Banyuwangi Penarakyatnews.id – Perkebunan PT Glenmore harus mengalami kerugian yang tidak jelas ,pasalnya ada kabar bahwa jagungnya setelah di panen hilang kuranglebih 1 ton ,bahkan santer terdengar di kalangan karyawan kebun ada dugaan ada oknum yang berulah di dalamnya.
Beberapa hari terahir ini perkebunan PT Glenmore melakukan pemanenan tanamanya berupa jagung di salah satu lokasi yang berdekatan dengan pemukiman penduduk,yakni di pinggir selatan lapangan sepak bola Dusun Ramiyan Desa Margomulyo kecamatan Glenmore kabupaten Banyuwangi Jawa timur.
Terbongkarnya bila jagung milik perkebunan PT Glenmore telah hilang ,setelah pihak kebun ingin menjual jagung tersebut kepada pihak pembeli , setelah di lakukan penimbangan ulang di pabrik , yang seharusnya jagung tersebut 40 ton, kini berkurang hingga kurang lebih 1 ton.Karena merasa mengalami kerugian Adm PT Glenmore memarahi semua karyawan pabrik ,ucap salah satu karyawan yang tidak mau di sebutkan namanya Rabu 21/02/18 .
“Sayangnya saat mau di konfirmasi Adm Perkebunan PT Glenmore Supeno ,tidak bisa di temui karena pada saat itu ada tamu dari direksi ,kata salah seorang sekuriti yang lagi bertugas di pabrik ,melalui sekuriti tersebut Adm PT Glenmore tersebutpun mengarahkan, agar menemui salah satu sinder pabrik Supriyadi.
Saat di konfirmasi terkait dugaan hilangnya 1 ton jagung, di salah satu cafe milik perkebunan Glenmore Rabu 21/02/18 kepada media,Supriyadi salah satu Sinder pabrik tersebut menjelaskan ,menurut dirinya rumor hilangnya jagung itu tidak benar, di jelaskan oleh Sinder yang benar adalah jagung tersebut mengalami susut timbangan,hasil timbangan dikebun tidak sama dengan hasil timbangan di pabrik,”dalihnya.
Memang untuk panen tahun ini kwalitas jagungnya kurang bagus mas, pasalnya musim hujan yang tidak kunjung berhenti ,sehingga mengakibatnya kwalitas panennya tidak bisa bagus.Jika musim panen normal,dalam perhektarnya bisa mencapai 12 ton namun untuk saat ini karena cuaca jelek hanya bisa mencapai 9 ton dalam 1 hektarnya.
Selain dari pada itu,susutnya jagung tersebut karena terlalu lama di timbun di pabrik,pada saat panen jagung tersebut di timbun kurang lebih lima 5 hari karena menunggu pembelinya datang untuk mengankut.di akui oleh Supriyadi dari semua keseluruan hasil panen 40 ton, semunya mengalami penyusutan sebanyak kurang lebih 1 ton.
Atas kejadian ini yang jelas pihak perkebunan mengalami kerugian, untuk harga jagung saat ini adalah 1.730,000 (seribu tujuhratus tigapuluh rupiah) tinggal mengalikan berapa pihak kebun mengalami kerugian,” jelentrehnya.(Joko)

