Bekasi, PRN.id – Aksi damai (unjuk rasa) mahasiswa Universitas Pelita Bangsa yang beralamat di Inspeksi Kalimalang Tegal Danas Cibatu Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi, terkait kebijakan sepihak dari yayasan kampusPelita Bangsa bahwa biaya server ajan dibebankan kepada para mahasiswa. Kamis (18/01).

Pihak kepolisian dari sektor Cikarang Selatan menurunkan sejumlah personil dengan dibantu dari pihak Polres Metro Bekasi yang juga menurunkan personilnya yang berjumlah sekitar lima puluh anggota baik dari Sabhara, Intelkam, Reskrim juga Paminal untuk pengamanan.
Dan pengamanan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Cikarang Selatan Kompol Alin Kuncoro, Spd guna menyikapi hal-hal yang tidak diinginkan didalam aksi tersebut.
“Kita hanya melaksanakan tugas dan fungsi kita sebagai kepolisian, untuk berjaga-jaga saja, jangan sampai aksi melebar dan ditunggangi oleh pihak luar, jangan sampai nanti peserta aksi melakukan hal-hal yang anarkis. Dan kita antisipasi untuk itu,” jelasnya.
Dari pantauan awak media ini, terlihat bahwa aksi tersebut melibatkan kurang lebih seratus mahasiswa dari berbagai fakultas. Selain itu mereka juga terlihat membawa alat peraga aksi seperti pengeras duara, bendera merah putih, spanduk dan juga karton yang bertuliskan tentang penolakan kebijakan kampus yang menurut mereka merugikan dan pihak kampus telah membuat kebijakan yang sepihak.
Koordinator aksi lapangan ‘Syahrul R.’ membuat postingan yang telah dishare ke grup whatsapp mahasiswa yang berbunyi, “Jika hari ini pihak kampus semena-mena dalam menetapkan kebijakan serta saling lempar tanggungjawab, maka hanya ada satu kata, LAWAN…!!! Kebijakan-kebijakan yang tidak pro kepada mahasiswa yang akhirnya membuat kerugian dan memberatkan mahasiswa, maka saya menyerukan kepada seluruh mahasiswa Pelita Bangsa untuk ikut serta dalam aksi ini. Dan tetapkanlah…! Pada tanggal 18 Januari 2018 sebagai aksi serentak mahasiswa Pelita Bangsa dalam penolakan kebijakan sepihak 5K dab menolak adanya Politisasi di ranah Pendidikan, aumkan keresahan kalian, kita bukan sapi perah yang selalu dimanfaatkan,” paparnya dengan tegas dalam postingan tersebut. (Tim).

