dalam acara ini Kasi Binadik dan Giatja Wahyu Budi Hariyanto, para Kyai dan sesepuh dari Nahdatul Ulama dan para pembimbing pondok At Taubah Az Zahro.
Acara yang dirintis oleh salah satu mantan warga binaan yang notabennya jebolan pondok pesantren di Malang (Gus Marfuq, red) ini dapat dibilang sukses dan ke depan acara serupa akan diagendakan sebagai kegiatan rutin setiap sekali dalam sebulan.
Saat dikomfirmasi Gus Marfuq berkomentar, bahwa walaupun dirinya sudah selesai masa pidananya di Lapas Klas IIB Mojokerto, Gus Marfuq tidak bisa lepas dari tujuan awal yang keluar dari isi hatinya yaitu membina dan mengembangkan ajaran Agama Islam, apalagi pengalaman yang sangat berarti dalam seumur hidupnya dirinya mendapat ujian dari Allah yaitu bersentuhan dengan pidana.
“tekat yang kuat untuk mensiarkan agama mas yang menjadi motto dalam hidup saya, dimana dan kapan saja” tegas Gus Marfuq.
Sementara turut dalam acara temu kangen ini para pembina yang pada saat itu mengajar di Pondok Pesantren At Taubah Az Zahro Lapas Mojokerto yaitu Kyai abdul adim alwi dari pondok pesantren Nurul Falah Jetak Balong Mojo, Gus Zaiqu dari Pondok Pesantren Dharus Zahro Sidoarjo dan para alumni Pondok Pesantren At Taubah Az Zahro Lapas Klas IIB Mojokerto sekitar 50 orang.
Lebih lanjut menurut Wahyu Budi Harianto, “saya sangat mendukung sekali kegiatan positif ini selain bertujuan sebagai temu kangen para mantan WBP yang paling utama dalam kegiatan ini yaitu menambah ilmu keagamaan dan mencari hikmah selama mendapat ujian karena dalam acara ini juga terdapat acara Manakiban dan ceramah keagamaan” Ulas Kasi Binadik dan Giatja Wahyu. (sh07/teguh)

