Pasuruan, penarakyatnews.id – Lagi-lagi PT. Charoen Pokphan Jombang bikin masalah, beberapa tahun yang lalu ramai diberitakan terkait telor limbah (invertil) yang dijual kepada perusahaan roti padahal telor limbah ini semestinya buat makan ternak lele bukan untuk di kosumsi manusia.
Kali ini PT. Charoen PokPhan Jombang membuat ulah kembali dengan membuang limbah cangkang telur dan dibiarkan menumpuk dan sangat berbahu sangat busuk di Dusun Banyulegi desa Gunungsari Kecamatan Beji Pasuruan yang dikeluhkan oleh warga sekitar.Kamis,(16/11) namun sayangnya pihak PT. Charoen Pokphan tidak mengakui terkait pembuangan itu.
Khoirin (35) Staf Produksi yang mewakili PT. Charoen PokPhan Jombang saat menemui awak media mengatakan, terkait pembuangan limbah cangkang telur pihaknya sudah bekerjasama dengan vendor yang ditunjuk langsung oleh pihak Pok-Phand.
” itu vendor sini mas, sudah resmi dari PokPhand, untuk dibuang dimana cangkang telur itu PokPhand kurang paham, dan biasanya jika ada permasalahan lingkungan pihak vendor akan dipanghil” Ujar Khoirin
Disinggung terkait jumlah limbah yang diambil vendor peehari dari Pokphand, khoirin mengaku tidak tentu. ” Yang tahu pasti itu bagian Pengelola limbah, tapi biasanya tidak tentu sehari bisa 5 drum kadang juga sampai 10 drum” Terangnya
Untuk permasalahan ini, lanjut Khoirin akan di sampaikan langsung kepada direktur PT.Charoen PokPhand Jombang.” Akan saya sampaikan nanti ke direktur terkait dengan permasalahan tersebut” Pungkasnya
Sementara itu, Umar Wirohadi selaku Ketua Umum Majelis Pers Nasional (MPN) saat mendatangi PT. PokPhand mengatakan, Pihaknya ingin permasalahan limbah tersebut segera duselesaikan karena jelas pembuangan limbah tersebut sangat mengganggu kenyamanan warga.
Selain itu, seharusnya Pok-Phand memberikan limbah teraebut kepada vendor yang kredebilitas yang memiliki izin pengolahan limbah yang jelas, sehingga limbah tersebut bisa dikelola dengan baik dan tidak menimbulkan permasalahan.
” Harusnya limbah tersebut dikelola dengan baik, sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik pula, misalnya dikelola lagi menjadi pupuk organik, bukan diberikan kepada orang atau perusahhan yang tidak bertanggung jawab, apa lagi sampai tidak tahu limbahnya dobuang vendor dimana” Pungkas Umar Wirihadi yang Juga ketua umum Majelis Pers Nasional. (tim)

