PRN Magetan – Anggota DPR Komisi 7, Edhie Baskoro Yudhoyono atau biasa disapa Ibas, merasa prihatin karena budaya gotong royong mulai ditinggalkan oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia.
“Kita harus budayakan gotong royong, bukan gotong-gotong atau royong-royong. Kita tidak boleh apatis, dan tidak peduli dengan sesama kita, sesama bangsa Indonesia, karena kita satu, kita bersaudara,” ujar Ibas dalam kegiatan Sosialisasi Pemahaman Kebangsaan di Desa Tapen, Kecamatan Lambeyan, Magetan, Jawa Timur, Kamis (13/9).
Menurutnya, masyarakat harus terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, menghindarkan perpecahan dan meningkatkan toleransi dengan sesama bangsa Indonesia.
“Toleransi antar umat beragama, juga sangat diperlukan Indonesia saat ini. Kita tidak mau hanya karena berbeda keyakinan, maka terjadi perpecahan,” tegasnya.
Ibas sendiri memiliki keyakinan, oleh karena banyak perbedaan maka Indonesia menjadi lebih berwarna. “Jangan sampai perbedaaan ini menjadi sandungan untuk memajukan Indonesia yang makmur dan sejahtera,” paparnya.
Menurutnya, setiap warga negara berhak menikmati kemakmuran secara merata. Dengan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, diharapkan akan mampu mendorong turunnya angka kemiskinan. “Ayo kita terus bekerja, pantang menyerah, lengkapi diri dengan ilmu pengetahuan yang luas, agar punya banyak kesempatan untuk mengembangkan diri dan sukses.” Pungkasnya
Di tempat yang sama, Slamet selaku Kepala Desa Tapen mengatakan bahwa dengan sosialisasi seperti ini bisa menambah wawasan kepada masyarakat. “Kami berterima kasih kepada bapak ibas atas kunjungannya dan semoga sosialisasi ini bisa membawa manfaat kepada semuanya, khususnya untuk warga masyarakat Desa Tapen.” Ujar Kepala Desa Tapen
Selain kegiatan sosialisasi tersebut, masih dilanjutkan dengan peresmian jalan Hotmik yang dibuka secara langsung oleh saudara ibas.(beni s)

