PRN MADURA – Rabu 20/03/2018. Rumah sakit islam (RSI) Kalianget di gruduk oleh berbagai elemen masyarakat yang bergabung dalam ORMAS MACITA untuk mengklarifikasi masalah tindakan pelayanan dokter RSI terhadap pasien BPJS.
Bambang Riyadi (orang tua) dari pasien yang MARIA ULFA yang menderita dua benjolan didada sebelah kiri (tumur jinak/FAM) yg mau di operasi di RSI oleh dr. Arya Rasi Putranto, sp, bedah.
Bambang Riyadi kecewa atas keputusan DR. ARYA RASI PUTRANTO, sp. Bedah di Rumah Sakit Islam (RSI) Kalianget pelayanan nya kepada pasien MARIA ULFA (putri) Bambang Riyadi .
” dr. Arya Rasi Putranto bilang operasi ini tidak bisa dilakukan dua dalam waktu bersamaan kuatir tidak dibayar semua oleh BPJS, tapi klau pakai umum kita bisa operasi dua dua nya dalam waktu bersamaan,” tutur Bambang kepada media saat klasifikasi kepada YANTI humas di RSI Kalianget.
Bu YANTI mengatakan “betul pak kalau begitu lakukan operasi 2x dalam waktu bersama BPJS biasanya membayar pengeklaiman begitu yg dibayar yg tertinggi bukan yang 2x operasi”, dan dulu BPJS juga pernah punyak hutang ke rumah sakit sampai 3m”, kepada media diwaktu klarifikasi .
“sedang kan penjelasan dari ibu ENDANG sebagai Kepala Operasional BPJS di kab. Sumenep itu tidak ada masalah bila operasi dua kali dalam waktu bersamaan tetap BPJS akan bayar semuanya sesuai pengeklaimannya nanti nya”. tutur kepada media.
Harapan dari elemen masyarakat yang bergabung dalam ORMAS MACITA, masalah pelayanan DR. ARYA RASI PUTRANTO di Rumah sakit islam (RSI) Kalianget ini yang membeda bedakan pasien BPJS Dengan pasien UMUM harus di tindak lanjutin sampai ke bupati nantinya, biar ada suatu tindakan nantinya dan kedepannya pasien dari masyarakat kecil tidak di telantarkan oleh pihak rumah sakit manapun. (ERFANDI)

