TANGERANG, PRN.id – Seperti yang telah dikemukakan Hasto Kristiyanto selaku sekjen DPP PDI Perjuangan, bahwa hari ini digelar acara Rakornas 3 Pilar PDI perjuangan yang berlokasi di ICE BSD City Tangerang, Banten, tepatnya di Hall 5-6. Sabtu (16/12).
Dan sehari sebelumnya dilakukan gladiresik. Jumat (15/12) sore kemarin.
Peserta yang hadir adalah para Kepala Daerah dan Kader dari PDI Perjuangan, Pengurus Partai dan anggota DPR/DPRD dari berbagai Propinsi, mulai dari Pulau Jawa hingga Papua.
Hari ini acara dimulai sekitar pukul 09:00 WIB. Dan dibuka dengan iringan musik dari grup Marching Band Banyumas.

Suasana semakin marak dengan kedatangan rombongan dari Megawati Soekarnoputri selaku ketua umum PDI Perjuangan dan rombongan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta para pengawalnya dari Kepolisian, TNI dan juga Provos. Terlihat pula Presiden Ketiga BJ Habibie, dan para menteri Kabinet Kerja.

Namun, setelah semua rombongan tersebut masuk ke ruangan ternyata para peserta dan kader yang lainnya dilarang masuk ruangan, dengan alasan dari segenap security bahwa ada “rapat intern” antara Ketua umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Presiden RI Joko Widodo serta tamu khusus lainnya. Sehingga ribuan peserta dan kader harus bersabar menunggu di luar gedung.

Selang kurang lebih 3 jam, rombongan Presiden RI beserta Wakil dan juga beberapa tamu penting dari kementerian beranjak keluar meninggalkan acara bersama para pengawalnya.
Setelah itu, baru lah para peserta dan kader diperbolehkan masuk ruangan untuk melanjutkan acara bersama Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.
Dari pidatonya, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengingatkan agar kebijakan pemerintah soal pangan seharusnya benar-benar mendorong kedaulatan pangan, bukan sekedar ketahanan pangan saja.
“Disebutnya kita harus selalu mempertahankan pangan kita. Kami tak setuju hal itu. Yang harus dilakukan sebenarnya adalah kedaulatan pangan kita,” kata Megawati.
Menurutnya, ketahanan pangan sangat berbeda dengan kedaulatan pangan. “Ketahanan pangan hanyalah berorientasi kepada ketersediaan pangan tanpa mempedulikan asal muasalnya. Maka kegiatan impor pangan pun menjadi hal biasa tanpa mempedulikan nasib petani dan pelaku industri pangan dalam negeri,” jelasnya.
Lebih lanjut Megawati mengatakan, pihaknya menilai masalah pangan adalah masalah kedaulatan masyarakat dan sebuah bangsa, kedaulatan tanah dan energi, serta bagaimana pangan didistribusikan.
“Jadi kedaualatan pangan berarti ketersediaan pangan yang pertama kali dan harus pertama berasal dari dalam negeri atau dari negeri sendiri. Kalau sudah tak ada barangnya atau hasil pangannya, baru boleh minta bantuan bangsa lain,” lanjutnya.
“Bukan berarti saya antiasing. Tidak sama sekali. Tapi inilah bagi kami makna kedaulatan pangan,” pungkasnya.

Setelah mendengarkan isi pidato Ketua Umum, para peserta dan kaderbbdiberi kesempatan untuk mengunjungi Pameran yang digelar pada tersebut, yakni mengenai hasil Kerajinan, Pertanian, Peternakan, Perkebunan, Property, dan lain sebagainya, hasil karya masyarakat negeri sendiri yaitu Indonesia. (put & tim).

