PRN SUMENEP – Sabtu ( 28/04/2018 ) Pemkab Sumenep mengadakan Lomba Kreasi dan Karya Tulis Ilmiah di kalangan pemuda dalam Hunting Foto Budaya, Kalianget sebagai Kota Tua, karena memiliki nilai positif bagi generasi muda di Sumenep.
Drs. R. Idris, MM. Sekda pemkab Sumenep , mengatakan, “lomba ini untuk mengajak para muda untuk tidak melupakan sejarah yang ada di Kalianget termasuk sejarah perjuangan di Kabupaten Sumenep waktu jaman penjajahan dulu.
Kota Tua Kalianget di masa dulu adalah merupakan satu-satunya Kota yang moderen di ujung timur pulau garam – Madura, sebab saat itu, Kalianget secara infrastruktur, penataan Kota sudah lebih modern dan maju dibandingkan Kota-Kota lain di Madura bahkan nusantara.
“kota Kalianget ini dibangun pada masa penjajahan VOC sejak tahun 1705 Masehi, pada masa kekuasaan VOC di Sumenep, VOC telah membangun berbagai sarana, seperti pelabuhan, benteng “Loji Kantang” dan benteng Kalimo’ok.” tutur Pak Sekda saat memberikan sambutan pada Lomba Kreasi dan Karya Tulis Ilmiah di kalangan pemuda dalam Hunting Foto Budaya Kota Tua, di Kecamatan Kalianget.
peninggalan sejarah yang ada di Kota Tua Kalianget hingga saat ini diantaranya :, kantor pos jaga kuno bergaya Eropa dan Belanda, gedung pembangkit listrik yang didirikan pada tahun 1914 dengan arsitektur yang juga cantik dan artistik, lokomotif dan lori yang dahulu seringkali dipakai untuk mengangkut garam dari ladang garam, pelabuhan tua, serta cerobong pabrik dan tandon air yang berbentuk sentolop/sentral.
“kita kembali mengingat Kota Tua Kalianget yang penuh dengan sejarah yang harus diketahui oleh generasi pemuda Sumenep dengan melalui perlombaan ini. Oleh karena itu, saya menyambut baik dan mengapresiasi dilaksanakannya lomba ini di kota tua Kalianget .” tuturnya pak Sekda.
“Selain itu lomba ini sangat positif utk merangsang kreatifitas kaum muda di Kabupaten Sumenep, agar kota ini bisa membuat daya tarik wisata untuk kota lain.
Untuk itulah, jadikan lomba itu sebagai spirit dan motivasi mengukur kreatifitas, kemampuan dan kompetensi diri agar bisa bersaing di era kompetisi yang semakin ketat.
“supaya pemuda Sumenep ini bisa memanfaatkan kemampuan nya, Kemampuan apapun sangat dibutuhkan, termasuk di bidang fotografi, dari pemuda yang memiliki kemampuan, mereka nantinya akan bisa menciptakan sendiri sejarahnya, dan tidak bergantung kepada orang lain.” pungkasnya. (erfan).

