Sidoarjo, Penarakyatnews – Proyek pemeliharaan plensengan yang menggunakan uang rakyat di kawasan Putat Tanggulangin diduga sarat dengan penyimpangan, pasalnya proyek yang diperkirakan menghabiskan dana sebesar 180 juta ini pengerjaannya terlihat asal-asalan.
Proyek yang dikerjakan oleh CV. Jatim Putra ini terkesan tertutup dengan awak media, hal ini terbukti saat Pena Rakyat News bertandang ke lokasi proyek di desa Putat meminta keterangan terkait proyek plengsengan yang dikomando oleh dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan ini tidak dapat memberikan keterangan yang dibutuhkan.
Menurut pengawas proyek yang mengaku bernama Rizal, ini proyek pemeliharaan PPOP dengan anggaran 180 juta dengan volume panjang 16 meter tinggi 120 cm dengan kedalaman 40/50 cm dan yang lebih hebat lagi proyek yang menggunakan uang rakyat ini tidak adanya papan proyek.
Terlihat jelas dalam pengerjaan proyek ini terkesan tergesa-gesa, hal ini terbukti pengerjaan proyek yang hanya panjang 16 meter saja dikerjakan 2 titik dengan kata lain pemasangan batu dilakukan dari tengah ke pinggir, pasir yang digunakan juga seperti pasir uruk yang di beri campuran semen sedikit, dan yang lebih parah lagi adonan luluh dilakukan secara manual.
Lebih lanjut saat kru media ini terus mendalami dugaan penyimpangan proyek ini diduga adanya bekking dari rekan LSM …yang mencoba mempengaruhi dan menghalangi investigasi. Bersambung…(niko)

